Gletser Tropis Terakhir di Puncak Jaya Diprediksi Musnah Sebelum Awal 2027

Indonesia akan segera kehilangan satu-satunya gletser tropis yang menjadi mahkota alam Nusantara. Lapisan es abadi yang bertengger di Puncak Jaya, bagian dari Pegunungan Jayawijaya di Papua, kini ter

Jul 08, 2026 - 08:46
0 0
Gletser Tropis Terakhir di Puncak Jaya Diprediksi Musnah Sebelum Awal 2027

Indonesia akan segera kehilangan satu-satunya gletser tropis yang menjadi mahkota alam Nusantara. Lapisan es abadi yang bertengger di Puncak Jaya, bagian dari Pegunungan Jayawijaya di Papua, kini terus menyusut dengan kecepatan yang jauh melampaui proyeksi awal. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, para ahli memperkirakan hamparan es purba tersebut akan lenyap sepenuhnya dalam hitungan bulan, tepatnya pada rentang akhir 2026 hingga awal 2027.

Pakar klimatologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena ini merupakan manifestasi paling nyata dari krisis iklim global. Perubahan suhu bumi yang terus memanas, diperparah oleh kehadiran fenomena El Nino, telah menciptakan siklus yang mematikan bagi eksistensi gletser di kawasan khatulistiwa. Ketika suhu udara meningkat signifikan dan musim kemarau berlangsung lebih kering dari biasanya, laju pencairan es di puncak tertinggi Indonesia itu mengalami akselerasi yang sulit dibendung. Gletser yang seharusnya mampu bertahan sebagai penyeimbang ekosistem selama ribuan tahun, kini menghadapi ancaman kepunahan permanen dalam waktu yang sangat singkat.

Data pemantauan satelit dan observasi lapangan menunjukkan gambaran yang sangat dramatis. Pada tahun 1988, luas permukaan es di Puncak Jaya masih tercatat mencapai sekitar 4,3 kilometer persegi. Angka tersebut terus merosot tajam dari dekade ke dekade hingga menyentuh titik kritis pada September 2025, di mana luasnya hanya tersisa sekitar 0,09 kilometer persegi. Artinya, gletser tropis Papua kini hanya menyisakan sekitar dua persen dari luas awal yang terdokumentasi pada akhir 1980-an.

Penyusutan drastis ini bukan sekadar kehilangan bentang alam yang ikonik. Hilangnya gletser Puncak Jaya akan menghapus arsip iklim purba yang tersimpan dalam lapisan es selama ribuan tahun. Para peneliti menilai bahwa gletser tropis memiliki nilai ilmiah yang tak tergantikan karena mampu merekam sejarah perubahan atmosfer bumi dalam inti esnya. Di sisi lain, musnahnya es abadi ini juga menjadi sinyal bahaya bagi ketersediaan sumber daya air dan keseimbangan hayati di kawasan Pegunungan Jayawijaya yang menjadi tumpuan masyarakat adat setempat.

Fenomena ini menempatkan Indonesia dalam posisi yang memprihatinkan di panggung lingkungan global. Jika tidak ada intervensi drastis terhadap pengendalian emisi karbon dan perlambatan laju pemanasan global, Puncak Jaya akan mengikuti jejak gletser-gletser tropis lain di dunia yang telah lebih dulu lenyap. Masyarakat internasional kini menanti apakah sisa dua persen lapisan es tersebut masih bisa diselamatkan, ataukah takdirnya sudah terlanjur tertulis oleh perubahan iklim yang kian sulit dikendalikan. Demikian laporan Beritainti.com dari rangkaian pemantauan kondisi gletser terakhir di Tanah Papua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User