Indonesia Gilas Kamboja 5-1, Thom Haye Ciptakan Hattrick Assist
Skuad Garuda membuka perjalanan di Piala AFF 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Gelandang naturalisasi Thom Haye menjadi aktor utama dalam pesta...
Skuad Garuda membuka perjalanan di Piala AFF 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Gelandang naturalisasi Thom Haye menjadi aktor utama dalam pesta gol tersebut lewat sumbangan tiga assist yang membongkar total pertahanan lawan.
Dominasi Total Sejak Peluit Awal
Pasukan Shin Tae-yong langsung mengambil inisiatif serangan begitu wasit meniup peluit. Formasi 4-3-3 yang diterapkan membuat lini depan Indonesia begitu cair dan sulit diantisipasi. Penguasaan bola mencapai 62 persen di sepanjang laga, dengan total 17 tembakan yang delapan di antaranya tepat sasaran. Kamboja hanya mampu mencatatkan dua shots on target dan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Pada menit ke-15, umpan terobosan Haye memotong dua bek Kamboja dan langsung diselesaikan Marselino Ferdinan menjadi gol pembuka. Sepakan mendatar kaki kiri pemain Persebaya itu meluncur deras tanpa mampu dijangkau kiper. Skor 1-0 membuat ritme permainan kian cepat.
Haye Jadi Arsitek Serangan
Thom Haye menunjukkan kelasnya sebagai pengatur tempo. Dari posisi gelandang tengah, pemain kelahiran Belanda ini acap kali melepaskan passing terukur yang membelah pertahanan lawan. Assist keduanya lahir pada menit ke-28 lewat skema serangan balik. Haye mengirimkan umpan silang mendatar dari sisi kanan yang disambar Dendy Sulistyawan menjadi gol kedua Indonesia. Tak butuh waktu lama, lima menit kemudian umpan pendek Haye di kotak penalti berhasil disontek Egy Maulana Vikri untuk mengubah papan skor menjadi 3-0. Tiga assist dalam 33 menit menjadi bukti betapa vitalnya peran gelandang berusia 29 tahun itu di lini tengah.
Kamboja sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui sundulan pemain pengganti yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Namun Indonesia tak kehilangan fokus. Shin Tae-yong merespons dengan memasukkan tenaga segar; Witan Sulaeman dan Rafael Struick masuk menggantikan Egy dan Dendy. Hasilnya, pada menit ke-67 Witan mencetak gol keempat setelah meneruskan bola muntah tendangan Marselino. Struick kemudian menutup pesta dengan gol kelima di menit ke-82 lewat skema sepak pojok.
Pertahanan Solid, Serangan Mematikan
Di lini belakang, duet bek tengah Jordi Amat dan Elkan Baggott tampil kokoh. Clean sheet memang gagal diraih, namun hanya satu blunder kecil yang bisa dimanfaatkan lawan. Kiper Ernando Ari melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan bebas berbahaya di babak pertama. Statistik intersep dan tekel sukses Indonesia juga unggul jauh, menegaskan bahwa pressing ketat dari lini depan turut membantu pertahanan.
Pelatih Shin Tae-yong mengaku puas dengan performa timnya.
"Kami mengawali dengan intensitas tinggi sesuai rencana. Thom sangat istimewa hari ini, visinya membuat perbedaan. Tapi kemenangan ini hasil kerja kolektif,"ujarnya seusai laga. Ia juga menyoroti adaptasi pemain pada formasi yang membuat serangan lebih variatif, baik melalui sayap maupun kombinasi satu-dua sentuhan di tengah.
Kemenangan ini menempatkan Indonesia di puncak klasemen sementara Grup A dengan selisih gol menguntungkan. Pertandingan berikutnya akan melawan Myanmar, dan performa seperti ini diharapkan terus berlanjut. Thom Haye dengan catatan hattrick assist menjadi pemain pertama yang menorehkan statistik tersebut di fase grup Piala AFF edisi ini, sebuah pencapaian yang menambah percaya diri tim asuhan Shin Tae-yong.
Comments (0)