IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Sempat Menguat Sebelum Akhirnya Melemah
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal sesi perdagangan menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. Indeks sempat dibuka di zona hijau, namun tekanan jual langsung muncul dan mendorong
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal sesi perdagangan menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. Indeks sempat dibuka di zona hijau, namun tekanan jual langsung muncul dan mendorongnya masuk ke wilayah negatif.
Berdasarkan data yang dipantau oleh media kami, pergerakan indeks pada Selasa pagi ini berlangsung dalam rentang yang cukup lebar. IHSG menyentuh level tertingginya di posisi 5.943 dan titik terendah di level 5.892. Ini menandakan adanya tarik-menarik antara optimisme beli dan aksi ambil untung oleh pelaku pasar sesaat setelah pembukaan.
Sampai dengan pukul 9.15 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 5.898, atau mengalami penurunan sebesar 17 poin yang setara dengan 0,29 persen.
Menariknya, posisi tersebut berbanding terbalik dengan awal pembukaan. Pada saat bel pertama dibunyikan, indeks acuan bursa saham nasional itu sempat menguat dan bertengger di level 5.933. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama karena IHSG langsung bergerak dua arah dan akhirnya tergerus masuk ke jalur merah.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi terpantau cukup besar pada pagi ini. Total nilai transaksi mencapai Rp 1,28 triliun, berasal dari perputaran 2,70 miliar lembar saham. Angka tersebut dibukukan dari 218.174 kali frekuensi transaksi yang terjadi di seluruh papan perdagangan. Likuiditas yang tinggi di awal sesi ini mencerminkan investor masih aktif mencermati pergerakan harga di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
Pergerakan dua arah yang terjadi pada pagi ini menunjukkan bursa saham masih dalam fase konsolidasi. Para pelaku pasar tampaknya sedang menimbang sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri yang mempengaruhi indeks. Tim riset Beritainti.com akan terus memantau perkembangan terkini dari lantai bursa.
Comments (0)