Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa target ambisius pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 pers
Eddy mengingatkan bahwa dunia sedang bergulat dengan dua tekanan besar sekaligus: krisis iklim yang semakin nyata serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan. Dua faktor ini memicu g
Eddy mengingatkan bahwa dunia sedang bergulat dengan dua tekanan besar sekaligus: krisis iklim yang semakin nyata serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan. Dua faktor ini memicu guncangan pada ketahanan energi, mengacaukan rantai pasok global, dan mengancam stabilitas ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia.
Kondisi global yang penuh ketidakpastian ini seharusnya justru kita lihat sebagai momentum. Bukan saatnya lagi energi dan pangan dipandang sebagai urusan teknis semata. Keduanya harus diposisikan sebagai investasi strategis yang menopang kedaulatan bangsa.
Ia menekankan bahwa fondasi pembangunan nasional perlu diperkuat melalui implementasi nyata Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan merupakan perwujudan amanat konstitusi yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945. Pasal tersebut secara tegas menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Eddy menambahkan bahwa sinergi antara target pertumbuhan tinggi dengan agenda keberlanjutan bukanlah sesuatu yang paradoksal. Sebaliknya, justru di sanalah letak kunci daya saing Indonesia di masa depan. Ketahanan energi dan pangan yang kokoh akan menciptakan stabilitas makroekonomi yang dibutuhkan untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Dengan demikian, cita-cita pertumbuhan 8 persen tidak hanya menjadi angka statistik, melainkan fondasi ekonomi yang adil dan merata sebagaimana diamanatkan para pendiri bangsa.
Comments (0)