Herdman Bercanda: Uji Coba Minim karena Menunggu Brasil dan Argentina

Jakarta – Di tengah tekanan untuk membawa Timnas Indonesia berbicara banyak di Piala AFF 2026, pelatih John Herdman justru melemparkan kelakar yang mengundang senyum sekaligus tanya. Dalam sesi jump...

Jul 28, 2026 - 10:33
0 0
Herdman Bercanda: Uji Coba Minim karena Menunggu Brasil dan Argentina

Jakarta – Di tengah tekanan untuk membawa Timnas Indonesia berbicara banyak di Piala AFF 2026, pelatih John Herdman justru melemparkan kelakar yang mengundang senyum sekaligus tanya. Dalam sesi jumpa pers terbatas di kompleks latihan, Herdman menyebut minimnya laga uji coba jelang turnamen dua tahunan itu lantaran Garuda masih menanti balasan dari tiga federasi elite dunia: Brasil, Inggris, dan Argentina.

"Kami sudah mengirim undangan sejak tiga bulan lalu. Sayangnya, sepertinya surat elektronik kami nyasar ke folder spam mereka," ujar Herdman dengan raut datar khas-nya, yang langsung disambut tawa awak media. Di balik candaan itu, tersimpan realita bahwa hingga akhir bulan ini, tim asuhannya baru mengantongi dua laga uji coba dengan total 180 menit pertandingan sejak pergantian tahun—sebuah angka yang sangat kontras dengan ambisi menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Persiapan Seret, Target Tinggi

Piala AFF 2026 dijadwalkan bergulir kurang dari empat bulan lagi, namun bekal taktis dan menit bertanding yang dimiliki skuat Merah Putih masih sangat terbatas. Dari dua uji coba yang sudah dijalani, hanya satu yang berakhir dengan kemenangan—itu pun melawan tim peringkat di bawah 150 dunia. Rataan penguasaan bola Garuda hanya 41 persen dan shots on target tak pernah menembus angka empat per laga. Sementara itu, negara rival di ASEAN seperti Thailand dan Vietnam sudah menjalani minimal lima partai internasional dengan lawan berperingkat lebih tinggi, termasuk menghadapi Suriah dan Uzbekistan.

Herdman, yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan analitis, tak menampik kejanggalan tersebut. "Saya hanya bisa mempersiapkan tim dengan apa yang ada. Kami sebenarnya sudah menyusun rencana ideal: satu laga melawan tim non Asia, satu melawan kekuatan Afrika, dan satu lagi idealnya melawan juara dunia. Tapi realita berkata lain. Mungkin kami harus menunggu lebih lama untuk melihat Lionel Messi atau Vinicius Junior berdiri di garis terowongan Stadion Gelora Bung Karno," selorohnya.

Khayalan Menantang Brasil hingga Argentina

Jika ditelisik lebih dalam, kelakar Herdman bukan sekadar hiburan. Jarak peringkat FIFA antara Indonesia—yang kini bertengger di kisaran 138 dunia—dengan Brasil (peringkat 3), Argentina (peringkat 1), dan Inggris (peringkat 4) bagaikan bumi dan langit. Menantang tim-tim tersebut membutuhkan biaya laga yang fantastis, logistik rumit, serta kesediaan mereka meluangkan jadwal di tengah padatnya agenda UEFA Nations League dan Kualifikasi Piala Dunia. Hingga kini, tak ada satu pun respons resmi dari federasi tiga negara itu, sesuatu yang sudah diprediksi oleh banyak pengamat.

"Ini bukan perkara kami tak mau. Kami ingin para pemain merasakan atmosfer berbeda, tekanan tinggi, dan kecepatan yang hanya bisa diberikan oleh tim elite. Tapi ketika proposal kami bahkan belum mendapat balasan, apa yang bisa dilakukan selain tertawa?" Herdman menambahkan. Candaan "spam folder" pun sontak menjadi topik perbincangan di media sosial, dengan suporter yang membalasnya dengan kreativitas: dari meme surel tak terbaca hingga tagar #BalasDongFederasi.

Data Berbicara: Krisis Menit Bermain

Statistik semakin menggarisbawahi kegentingan situasi. Dari 26 pemain yang dipanggil dalam pemusatan latihan terakhir, hanya tiga pemain yang memiliki lebih dari 500 menit kompetitif di level klub dalam dua bulan terakhir. Penggawa yang berlaga di luar negeri, seperti di Liga Jepang atau Eropa, datang dengan kondisi fisik beragam, sementara pemain lokal masih mengejar ketajaman di tengah jeda kompetisi domestik. Tanpa uji coba memadai, upaya Herdman menerapkan formasi fleksibel 4-3-3 yang ofensif berisiko hanya menjadi eksperimen kala turnamen sudah di depan mata.

Ketua Umum PSSI dalam kesempatan terpisah menyatakan pihaknya terus berupaya mencari lawan uji coba tambahan, termasuk membidik tim-tim dari Afrika dan Timur Tengah. Namun, proses negosiasi sering kali terkendala hak siar dan biaya pertandingan. Sembari menunggu keajaiban, Herdman hanya bisa memaksimalkan laga internal dan simulasi taktik. "Saya kira kalau Brasil benar-benar datang, kami butuh dua bola sekaligus di lapangan untuk mengejar possession mereka," tutupnya dengan tawa kecil yang menyiratkan harapan sekaligus pasrah.

Di tengah ketidakpastian, satu hal yang pasti: candaan Herdman sukses menjadi cermin dari masalah kronis persiapan tim nasional. Jika "balasan dari Brasil" tak kunjung tiba, publik hanya bisa berharap bukan kotak masuk pelatih berikutnya yang ikut diabaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User