Harga Telur Anjlok, Peternak Desak Pemerintah Turun Tangan

Harga telur ayam ras di tingkat peternak sempat merosot tajam hingga menyentuh angka Rp17.100 per kilogram. Angka ini jauh di bawah harga pokok produksi ya

Oct 08, 2026 - 04:33
0 0
Harga Telur Anjlok, Peternak Desak Pemerintah Turun Tangan

Harga telur ayam ras di tingkat peternak sempat merosot tajam hingga menyentuh angka Rp17.100 per kilogram. Angka ini jauh di bawah harga pokok produksi yang selama ini dikeluhkan para peternak. Kondisi tersebut memicu gelombang protes dari kalangan peternak ayam petelur yang menuntut pemerintah segera melakukan intervensi pasar.

Penurunan harga yang terjadi secara tiba-tiba ini membuat banyak peternak mengalami kerugian. Mereka menilai fluktuasi harga yang ekstrem bukan hanya persoalan pasar semata, melainkan juga indikasi lemahnya tata kelola distribusi dan pengawasan harga di tingkat nasional. Seruan "minta tolong" yang disampaikan para peternak menjadi sinyal bahwa sektor peternakan rakyat sedang berada di titik rawan.

Kronologi dan Respons Peternak

  1. Harga jatuh — Harga telur di tingkat peternak turun ke Rp17.100/kg, memicu kepanikan di kalangan produsen skala kecil dan menengah.
  2. Peternak berhitung — Dengan biaya pakan, tenaga kerja, dan operasional yang tinggi, harga tersebut tidak menutup biaya produksi.
  3. Aksi protes — Asosiasi dan kelompok peternak menyuarakan keluhan kepada pemerintah daerah dan pusat agar ada pembelian atau penyerapan stok.
  4. Desakan kebijakan — Peternak meminta operasi pasar, penyesuaian harga acuan, serta pengendalian impal telur dan produk olahan.

Analisis: Mengapa Harga Telur Mudah Bergejolak?

Telur merupakan komoditas yang sangat sensitif terhadap perubahan musim, pola konsumsi, dan kebijakan perdagangan. Ketika pasokan melimpah sementara daya beli melemah, harga di tingkat peternak langsung tertekan. Sebaliknya, saat permintaan naik menjelang hari besar keagamaan, harga melonjak tajam dan peternak justru sering tidak menikmati margin yang memadai karena rantai distribusi yang panjang.

IndikatorKondisi Saat IniHarapan Peternak
Harga di peternakRp17.100/kgDi atas biaya produksi
Biaya pakanTinggi dan fluktuatifStabil dan terjangkau
Serapan pasarMelemahAda operasi pasar
Kepastian usahaRendahRegulasi berpihak
"Kalau harga di peternak terus di bawah biaya produksi, bukan hanya peternak yang tumbang, pasokan nasional juga terancam dalam jangka menengah," ujar seorang pengurus asosiasi peternak.

Menurut sejumlah pengamat pangan, intervensi pemerintah sebaiknya tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memperbaiki tata niaga, akses pakan murah, dan perlindungan harga di tingkat produsen. Tanpa pembenahan struktural, siklus harga jatuh dan melonjak akan terus berulang setiap tahun.

Pemerintah diharapkan segera merespons dengan langkah konkret: menyerap kelebihan pasokan, memperkuat informasi harga, serta mengawasi praktik permainan harga di rantai distribusi. Jika dibiarkan, gelombang kebangkrutan peternak kecil dapat mengancam ketahanan pangan nasional, terutama pada komoditas protein hewani yang menjadi tumpuan masyarakat.

Kasus harga telur yang jatuh ke Rp17.100/kg ini menjadi cermin bahwa sektor pangan masih rapuh terhadap guncangan pasar. Seruan "minta tolong" dari peternak seharusnya dibaca sebagai peringatan dini, bukan sekadar keluhan sesaat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User