Harlin E. Rahardjo Resmikan Athlon Sawangan, Dorong Pembinaan Akuatik Daerah
Langkah strategis dalam memajukan olahraga akuatik nasional kembali ditunjukkan oleh jajaran pengurus pusat. Kali ini, Ketua Harian Pengurus Besar Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, hadir secara l...
Langkah strategis dalam memajukan olahraga akuatik nasional kembali ditunjukkan oleh jajaran pengurus pusat. Kali ini, Ketua Harian Pengurus Besar Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, hadir secara langsung dalam seremoni pembukaan pusat pelatihan dan kompetisi Athlon Sawangan di kawasan Depok, Jawa Barat. Kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan menegaskan komitmen federasi untuk memperluas basis pembinaan atlet di luar pusat-pusat metropolitan utama.
Momen Bersejarah bagi Ekosistem Akuatik Lokal
Tepuk tangan meriah menyambut pemotongan pita yang menandai resminya Athlon Sawangan sebagai salah satu kompleks pelatihan akuatik modern. Fasilitas ini dirancang untuk membina perenang, peloncat indah, atlet polo air, dan perenang artistik dari berbagai kelompok usia. Harlin E. Rahardjo mengungkapkan bahwa pembukaan ini adalah buah dari kolaborasi antara swasta dan pemerintah daerah yang telah dirintis selama lebih dari satu tahun. “Kita tidak bisa hanya bergantung pada pusat pelatihan di Jakarta atau Surabaya. Daerah penyangga seperti Depok memiliki potensi atletik yang luar biasa besar dan harus diberdayakan,” ucapnya dalam sambutan penuh semangat. Pernyataan ini langsung disambut antusias oleh ratusan atlet muda serta pelatih yang memadati tribun.
Fasilitas Berstandar Internasional
Kompleks Athlon Sawangan berdiri di atas lahan seluas hampir dua hektare. Di dalamnya terdapat dua kolam renang standar FINA, satu kolam pemanasan semi-indoor, pusat kebugaran mutakhir, serta asrama atlet berkapasitas 60 orang. Pengelola bahkan merancang ruang analisis performa berbasis video tracking system yang dapat merekam tingkat kecepatan, sudut belokan, dan efisiensi kayuhan perenang secara real time. Data tersebut akan langsung terhubung dengan aplikasi pemantauan tim nasional di bawah supervisi pelatih kepala. Harlin menyebutkan bahwa pembangunan tahap pertama senilai Rp 45 miliar ini mengandalkan skema investasi berkelanjutan agar tidak membebani APBD secara berlebihan.
Pembinaan Berjenjang dan Target Jangka Panjang
Dalam sesi tatap muka dengan para pelatih klub, Harlin memaparkan visinya untuk menyinkronkan program latihan di Athlon Sawangan dengan kurikulum nasional akuatik. Artinya, setiap perenang dari tingkat pemula hingga elite akan mengikuti modul yang terukur dan hasilnya dapat diperbandingkan secara nasional. Ia juga menginstruksikan agar event tahunan seperti Kejuaraan Nasional Kelompok Umur dapat diselenggarakan di lokasi tersebut mulai tahun depan. “Dengan begitu, kita bisa mencetak nomor-nomor unggulan sejak dini. Jangan sampai potensi di daerah hanya menjadi penonton di arena internasional,” tegasnya. Target spesifik pun disampaikan: minimal tiga perenang dari jalur pembinaan Sawangan harus mampu menembus limit waktu kualifikasi pada Asian Games 2027.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah dan Sektor Swasta
Wakil Wali Kota Depok yang turut hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PB Akuatik Indonesia. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga ekosistem olahraga yang kondusif, termasuk melalui peningkatan akses transportasi publik menuju kawasan Sawangan. Sementara dari sisi korporasi, beberapa merek peralatan olahraga internasional telah menandatangani nota kesepahaman untuk menjadi sponsor teknis penyediaan peralatan, seperti balok start elektronik, papan pencatat waktu, dan panel sentuh di ujung lintasan. Hal ini semakin mengukuhkan posisi Athlon Sawangan sebagai venue pelatihan semi-terpusat yang menyaingi standar pelatnas.
Membangun Budaya Akuatik dari Akar Rumput
Harlin menutup sesi dengan pesan kuat mengenai pentingnya membangun budaya akuatik di lingkungan masyarakat. Ia mengajak para orang tua untuk tidak hanya mengejar medali, tetapi juga menjadikan berenang sebagai keterampilan hidup. “Kita bangun ekosistem yang sehat: dari sekolah renang untuk balita, hingga program sport science untuk atlet nasional. Athlon Sawangan harus menjadi rumah bagi semua jenjang tersebut,” ujarnya. Di luar sesi formal, ia menyempatkan diri menyaksikan simulasi pertandingan polo air antar pelajar yang dihelat sebagai bagian dari peresmian. Ekspresi bangga terlihat jelas ketika melihat anak-anak usia sekolah dasar sudah mampu menunjukkan penguasaan dasar polo yang cukup baik.
Harapan dan Langkah Konkret ke Depan
Sebelum meninggalkan lokasi, Harlin E. Rahardjo menandatangani prasasti peresmian sekaligus menekankan bahwa keberadaan fasilitas seperti Athlon Sawangan harus diimbangi dengan standar pembinaan yang tinggi. Ia berjanji akan mengirimkan konsultan teknik dari pelatnas setiap tiga bulan untuk mengevaluasi perkembangan atlet. Selain itu, dijadwalkan pula pelatihan sertifikasi bagi pelatih lokal agar kualitas bimbingan merata. Dengan total target lebih dari 500 atlet binaan dalam tiga tahun pertama, Athlon Sawangan diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama sumber daya manusia akuatik Indonesia menuju persaingan di level Asia Tenggara dan Asia. Sorot mata penuh optimisme dari para perenang muda yang hadir seolah menjadi cerminan bahwa peresmian ini adalah awal dari gelombang baru prestasi olahraga air Tanah Air.
Comments (0)