Inggris Resmi Membeli Harta Karun Koin Kuno Senilai £4,3 Juta

Penemuan tak sengaja di sebuah ladang tenang di wilayah Somerset, Inggris, kini resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia arkeologi Britania Raya. Sebanya

Sep 18, 2026 - 00:03
0 0
Inggris Resmi Membeli Harta Karun Koin Kuno Senilai £4,3 Juta

Penemuan tak sengaja di sebuah ladang tenang di wilayah Somerset, Inggris, kini resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia arkeologi Britania Raya. Sebanyak 2.584 koin perak dari era Penaklukan Normandia (Norman Conquest) secara resmi diakuisisi untuk negara dengan nilai akuisisi fantastis mencapai £4,3 juta (sekitar Rp86,7 miliar). Penemuan yang dikenal secara global sebagai Chew Valley Hoard ini ditetapkan sebagai penemuan harta karun bernilai finansial tertinggi dalam sejarah Inggris.

Harta karun ini pertama kali ditemukan pada tahun 2019 oleh tujuh orang detektor amatir yang menggunakan alat pemindai logam. Setelah melalui proses penilaian hukum dan konservasi yang rumit selama lima tahun, penemuan spektakuler ini berhasil diselamatkan untuk publik berkat dukungan dana dari National Lottery Heritage Fund. Penemuan ini tidak sekadar menawarkan angka fantastis, melainkan membuka tabir ketidakstabilan politik dan ekonomi kepulauan Inggris pada abad ke-11.

Analisis Historis: Transisi Kekuasaan yang Berdarah

Secara analitis, keberadaan ribuan koin perak ini memberikan bukti fisik yang sangat langka mengenai periode transisi kekuasaan setelah Perang Hastings pada tahun 1066. Koin-koin tersebut berasal dari masa pemerintahan Raja Harold II—raja Anglo-Saxon terakhir Inggris—dan Raja William I (William the Conqueror), penguasa Normandia pertama yang menaklukkan tanah tersebut.

Parameter Koin Raja Harold II Koin Raja William I
Jumlah Estimasi ~1.000 koin ~1.400 koin
Konteks Politik Masa pemerintahan singkat (1066) Awal konsolidasi Normandia (1066–1072)
Implikasi Nilai Sangat langka akibat kekuasaan pendek Simbol perubahan sistem percetakan uang

Penyatuan koin dari dua penguasa yang saling berperang dalam satu tempat penimbunan menunjukkan betapa cepat dan bergejolaknya perubahan kekuasaan kala itu. Keberadaan mata uang kedua belah pihak menandakan bahwa transaksi ekonomi tetap berjalan di tengah kepungan krisis keamanan nasional.

"Koleksi koin ini memotret salah satu momen paling krusial dalam sejarah Inggris, ketika kekuasaan Anglo-Saxon runtuh dan digantikan oleh monarki Normandia dalam kurun waktu yang sangat singkat," ungkap seorang pakar numismatik dari British Museum.

Ketakutan Finansial dan Implikasi Ekonomi Abad Abad ke-11

Para sejarawan menyimpulkan bahwa penimbunan harta dalam skala sebesar ini merupakan respons langsung terhadap ketakutan masyarakat atas invasi dan pemberontakan lokal. Pada abad ke-11, belum ada sistem perbankan modern, sehingga mengubur kekayaan di dalam tanah menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan aset dari penjarahan.

Secara ekonomi, nilai 2.584 koin perak pada zaman itu sangat luar biasa besar. Jumlah tersebut setara dengan biaya untuk membeli ribuan ekor domba atau sebuah perkebunan luas. Pemilik harta ini dipastikan merupakan figur bangsawan atau tuan tanah kaya yang memiliki pengaruh besar di wilayah Somerset.

"Pemilik harta ini kemungkinan besar menguburkan kekayaannya karena panik di tengah kekacauan politik dan pertempuran lokal, namun sayangnya ia tidak pernah kembali untuk mengambil simpanannya tersebut," tulis tim peneliti dalam laporan arkeologi mereka.

Preservasi Warisan Budaya dan Regulasi Hukum Inggris

Keputusan untuk membeli harta karun ini melalui skema dana hibah publik menegaskan pentingnya regulasi hukum penemuan barang antik di Inggris (Treasure Act 1996). Sistem ini memungkinkan para penemu dan pemilik tanah menerima kompensasi finansial yang adil dari harga pasar, sekaligus memastikan artefak bersejarah tidak dijual secara ilegal ke kolektor pribadi internasional.

Rencananya, koleksi koin langka ini akan dipamerkan secara bergilir di berbagai museum nasional di Britania Raya untuk kepentingan edukasi publik, sebelum akhirnya ditempatkan secara permanen di Museum Somerset, lokasi asli di mana sejarah tersebut terpendam selama nyaris seribu tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User