Foden Jadi Penyelamat, Man City Menang Dramatis 3-2 atas Bournemouth
Skor akhir Manchester City 3-2 Bournemouth. Etihad Stadium pecah dalam euforia pada menit ke-90+4 saat Phil Foden menaklukkan kiper Djordje Petrovic dengan tendangan first-time dari tepi kotak penalti...
Skor akhir Manchester City 3-2 Bournemouth. Etihad Stadium pecah dalam euforia pada menit ke-90+4 saat Phil Foden menaklukkan kiper Djordje Petrovic dengan tendangan first-time dari tepi kotak penalti, melengkapi comeback dramatis The Citizens pada laga pembuka Liga Inggris 2026/2027. Sempat tertinggal dua gol, tim asuh Pep Guardiola menunjukkan mental juara untuk membalikkan keadaan di depan lebih dari 53 ribu suporter yang memadati tribun.
Sekarat Lebih Dulu: Babak Pertama Milik Cherries
Tidak ada yang menduga skenario buruk itu datang sesegera itu. Dengan formasi 4-2-3-1, Bournemouth di bawah Andoni Iraola tampil berani menekan tinggi sejak kick-off, sementara Guardiola memilih mengistirahatkan Rodri dari starting XI. Menit ke-12, kesalahan distribusi Ruben Dias dimanfaatkan Antoine Semenyo. Winger Ghana itu merebut bola di tengah lapangan, melakukan sprint 40 meter, lalu melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dihalau Gianluigi Donnarumma. 0-1.
Tekanan Cherries belum berhenti di sana. Menit ke-38, kombinasi one-two antara Justin Kluivert dan Marcus Tavernier membuka celah di sisi kiri pertahanan City. Umpan silang terakhir disambut sundulan Semenyo — gol keduanya malam itu dan membuat skor berubah 0-2. Statistik babak pertama mencatat City hanya mencetak dua shots on target, sementara penguasaan bola dominan 64 persen tidak berarti apa-apa tanpa konversi di depan gawang.
Rodri Masuk, Ritme Permainan Berubah Total
Guardiola tidak menunggu lama untuk bereaksi. Menit ke-46, kapten Rodri dimasukkan menggantikan Nico Gonzalez dan City bergeser ke pola 3-2-4-1 dengan Jeremy Doku dan Savinho melebar di dua sisi. Perubahan itu langsung membuahkan hasil. Menit ke-58, umpan through-ball matang dari Tijjani Reijnders menembus garis pertahanan Bournemouth, dan Erling Haaland melepaskan tembakan kaki kanan keras ke sudut jauh. 1-2, dan momentum perlahan bergeser ke tuan rumah.
Tekanan berlanjut tanpa henti. Menit ke-71, sepakan volai Omar Marmoush dari luar kotak penalti menggetarkan mistar sebelum masuk — gol penyama yang lahir dari situasi bola mati usai corner-kick. Skor 2-2, dan Etihad kembali hidup. City mencatatkan tujuh percobaan tembakan dalam 25 menit setelah jeda, jauh lebih tajam dibanding hanya empat percobaan sepanjang babak pertama.
Drama VAR dan Detik-Detik Penentu
Ketika semua orang mulai mengira laga akan berakhir imbang, VAR kembali menjadi sorotan utama. Menit ke-84, Evanilson sempat mencetak gol yang ia rayakan sebagai kemenangan Bournemouth, namun pemeriksaan layar monitor menunjukkan posisi offside tipis pada fase awal serangan. Gol dianulir, dan keputusan itu menjadi titik balik psikologis bagi para pemain tuan rumah yang semakin menggila menyerang.
Hukuman bagi kelalaian Cherries datang pada menit ke-90+4. Serangan cepat dimulai dari kaki Doku yang menembus dua pemain di sayap kiri, sebelum memberikan umpan cut-back tepat ke arah Foden. Tanpa banyak penyesuaian, produk akademi itu melepaskan tendangan first-time yang membobol Petrovic untuk kedua kalinya. 3-2. Bench City kosong seketika, dan wasit hanya memberi waktu singkat sebelum meniup peluit panjang.
Angka yang Bicara
Penguasaan bola 67:33 untuk City, shots on target 10:4, serta total tembakan 24 berbanding sembilan. Haaland mencetak satu gol dari lima percobaan, sementara Reijnders menjadi motor serangan dengan satu assist dan akurasi passing 91 persen. Di kubu Bournemouth, Semenyo membukukan brace, tetapi kelelahan fisik di 15 menit terakhir terlihat dari intensitas pressing yang turun drastis. Wasit mencatat dua kartu kuning untuk masing-masing tim, tanpa kartu merah.
“Kami tidak pernah ragu. Tim ini punya karakter luar biasa. Kalah 0-2 di kandang pada hari pembukaan bukan situasi yang mudah, tapi respons para pemain di babak kedua adalah jawaban terbaik,” ujar Guardiola usai laga.
“Kami sudah selangkah menuju poin penuh. Keputusan offside itu sulit, tapi kami harus belajar mengelola 15 menit terakhir dengan lebih baik,” ungkap Iraola, yang tetap memuji sikap bertanding anak asuhnya.
Dengan hasil ini, City membuka musim baru dengan tiga poin dan langsung menempati posisi empat besar, sementara Bournemouth pulang tanpa angka meski tampil heroik selama satu jam pertama. Laga berikutnya akan menjadi ujian konsistensi: apakah comeback dramatis ini menjadi fondasi perjalanan menuju gelar, atau sekadar petir di siang bolong?
Comments (0)