IHSG Sesi I Kembali Tertekan, Saham Perbankan Jadi Pemberat Utama
Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan tajam pada sesi pertama perdagangan Rabu (24/6/2026). Setelah sempat membuka perdagangan di zona hijau, indeks acuan pasar mod
Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan tajam pada sesi pertama perdagangan Rabu (24/6/2026). Setelah sempat membuka perdagangan di zona hijau, indeks acuan pasar modal Tanah Air itu justru melorot dan terperosok kembali ke level psikologis 6.000-an.
Berdasarkan data yang dihimpun media kami, IHSG ditutup melemah cukup dalam sebesar 1,62% ke posisi 6.002,20 pada akhir sesi I. Pelemahan ini kontras dengan optimisme awal perdagangan yang sempat mendorong indeks menyentuh level tertinggi harian di 6.171,38. Sayangnya, tekanan jual yang masif, khususnya pada saham sektor keuangan, membuat pergerakan indeks tidak bertahan di teritori positif.
Aksi jual yang cukup agresif terpantau merata pada saham-saham perbankan besar, menjadi katalis utama yang menyeret IHSG kembali ke zona merah setelah pembukaan yang menjanjikan.
Hingga istirahat siang, aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 12,23 miliar saham. Adapun total nilai transaksi yang berhasil dibukukan menembus Rp 6,73 triliun, menunjukkan likuiditas pasar yang masih tinggi di tengah koreksi. Sementara itu, frekuensi perdagangan saham yang terjadi sebanyak 1.045.975 kali.
Pasar tampaknya merespons sentimen negatif yang membayangi sektor perbankan, menyebabkan saham-saham unggulan di sektor tersebut kompak berguguran. Fenomena pembalikan arah ini sekaligus mematahkan ekspektasi penguatan berkelanjutan di awal sesi, mencerminkan bahwa volatilitas dan ketidakpastian masih membayangi lantai bursa. Para pelaku pasar kini menanti bagaimana pergerakan indeks pada sesi kedua untuk mengonfirmasi tren pelemahan lebih lanjut.
Comments (0)