IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Saham Bank Kompak Anjlok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri paruh pertama perdagangan dengan koreksi cukup dalam pada Rabu (24/6/2026). Setelah sempat melaju di teritori positif, indeks acuan Garuda justru b

Jul 08, 2026 - 00:38
0 0
IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Saham Bank Kompak Anjlok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri paruh pertama perdagangan dengan koreksi cukup dalam pada Rabu (24/6/2026). Setelah sempat melaju di teritori positif, indeks acuan Garuda justru berbalik arah dan terperosok hingga menembus level psikologis 6.100. Berdasarkan laporan Beritainti.com, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 1,62% ke posisi 6.002,20 pada akhir sesi I.

Pergerakan indeks saham nasional itu sejatinya dibuka dengan optimisme tinggi. Pada awal sesi, IHSG tercatat sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.171,38. Namun, tekanan jual yang masif seketika menghantam pasar dan memaksa indeks berbalik arah ke zona merah hingga akhirnya terpuruk ke level 6.000-an. Hingga jeda siang, volume perdagangan mencapai 12,23 miliar lembar saham dengan nilai transaksi yang membengkak mencapai Rp 6,73 triliun. Adapun total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.045.975 kali transaksi.

Sektor Perbankan Terpukul, Kapitalisasi Pasar Terkoreksi

Pelemahan IHSG kali ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang menimpa saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham bank-bank papan atas kompak anjlok dan menjadi pemberat utama indeks. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran sentimen investor terhadap sektor finansial di tengah ekspektasi perubahan kebijakan moneter global.

Tekanan terhadap saham bank membuat kapitalisasi pasar tergerus cukup signifikan dalam waktu singkat. Meskipun secara teknikal IHSG masih berusaha bertahan, derasnya arus keluar modal asing menjadi katalis negatif yang sulit dibendung. Pelaku pasar kini tengah mencermati rilis data ekonomi terbaru untuk mencari katalis positif yang mampu mengangkat kembali indeks dari tekanan di sesi berikutnya.

Anjlok Serentak

Dari data yang dihimpun media kami, sentimen negatif terlihat jelas pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk yang memimpin pelemahan di antara saham unggulan. Selain dua bank besar tersebut, jajaran emiten perbankan lainnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga tak luput dari tekanan, membentuk formasi pelemahan kompak yang jarang terjadi di sesi perdagangan normal.

Kondisi ini mematahkan tren penguatan yang sebelumnya terjadi, di mana indeks sempat menunjukkan resistensi yang cukup baik terhadap tekanan eksternal. Dengan terjungkalnya IHSG ke level 6.002, pelaku pasar bersiap untuk menghadapi volatilitas tinggi pada sesi kedua perdagangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User