Infantino Sambangi Trump di Gedung Putih, Bahas Kesiapan Piala Dunia 2026

Gedung Putih berubah menjadi panggung sepak bola pada Selasa (28/8), ketika Presiden FIFA Gianni Infantino melangkah masuk ke Oval Office membawa hadiah spesial: sebuah jersey yang langsung dipamerkan...

Aug 12, 2026 - 02:47
0 0
Infantino Sambangi Trump di Gedung Putih, Bahas Kesiapan Piala Dunia 2026

Gedung Putih berubah menjadi panggung sepak bola pada Selasa (28/8), ketika Presiden FIFA Gianni Infantino melangkah masuk ke Oval Office membawa hadiah spesial: sebuah jersey yang langsung dipamerkan dengan bangga oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Momen simbolis itu menandai babak baru persiapan Negeri Paman Sam menuju Piala Dunia 2026, turnamen yang diproyeksikan menjadi edisi paling ambisius dalam sejarah sepak bola modern.

Pertemuan tingkat tinggi ini jelas bukan sekadar seremoni foto bersama. Infantino datang dengan agenda terukur: memastikan tuan rumah bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berada di jalur yang tepat untuk menyambut 48 tim peserta — lonjakan masif dari format 32 tim yang dipakai sejak Piala Dunia 1998. Trump, yang berpose dengan jersey pemberian sang presiden FIFA, menunjukkan dukungan penuh pemerintahannya terhadap turnamen yang diprediksi memecahkan berbagai rekor, baik dari sisi jumlah pertandingan, penonton, maupun pendapatan.

United Bid: Kemenangan Telak di Kongres FIFA

Perjalanan menuju 2026 dimulai dengan kemenangan meyakinkan di meja voting. Pada Kongres FIFA di Moskow, 13 Juni 2018, pencalonan gabungan bertajuk United 2026 menghajar Maroko dengan skor voting 134 berbanding 65. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama dalam sejarah yang digelar di tiga negara sekaligus — sebuah format kolaborasi lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak turnamen pertama digelar pada 1930.

Pembagian pertandingan sudah ditetapkan secara resmi: 60 laga akan dimainkan di Amerika Serikat, sementara Kanada dan Meksiko masing-masing kebagian 10 pertandingan. Seluruh laga krusial dari perempat final hingga partai puncak akan berlangsung di tanah Amerika, dengan Stadion MetLife di New Jersey menjadi kandidat terkuat venue final. Kapasitas raksasa stadion-stadion NFL menjadi nilai jual utama yang membuat United Bid nyaris mustahil ditandingi.

Format Baru: 48 Tim, 80 Pertandingan

Piala Dunia 2026 akan menghadirkan revolusi format yang sesungguhnya. Dengan 48 tim dan total 80 pertandingan, turnamen ini membuka panggung bagi lebih banyak negara untuk unjuk gigi di level tertinggi. Enam belas stadion di 16 kota tuan rumah telah dipilih — 11 di Amerika Serikat, tiga di Meksiko, dan dua di Kanada — membentang dari Vancouver di barat laut hingga Miami di tenggara, mencakup zona waktu dan iklim yang beragam.

Bagi Amerika Serikat, ini adalah kesempatan kedua menjadi tuan rumah setelah edisi 1994. Dan rekor dari turnamen itu masih kokoh hingga hari ini: total penonton 3,58 juta orang dengan rata-rata sekitar 68.000 penonton per pertandingan — angka tertinggi dalam sejarah Piala Dunia, padahal saat itu hanya diikuti 24 tim. Dengan format 80 pertandingan dan stadion berkapasitas di atas 60.000 tempat duduk, rekor tersebut diprediksi akan terlampaui dengan mudah.

Dukungan Penuh dari Oval Office

Kehadiran Infantino di Washington menegaskan satu hal penting: hubungan FIFA dengan pemerintah Amerika Serikat berada dalam kondisi terbaik. Dukungan federal menjadi krusial mengingat skala logistik yang luar biasa — mulai dari pengamanan 80 pertandingan, pengurusan visa bagi jutaan suporter mancanegara, hingga koordinasi lintas perbatasan tiga negara selama lebih dari sebulan penuh.

Trump sendiri sejak awal menjadi pendukung vokal pencalonan United 2026, bahkan menggaungkannya di media sosial jelang pemungutan suara di Moskow. Kini, dengan jersey di tangan dan komitmen penuh dari Gedung Putih, hitung mundur menuju kick-off resmi berjalan.

'Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar yang pernah ada, dan kesiapan tuan rumah adalah prioritas utama kami,' demikian semangat yang dibawa Infantino dalam kunjungannya.

Dengan waktu persiapan yang masih panjang saat pertemuan itu berlangsung, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memiliki modal cukup — namun tantangan yang tidak kecil. Satu hal yang pasti: ketika bola pertama bergulir pada 2026, dunia akan menyaksikan turnamen yang mengubah standar Piala Dunia selamanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User