JAKARTA — Dirut RRI Tegaskan Peran Media Perjuangan Penyatukan Bangsa
Di tengah suasana khidmat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, derap langkah insan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) ber
Di tengah suasana khidmat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, derap langkah insan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) bergema membawa perenungan mendalam. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RRI, kegiatan ziarah ke makam para pahlawan bangsa bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk meneguhkan kembali akar sejarah dan identitas para angkasawan—sebutan khas bagi jurnalis serta penyiar RRI di seluruh pelosok Nusantara.
Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, menekankan pentingnya menjaga obor semangat yang telah dinyalakan oleh para pendiri lembaga. Sejak berdiri di era awal kemerdekaan, RRI diproyeksikan tidak hanya sebagai sarana penyebar berita, tetapi juga sebagai instrumen vital dalam mempertahankan kedaulatan serta merekatkan persatuan nasional.
Ruh Media Perjuangan di Tengah Arus Disrupsi Informasi
Perjalanan sejarah mencatat bahwa RRI lahir dari kawah candradimuka pergerakan nasional. Dalam konstelasi media modern yang serba cepat dan dinamis, nilai-nilai kejuangan tersebut dinilai makin relevan untuk membendung ancaman polarisasi sosial serta maraknya disinformasi di ruang publik.
“RRI itu adalah media perjuangan. Mereka (para pendiri RRI) berharap RRI terus melindungi negara, membantu mencapai tujuan negara, dan menyatukan masyarakat,” tegas Hendrasmo usai memimpin prosesi ziarah di TMP Kalibata.
Ia menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 RRI tahun ini dikemas secara sederhana namun sarat makna. Kesederhanaan dalam lingkup internal tersebut sengaja dipilih agar seluruh jajaran lembaga fokus menginternalisasi pesan kejuangan. Ruh media perjuangan masa kini diterjemahkan sebagai komitmen untuk menyajikan informasi yang objektif, menyejukkan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Transformasi Multiplatform dan Segmentasi Publik
Secara analitis, keberadaan RRI selama lebih dari delapan dekade menunjukkan daya tahan organisasi yang kuat di tengah pergeseran pola konsumsi media dari analog ke digital. Untuk menjangkau demografi penonton dan pendengar yang kian beragam, RRI terus mengoptimalkan performa empat kanal siaran utamanya.
Berikut adalah pemetaan fungsi dan fokus layanan penyiaran LPP RRI dalam menjalankan mandat publiknya:
| Kanal Siaran | Fokus Layanan Utama | Target Segmentasi |
|---|---|---|
| RRI Pro 1 | Pemberdayaan masyarakat & edukasi publik lokal | Masyarakat umum dan keluarga |
| RRI Pro 2 | Kreativitas, musik, dan gaya hidup anak muda | Generasi muda & milenial |
| RRI Pro 3 | Jaringan berita nasional & dinamika kebijakan 24 jam | Pengambil kebijakan & masyarakat pembelajar |
| RRI Pro 4 | Pelestarian kebudayaan lokal & kearifan lokal | Komunitas budaya & pemerhati tradisi |
Menjaga Integritas Angkasawan di Era Digital
Tantangan terbesar yang dihadapi penyiaran publik saat ini adalah bagaimana mempertahankan kebiasaan mendengarkan radio di kalangan generasi muda yang terbiasa dengan platform media sosial. Oleh karena itu, jargon historis “Sekali di Udara, Tetap di Udara” kini mengalami perluasan makna: RRI harus hadir secara konsisten di jalur frekuensi radio maupun ekosistem digital berbasis aplikasi dan media sosial.
Dengan jumlah jaringan siaran yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, RRI memiliki posisi strategis sebagai sabuk pengaman informasi nasional. Melalui peringatan usia 81 tahun ini, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan revitalisasi ideologi penyiaran publik diharapkan mampu membendung pengikisan rasa kebangsaan di tengah gelombang globalisasi.
Melalui ziarah di TMP Kalibata dalam rangkaian HUT ke-81 RRI, Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo menekankan pentingnya menjaga warisan sejarah dan memperkuat integrasi nasional di era informasi. Baca berita lengkapnya di Beritainti.com.
Comments (0)