Ganda Campuran China Cetak Kemenangan Perdana di Final Piala Sudirman 2025
Skor akhir 3-1 untuk China. Piala Sudirman 2025 di Xiamen resmi menjadi milik tim tuan rumah untuk ke-14 kalinya, dan panggung kemenangan itu dibuka dari sektor ganda campuran. Feng Yan Zhe dan Huang ...
Skor akhir 3-1 untuk China. Piala Sudirman 2025 di Xiamen resmi menjadi milik tim tuan rumah untuk ke-14 kalinya, dan panggung kemenangan itu dibuka dari sektor ganda campuran. Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping, starting pair pertama yang diturunkan pelatih, menundukkan wakil Korea Selatan dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-11 dalam duel 68 menit penuh tekanan di depan publik sendiri.
Game Pembuka: Tempo Tinggi Sejak Poin Awal
Menit ke-12 pertandingan, tempo permainan sudah berada di level maksimum. Feng berdiri kokoh sebagai pemain belakang dengan penguasaan serangan yang terukur, sementara Huang mengunci area net dengan reflek kilat. Kombinasi smash silang Feng dan block-return Huang menciptakan rentetan poin cepat: dari 8-8, China melesat ke 15-10 hanya dalam empat rally panjang. Statistik game pembuka mencatat 58 persen penguasaan serangan untuk Feng/Huang serta sembilan poin langsung dari smash, berbanding lima milik Korea.
Game Kedua: Korea Membalas dengan Rotasi Cepat
Korea Selatan tidak datang ke Xiamen untuk menyerah. Memasuki game kedua, pasangan tamu mengubah formasi pertahanan: rotasi posisi lebih cepat, layanan pendek lebih agresif, dan dorongan tempo sejak tiga poin pertama. Strategi itu membuahkan hasil. Unforced errors China naik dari empat menjadi sebelas, dan di poin ke-17 Korea unggul 17-14 sebelum menutup game 21-17. Huang sempat memangkas jarak lewat drop shot tipis, namun dua kesalahan net dari sisi China memutuskan game kedua.
Angka game kedua memang tidak berpihak pada tuan rumah: 11 unforced errors versus 6, dan akurasi serangan turun ke 46 persen. Pelatih ganda campuran China pun menarik pasangannya untuk instruksi singkat di selingan. “Kami kehilangan ritme karena terlalu terburu-buru mencari poin. Instruksinya sederhana: kembalikan kesabaran, bangun serangan dari net,” ungkap pelatih tersebut seusai laga.
Game Penentu: Feng-Huang Menutup Pintu Kemenangan
Game ketiga menjadi panggung pembuktian. Menit ke-45, Feng membakar lapangan dengan tiga smash beruntun dari area belakang — dua di antaranya lahir dari assist lift Huang — sementara Huang memanen lima poin dari net kill dan push ke ruang kosong. Skor berjalan 11-4 pada selingan pertama, 15-7 pada selingan kedua, dan tidak ada lagi jalur kembali bagi Korea. Rally terpanjang pertandingan terjadi di poin ke-19: 27 pukulan yang diakhiri drop shot Huang dan berubah menjadi game point. Sembilan poin kemudian, angka 21-11 mengunci kemenangan 2-1 dan meledakkan arena.
Rekap statistik laga mencatat total poin 59-47 untuk Feng/Huang, 14 smash winners berbanding 8, serta efisiensi serangan 61 persen di game penentu — lonjakan tajam dari game kedua. Dua kartu kuning dikeluarkan wasit sepanjang pertandingan akibat protes atas keputusan line, termasuk satu momen kontroversial di game kedua yang sempat memancing diskusi panjang, meski tanpa mengubah hasil.
Dampak Besar bagi Lini China
Kemenangan ganda campuran ini lebih dari sekadar angka 1-0. Dalam format Piala Sudirman, keunggulan awal memaksa lawan mengejar sejak menit-menit awal dan membuka ruang psikologis bagi lini di belakangnya. Shi Yu Qi menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat kemenangan straight games di tunggal putra, sebelum An Se Young memangkas posisi menjadi 2-1 untuk Korea di tunggal putri. Tekanan akhirnya bergeser ke ganda putri China, dan pasangan tuan rumah menjawab tuntas untuk menutup skor akhir 3-1.
Bagi Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping, ini adalah kontribusi kunci dalam musim yang konsisten: mereka dipercaya sebagai starting pair utama sepanjang turnamen dan hanya kehilangan satu game dalam empat laga fase gugur. Gelar ke-14 China sekaligus memperpanjang dominasi tuan rumah di kompetisi campuran paling prestisius dunia, dengan catatan tujuh trofi dalam sembilan edisi terakhir.
Publik di Xiamen mungkin akan lupa detail rally, tetapi satu momen sulit dilupakan: selebrasi Feng dan Huang tepat di tengah lapangan seusai poin terakhir — tanda bahwa sektor ganda campuran, sekali lagi, menjadi mesin pertama kejayaan China di Piala Sudirman 2025.
Comments (0)