Iran Hormati Korban Perang Anak di Duel Kontra Kosta Rika

Suasana haru menyelimuti laga uji coba internasional yang mempertemukan Timnas Iran melawan Kosta Rika. Di tengah riuh rendah penonton, para pemain dan ofisial menyempatkan diri memberikan penghormata...

Jul 28, 2026 - 08:12
0 0
Iran Hormati Korban Perang Anak di Duel Kontra Kosta Rika

Suasana haru menyelimuti laga uji coba internasional yang mempertemukan Timnas Iran melawan Kosta Rika. Di tengah riuh rendah penonton, para pemain dan ofisial menyempatkan diri memberikan penghormatan khusus kepada anak-anak yang menjadi korban perang di berbagai belahan dunia. Momen ini disaksikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang hadir di tribun VIP. Skor akhir pertandingan sendiri menjadi milik Iran dengan kemenangan 2-0, tetapi sorotan utama justru tertuju pada pesan kemanusiaan yang disampaikan sebelum dan selama laga berlangsung.

Penghormatan Menyentuh di Tengah Pertandingan

Sesaat sebelum wasit meniup peluit kick-off, seluruh pemain kedua tim berbaris di lingkaran tengah lapangan. Mereka mengenakan pita hitam di lengan dan membentangkan spanduk raksasa bertuliskan "Hentikan Pembunuhan Anak-anak Tak Berdosa" dalam bahasa Persia, Inggris, dan Spanyol. Sejumlah anak-anak yang selamat dari zona konflik diundang turun ke lapangan, didampingi para pemain Iran. Dengan mata berkaca-kaca, kapten tim Ehsan Hajsafi memeluk seorang anak perempuan berusia delapan tahun yang kehilangan kedua orang tuanya akibat serangan udara di Suriah. Para penonton pun memberikan tepuk tangan meriah yang berdurasi hampir dua menit, diiringi lagu perdamaian yang diputar melalui pengeras suara stadion.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) bekerja sama dengan UNICEF untuk mewujudkan aksi ini. Anak-anak korban perang itu mendapat jersey replika timnas dengan nama mereka tertera di punggung. Sebelum peluit babak pertama, para pemain Iran juga membentangkan foto-foto anak yang tewas dalam konflik di Yaman, Palestina, dan Afghanistan. "Kami ingin dunia tidak melupakan mereka yang paling rentan dalam setiap pertempuran," ujar Hajsafi setelah pertandingan.

Infantino Saksikan Momen Emosional

Gianni Infantino yang duduk bersama Presiden FFIRI, Mehdi Taj, tampak terpukau. Ia beberapa kali terlihat mengusap sudut matanya. Dalam keterangan pers setelah laga, Infantino memuji inisiatif tersebut. "Sepak bola adalah alat paling kuat untuk menyatukan, bukan memecah belah. Apa yang dilakukan malam ini oleh Iran dan Kosta Rika adalah contoh sempurna bagaimana olahraga harus digunakan: untuk menyuarakan hati nurani dan melindungi yang lemah," kata pria asal Swiss itu. Ia menambahkan bahwa FIFA akan terus mendukung program-program kemanusiaan yang melibatkan sepak bola di seluruh dunia, terutama yang berfokus pada anak-anak terdampak perang.

Kehadiran Infantino juga menjadi sinyal kuat bahwa federasi global memberi ruang bagi pesan damai di setiap pertandingan. Federasi Kosta Rika melalui juru bicaranya menyatakan dukungan penuh atas aksi solidaritas ini. "Negara kami tidak memiliki tentara, dan kami percaya perdamaian adalah fondasi segalanya. Kami bangga bisa menjadi bagian dari malam ini," ucap pelatih Kosta Rika, Luis Fernando Suárez, dalam konferensi pers.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Iran dengan Dua Gol

Setelah upacara emosional, pertandingan berjalan dalam intensitas sedang. Iran yang menerapkan formasi 4-3-3 langsung tancap gas sejak menit awal. Penguasaan bola mereka mencapai 57% sepanjang laga, menghasilkan total 14 tembakan dengan 7 mengarah tepat ke gawang. Kosta Rika lebih banyak bertahan dengan formasi 5-4-1, mengandalkan serangan balik melalui Bryan Ruiz, namun lini belakang Iran yang digalang Hossein Kanaani cukup solid untuk meredam ancaman.

Gol pertama Iran tercipta pada menit ke-38. Berawal dari umpan silang Alireza Jahanbakhsh dari sisi kanan, striker Mehdi Taremi sukses menanduk bola ke pojok kiri bawah gawang Keylor Navas yang tak mampu dijangkau. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Iran meningkatkan tempo. Pada menit ke-64, Sardar Azmoun yang baru masuk menggantikan Karim Ansarifard menggandakan keunggulan lewat skema serangan balik cepat. Mendapat umpan terobosan dari Saman Ghoddos, Azmoun melewati satu bek lalu melepaskan tembakan mendatar ke tiang dekat. Gol ini membuat stadion bergemuruh. Kosta Rika sempat mendapat peluang emas lewat Joel Campbell pada menit ke-77, tetapi tendangannya membentur tiang.

Statistik kunci pertandingan: penguasaan bola 57%-43% untuk Iran, shots on target 7-2, operan sukses 512-387, dan kartu kuning 1-3. Iran tampil efisien dengan memanfaatkan kelemahan transisi Kosta Rika. Clean sheet yang diraih kiper Alireza Beiranvand menjadi catatan positif bagi lini belakang Tim Melli.

Pesan Perdamaian Melalui Sepak Bola

Malam itu, papan skor mungkin menunjukkan kemenangan Iran, tetapi lebih dari itu, pesan yang ingin disebarkan melampaui batas lapangan. Ketika para pemain saling bertukar jersey dan peluit panjang berbunyi, sekumpulan balon putih dilepas ke langit malam, masing-masing bertuliskan nama anak yang gugur dalam perang. Adegan ini menjadi penutup yang mengharukan. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menyebut pertandingan ini sebagai "kemenangan kemanusiaan".

"Sepak bola tidak hanya tentang taktik dan trofi. Malam ini kami bermain untuk mereka yang tidak bisa lagi bermain," tegas Ghalenoei. Dukungan penonton yang mencapai 35 ribu orang di stadion menjadi saksi bahwa solidaritas dapat hadir di tengah rivalitas olahraga. Bahkan suporter Kosta Rika yang datang dalam jumlah kecil ikut mengibarkan bendera putih sebagai simbol perdamaian.

Dengan momen ini, Iran dan Kosta Rika telah menulis babak baru dalam sejarah persahabatan internasional. Di luar hasil pertandingan, aksi ini mengingatkan dunia bahwa di tengah konflik yang terus berkecamuk, sepak bola selalu punya cara untuk menyembuhkan luka dan membawa harapan. Gianni Infantino berjanji akan membawa pesan ini ke Kongres FIFA berikutnya, agar lebih banyak negara anggota tergerak melakukan hal serupa. Laga uji coba yang biasanya hanya menjadi ajang eksperimen taktik, kini berubah menjadi panggung kemanusiaan yang akan dikenang lama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User