Haaland Gagal Penalti, Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Miami Gardens, Florida — Skor akhir 2-1 untuk Inggris di Hard Rock Stadium, Minggu malam (12/7/2026), menghentikan langkah Norwegia di perempat final Piala Dunia. Momen paling dramatis terjadi pada ...
Miami Gardens, Florida — Skor akhir 2-1 untuk Inggris di Hard Rock Stadium, Minggu malam (12/7/2026), menghentikan langkah Norwegia di perempat final Piala Dunia. Momen paling dramatis terjadi pada menit ke-89 ketika Erling Haaland gagal mengeksekusi penalti yang seharusnya menyamakan kedudukan. Kiper Inggris, Jordan Pickford, menjadi pahlawan dengan menebak arah tendangan ke sisi kiri gawang. Kekalahan ini meninggalkan Haaland tertunduk lesu di tengah lapangan, sementara para pemain Inggris merayakan tiket ke semifinal.
Babak Pertama: Inggris Dominan dengan Formasi 4-3-3
Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan. Dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan sayap cepat Bukayo Saka dan Phil Foden, mereka menekan pertahanan Norwegia yang memakai formasi 5-3-2. Menit ke-12, Saka melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti, tetapi sundulan Harry Kane masih melebar tipis di sisi kanan gawang. Statistik penguasaan bola pada 20 menit pertama menunjukkan Inggris unggul 68% berbanding 32%, sebuah angka yang mencerminkan dominasi mereka di lini tengah.
Gol pembuka datang pada menit ke-27 melalui aksi individu Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu menerima operan dari Declan Rice di luar kotak penalti, lalu melepaskan tendangan melengkung dari jarak 22 meter yang tak mampu dijangkau kiper Norwegia, Ørjan Nyland. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan Inggris mencatatkan 7 shots on target berbanding hanya 2 milik Norwegia. Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, terlihat frustrasi di pinggir lapangan karena timnya kesulitan keluar dari tekanan.
Babak Kedua: Kebangkitan Norwegia dan Kontroversi VAR
Memasuki babak kedua, Solbakken mengubah strategi dengan menarik mundur Martin Ødegaard menjadi gelandang bertahan ganda, sekaligus memberi instruksi kepada bek sayap untuk lebih maju. Perubahan ini langsung membuahkan hasil pada menit ke-58. Umpan terobosan Ødegaard berhasil diterima oleh Alexander Sørloth yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Sørloth menaklukkan Pickford melalui tendangan kaki kiri ke pojok kanan bawah gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan stadion bergemuruh oleh sorakan pendukung Norwegia yang memenuhi tribun selatan.
Namun, kegembiraan itu hanya bertahan delapan menit. Pada menit ke-66, wasit asal Brasil, Raphael Claus, menunjuk titik putih setelah meninjau VAR untuk pelanggaran handball yang dilakukan oleh bek Norwegia, Kristoffer Ajer, saat menghadang tendangan voli Saka. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain Norwegia, tetapi VAR mengonfirmasi bahwa bola mengenai tangan Ajer yang terentang tidak wajar. Harry Kane yang menjadi eksekutor berhasil menempatkan bola ke sisi kiri gawang, sementara Nyland melompat ke arah yang salah. Inggris kembali unggul 2-1.
“Penalti itu adalah momen yang menentukan. Kami sudah bermain bagus di babak kedua, tetapi keputusan VAR mengubah segalanya. Namun, kami tidak boleh menyalahkan wasit; kami harusnya bisa menyelesaikan peluang kami sendiri,” ujar Solbakken dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menit Krusial: Penalti Haaland dan Statistik Akhir
Norwegia terus menekan di sisa waktu normal. Pada menit ke-84, umpan silang dari bek kiri, Birger Meling, mengenai tangan bek Inggris, John Stones, di dalam kotak penalti. Wasit kembali memanfaatkan VAR dan menghadiahkan penalti kedua untuk Norwegia. Haaland yang menjadi eksekutor mengambil napas panjang sebelum berlari. Namun, tendangannya yang mengarah ke sisi kiri tengah berhasil ditebak Pickford dengan sempurna. Kegagalan itu menjadi pukulan psikologis yang berat bagi Norwegia, yang akhirnya harus mengakui keunggulan Inggris.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan Inggris unggul dalam penguasaan bola dengan 61% berbanding 39%, serta mencatatkan 15 shots dengan 8 shots on target. Norwegia hanya mampu melepaskan 9 tembakan, 4 di antaranya mengarah ke gawang. Inggris juga lebih efisien dalam operan sukses, mencapai 89% akurasi dibandingkan 81% milik Norwegia. Kartu kuning diberikan kepada Ajer (menit ke-66) dan Rice (menit ke-78) untuk pelanggaran taktis, sementara tidak ada kartu merah dalam laga ini.
Analisis Performa Pemain Kunci
Erling Haaland, yang menjadi sorotan utama, hanya mencatatkan 2 tembakan sepanjang pertandingan, keduanya gagal mencetak gol. Ia juga terjebak offside sebanyak 3 kali, menunjukkan frustrasinya terhadap garis pertahanan Inggris yang dipimpin oleh Stones dan Marc Guéhi. Di sisi lain, Jude Bellingham tampil luar biasa dengan 1 gol, 1 assist, dan 92% akurasi operan, menjadikannya man of the match. Sementara itu, Martin Ødegaard berjuang keras di lini tengah dengan 55 sentuhan bola dan 4 umpan kunci, tetapi kurang mendapat dukungan dari rekan-rekannya di lini depan.
Dengan kekalahan ini, Norwegia harus pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026, meninggalkan mimpi untuk melaju ke semifinal. Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga antara Prancis dan Brasil di babak berikutnya, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang. Bagi Haaland, kegagalan penalti ini akan menjadi kenangan pahit yang sulit dilupakan, tetapi di usia 25 tahun, ia masih memiliki banyak kesempatan untuk membalas di turnamen-turnamen mendatang.
Comments (0)