Arsenal Kunci Kemenangan di Kandang Sevilla, Martinelli Jadi Bintang
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Arsenal atas Sevilla pada matchday ketiga Grup B Liga Champions di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Selasa (24/10/2023). Gol Gabriel Martinelli pada menit ke-45+4 dan Gab...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Arsenal atas Sevilla pada matchday ketiga Grup B Liga Champions di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Selasa (24/10/2023). Gol Gabriel Martinelli pada menit ke-45+4 dan Gabriel Jesus pada menit ke-53 membawa The Gunners memimpin, sebelum Nemanja Gudelj memperkecil kedudukan lewat sundulan pada menit ke-58. Hasil ini mengukuhkan posisi Arsenal di puncak klasemen Grup B dengan enam poin, sementara Sevilla tertahan di dasar klasemen dengan dua poin dari tiga pertandingan.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Di hadapan publik Pizjuan yang membara, Arsenal membuktikan diri sebagai tim yang matang: sabar saat ditekan, kejam saat diberi ruang. Perpaduan presing terorganisir dan transisi kilat menjadi resep Mikel Arteta meredam permainan agresif tuan rumah sepanjang laga.
Babak Pertama: Kesabaran Berbuah Gol di Menit ke-45+4
Arteta menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3. David Raya mengawal gawang; Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Takehiro Tomiyasu berjaga di lini belakang. Martin Odegaard, Declan Rice, dan Kai Havertz mengisi lini tengah, sementara Bukayo Saka serta Gabriel Martinelli menghuni sayap dengan Gabriel Jesus sebagai ujung tombak. Tuan rumah, yang baru dipimpin Diego Alonso, menjawab dengan formasi 4-2-3-1 dan langsung menekan sejak menit awal.
Sevilla membuka ancaman lebih dulu. Menit ke-6, Lucas Ocampos melepaskan tembakan pertama yang masih bisa dijinakkan Raya. Arsenal perlahan mengambil alih penguasaan bola hingga menembus 63 persen, namun disiplin bertahan tuan rumah membuat peluang bersih sulit tercipta. Menit ke-23, Saka nyaris membuka keran: tembakan kaki kirinya dari sisi kanan membentur tiang gawang, sebuah peringatan keras bagi lini belakang Sevilla.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya pecah di menit ke-45+4, tepat saat wasit bersiap mengakhiri babak pertama. Berawal dari pergerakan Saka di sisi kanan yang membuat pertahanan Sevilla kocar-kacir, bola liar jatuh ke kaki Martinelli yang dengan tenang menuntaskannya. Assist tercatat untuk Saka, dan setelah melalui pemeriksaan VAR singkat, gol dinyatakan sah. Selebrasi penuh semangat pemain asal Brasil itu membungkam publik Pizjuan.
Babak Kedua: Gabriel Jesus dan Kebangkitan Sevilla
Tujuh menit setelah babak kedua bergulir, Arsenal memperlebar jarak. Menit ke-53, skema serangan balik cepat yang dimulai dari kaki Rice di lini tengah berakhir di kaki Gabriel Jesus. Penyerang asal Brasil itu melepaskan sepakan first-time ke pojok gawang, menaklukkan kiper Sevilla yang tak sempat bereaksi. Gol tersebut sekaligus menegaskan peran Jesus sebagai penyeimbang serangan, baik sebagai ujung tombak maupun penarik perhatian bek lawan.
Sevilla menolak menyerah. Menit ke-58, hanya lima menit setelah gol kedua Arsenal, Nemanja Gudelj memangkas jarak lewat sundulan menyambut skema sepak pojok. Stadion yang sempat hening kembali bergemuruh. Tuan rumah terus menekan dan tensi meningkat: wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning di tengah duel-duel sengit lini tengah. Situasi offside ketat beberapa kali memicu protes, namun lini belakang Arsenal yang dikomandoi Saliba tampil solid. Di menit-menit akhir, Raya melakukan penyelamatan krusial yang memastikan keunggulan 2-1 bertahan hingga peluit panjang.
Martinelli: Kilat di Sayap Kiri yang Membungkam Pizjuan
Jika satu nama layak menjadi sorotan, itu adalah Gabriel Martinelli. Selain golnya di menit ke-45+4, pemain berusia 22 tahun itu menjadi momok bagi bek kanan Sevilla sepanjang laga. Kecepatan larinya kerap membuat lini pertahanan tuan rumah panik, sementara ketenangannya mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan menunjukkan kematangan di luar usianya.
Bersama Saka di sisi kanan, Martinelli membentuk duet sayap yang sulit dihentikan. Data mencatat dua tembakan tepat sasaran, tiga umpan kunci, dan sejumlah dribel sukses dari pemain yang direkrut Arsenal dari Ituano ini. Performa tersebut sekaligus menjawab keraguan soal kedalaman skuad Arsenal di tengah padatnya jadwal Liga Champions dan Premier League.
Catatan Statistik dan Kutipan Pelatih
Data pertandingan menegaskan dominasi posisi bola Arsenal tanpa mengabaikan bahaya tuan rumah. Penguasaan bola tercatat 63 persen untuk tim tamu berbanding 37 persen untuk Sevilla. Namun dari sisi tembakan total, Sevilla justru unggul 16 berbanding 8, angka yang menunjukkan efektivitas serangan balik Arsenal. Shots on target: empat untuk The Gunners dan tiga untuk Los Rojiblancos.
"Kami tahu laga ini akan berjalan sulit. Sevilla selalu berbahaya di kandang, tetapi para pemain menunjukkan karakter luar biasa. Kami mencetak gol di momen yang tepat dan bertahan dengan disiplin," ujar Arteta dalam konferensi pers seusai laga.
"Hasil ini pahit karena kami menciptakan banyak peluang. Namun detail kecil, seperti penyelesaian akhir dan konsentrasi di momen krusial, yang membuat perbedaan," timpal Diego Alonso.
Kemenangan ini membawa Arsenal ke puncak Grup B dengan enam poin, sejalan dengan hasil imbang Lens melawan PSV pada matchday yang sama. Di sisi lain, Sevilla wajib memetik poin pada dua laga tersisa demi menjaga peluang lolos ke fase gugur. Pertemuan kedua di Emirates Stadium akan menjadi ujian berikutnya, dan kali ini The Gunners jelas datang dengan modal percaya diri yang jauh lebih besar.
Comments (0)