Gol Supachai Bawa Thailand Unggul 2-1 Atas Vietnam

Skor akhir 2-1 untuk tuan rumah Thailand di leg pertama final ASEAN Hyundai Cup 2026 di Rajamangala Stadium, Bangkok, Kamis malam. Dua gol Supachai Chaided di menit ke-52 dan menit ke-67 membalikkan k...

Aug 24, 2026 - 08:47
0 0
Gol Supachai Bawa Thailand Unggul 2-1 Atas Vietnam

Skor akhir 2-1 untuk tuan rumah Thailand di leg pertama final ASEAN Hyundai Cup 2026 di Rajamangala Stadium, Bangkok, Kamis malam. Dua gol Supachai Chaided di menit ke-52 dan menit ke-67 membalikkan keadaan setelah tim Gajah Perang sempat tertinggal oleh gol tandang Nguyen Tien Linh di menit ke-23. Hasil ini memastikan segalanya masih terbuka menuju leg kedua, karena Vietnam pulang membawa satu gol tandang yang bisa menjadi penentu gelar.

Babak Pertama: Vietnam Menekan, Thailand Tersandera

Pelatih Thailand Masatada Ishii menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Chanathip Songkrasin sebagai playmaker di belakang Supachai. Vietnam menjawab dengan 3-4-2-1 yang berani memainkan tekanan tinggi. Hasilnya, penguasaan bola babak pertama justru dikuasai tim tamu, 54 persen berbanding 46 persen. Menit ke-18, Nguyen Quang Hai melepaskan tendangan bebas terarah yang masih bisa ditepis kiper Thailand. Empat menit berselang, mimpi buruk tuan rumah datang: umpan terobosan Quang Hai menembus garis pertahanan dan Tien Linh menuntaskannya dengan sepakan kaki kiri. Gol itu lahir dari serangan balik hanya tiga sentuhan dan tercatat sebagai assist kelima Quang Hai di turnamen ini, terbanyak di antara semua pemain. Thailand mencoba merespons lewat Supachok Sarachat, tetapi offside lebih dulu menghadang di menit ke-35 setelah peninjauan VAR selama dua menit. Sampai turun minum, shots on target hanya 2-2 dan skor 1-0 untuk Vietnam.

Babak Kedua: Supachai Menyala, Publik Bergemuruh

Ishii melakukan dua pergantian sekaligus di jeda dan mengubah formasi menjadi 4-3-3 yang lebih agresif. Menit ke-52, kesabaran tuan rumah terjawab: umpan silang Supachok disambut sundulan keras Supachai yang tak mampu dihalau kiper Dang Van Lam. Skor 1-1, dan tekanan Thailand meningkat drastis. Menit ke-67, Chanathip menusuk dari sisi kiri, melewati dua pemain, lalu memberikan assist matang yang dituntaskan Supachai dengan tendangan ke pojok gawang. 2-1! Publik Rajamangala meledak, dan Supachai nyaris mencetak hat-trick di menit ke-80 andai tandukannya tidak membentur tiang. Vietnam nyaris membalas di menit ke-83 lewat Pham Tuan Hai, tetapi tembakannya masih melambung tipis di atas mistar. Suasana memanas di menit ke-88 ketika gelandang Vietnam Do Duy Manh menjatuhkan Supachok dengan tekel keras; VAR meninjau insiden tersebut dan wasit tetap mengeluarkan kartu kuning, bukan kartu merah. Di injury time, giliran Nicholas Mickelson yang menerima kartu kuning untuk Thailand.

Statistik Akhir dan Analisis Taktik

Sepanjang laga, penguasaan bola final menjadi milik Thailand 58 persen berbanding 42 persen, sementara shots on target berakhir 7-4 untuk tuan rumah. Thailand total melepaskan 14 tembakan dengan 12 peluang dari dalam kotak penalti, sedangkan Vietnam 9 tembakan dan hanya 4 yang mengarah tepat sasaran. Kedua kiper sama-sama gagal menjaga clean sheet, dan duel di lini tengah berakhir dengan 11 pelanggaran untuk masing-masing tim. Kemenangan Thailand lebih banyak ditentukan oleh kedalaman bangku cadangan: dua gol mereka lahir dari pergantian pemain dan perubahan posisi Chanathip yang lebih bebas bergerak. Vietnam, sebaliknya, tampil disiplin dalam transisi bertahan dan hanya kecolongan lewat situasi bola mati.

"Kami tidak bahagia dengan hasil ini. Gol tandang Vietnam adalah ancaman nyata, tetapi saya bangga tim menunjukkan karakter untuk bangkit setelah tertinggal," ujar Masatada Ishii dalam konferensi pers usai laga.
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik menilai timnya hanya kalah dalam detail kecil. "Kami datang ke Bangkok untuk menang, bukan bertahan. Gol tandang ini membuat leg kedua berjalan 50-50," katanya.

Modal Menuju Leg Kedua

Keunggulan 2-1 belum menjamin apa-apa karena gol tandang menjadi penentu apabila agregat berakhir imbang. Vietnam hanya butuh kemenangan 1-0 di kandang untuk mengangkat trofi, sementara Thailand cukup bermain imbang berapa pun skornya. Bek Thailand Kritsada Kaman, yang tampil solid sepanjang laga, menegaskan timnya tidak akan bermain defensif. "Kami datang untuk mencetak gol, bukan sekadar menjaga keunggulan," katanya. Laga leg kedua dijadwalkan berlangsung pekan depan di Hanoi dan dapat disaksikan melalui siaran langsung di VISION+. Dari sisi sejarah, final antara Thailand dan Vietnam selalu berjalan dramatis, dan statistik turnamen menunjukkan tim yang membawa gol tandang memiliki persentase lolos lebih besar—catatan yang membuat posisi tuan rumah di leg pertama terasa genting meski unggul di papan skor. Yang pasti, duel leg kedua diprediksi berlangsung lebih sengit dengan kedua pelatih sudah saling mempelajari kelemahan lawan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User