Jakarta — PT Niramas Utama Resmi Catatkan Saham Perdana di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan anggota baru. PT Niramas Utama Tbk, emiten produsen makanan dan minuman kemasan, resmi mencatatkan saham perd

Jul 09, 2026 - 21:41
0 0
Jakarta — PT Niramas Utama Resmi Catatkan Saham Perdana di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan anggota baru. PT Niramas Utama Tbk, emiten produsen makanan dan minuman kemasan, resmi mencatatkan saham perdananya di papan utama BEI pada Selasa (7/7/2026). Mengusung kode saham JELI, perusahaan ini menjadi emiten ke-32 yang melantai di BEI sepanjang tahun 2026, sekaligus membuka lembaran baru bagi industri consumer goods nasional di tengah pemulihan daya beli masyarakat.

Prosesi Pencatatan Saham di Main Hall BEI

Acara seremoni berlangsung khidmat di Main Hall BEI, gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Jajaran direksi dan komisaris Niramas Utama hadir lengkap bersama para pemegang saham pendiri, undangan investor institusi, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Prosesi dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama BEI yang menyambut baik masuknya JELI sebagai emiten baru di sektor barang konsumsi primer.

Berikut kronologi proses pencatatan saham JELI pada hari tersebut:

  1. 09.30 WIB – Pembukaan Perdagangan: Tepat saat bel pembukaan berbunyi, kode saham JELI resmi muncul di papan perdagangan dengan harga referensi Rp 320 per saham, yang merupakan harga final penawaran umum perdana (IPO).
  2. 09.35 WIB – Sambutan Direktur Utama Niramas Utama: Direktur Utama PT Niramas Utama Tbk menyampaikan visi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar domestik dan regional, serta mengumumkan rencana ekspansi kapasitas produksi yang akan didanai dari hasil IPO.
  3. 09.50 WIB – Penandatanganan Prasasti Pencatatan: Direktur Utama Niramas Utama bersama Direktur Penilaian Perusahaan BEI menandatangani prasasti sebagai simbol resmi pencatatan saham JELI di Bursa Efek Indonesia.
  4. 10.00 WIB – Pemantauan Pergerakan Harga: Pada menit-menit awal perdagangan, saham JELI sempat menyentuh level Rp 352 per saham, mengindikasikan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 10% dari harga IPO. Volume perdagangan mencapai 125 juta lot dalam satu jam pertama.
  5. 11.30 WIB – Penutupan Sesi I: Harga saham JELI stabil di level Rp 344 per saham, ditutup menguat 7,5% dari harga penawaran perdana, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 430 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, dalam keterangannya, menyebut bahwa pencatatan JELI menambah kapitalisasi pasar sektor konsumsi sekitar Rp 1,28 triliun berdasarkan harga IPO. “Ini menjadi sinyal positif bahwa investor masih berminat pada sektor riil yang fundamentalnya kuat,” ujarnya.

Struktur Penawaran Umum Perdana

Dalam aksi korporasi ini, PT Niramas Utama Tbk melepas 4 miliar lembar saham atau setara 25% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh kepada publik. Dengan harga penawaran Rp 320 per saham, perusahaan berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp 1,28 triliun. Berdasarkan prospektus, alokasi dana IPO akan digunakan untuk:

  • 55% untuk ekspansi pabrik baru di Jawa Tengah
  • 30% untuk pelunasan sebagian utang bank jangka pendek
  • 15% untuk modal kerja dan pengembangan produk baru

Proses IPO ini didukung oleh tiga penjamin emisi utama, yakni dua bank investasi nasional dan satu sekuritas asing, serta mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,8 kali dari porsi saham yang ditawarkan ke investor institusi.

Prospek Bisnis dan Respons Pasar

Niramas Utama selama ini dikenal sebagai pemain utama di segmen minuman sari buah kemasan dan makanan ringan berbasis kacang-kacangan. Laporan keuangan terakhir menunjukkan pendapatan bersih perusahaan tumbuh 18% year-on-year menjadi Rp 3,2 triliun pada 2025, didorong pemulihan konsumsi rumah tangga dan ekspansi distribusi ke Indonesia timur.

Investor ritel maupun institusi merespons positif pencatatan JELI. Salah satu analis dari lembaga riset investasi menyebut valuasi JELI di price-to-earnings ratio (PER) 12,5 kali tergolong wajar dibandingkan rata-rata industri sejenis yang berada di kisaran 14–16 kali, sehingga masih menyisakan ruang kenaikan harga.

Dengan bertambahnya kapasitas produksi dari pabrik baru yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2027, analis memperkirakan pendapatan Niramas Utama berpotensi menembus Rp 4,5 triliun pada 2027. Meski demikian, risiko fluktuasi harga bahan baku impor dan persaingan dengan merek global tetap menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User