Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Imbang, Extra Time Menentukan
Skor akhir 1-1 di waktu normal memaksa final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya berlanjut ke extra time. Duel panas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu malam ...
Skor akhir 1-1 di waktu normal memaksa final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya berlanjut ke extra time. Duel panas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu malam WITA, berjalan ketat sejak peluit awal: Maung Bandung unggul lebih dulu lewat gol pada menit ke-23, sebelum Bajul Ijo menyamakan kedudukan pada menit ke-67. Tidak ada pemenang setelah 90 menit plus injury time, dan trofi kini harus diperebutkan lewat tambahan 2x15 menit.
Atmosfer stadion di Pulau Dewata membara sejak kick-off. Kedua pelatih menurunkan starting XI terbaik mereka: Persib tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif, sementara Persebaya memilih skema 4-2-3-1 demi menjaga keseimbangan lini tengah. Hasilnya adalah pertarungan fisik sekaligus adu taktik yang memanjakan mata sepanjang laga.
Babak Pertama: Maung Bandung Mengaum Lebih Dulu
Persib langsung menekan sejak menit awal. Penguasaan bola mereka menyentuh angka 58 persen dalam 20 menit pertama, dengan umpan-umpan pendek khas yang mengalir rapi dari lini tengah. Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-23: umpan silang mendatar dari sisi kanan disambut penyerang Persib dengan sontekan first-time yang menaklukkan kiper Persebaya. Skor 1-0, dan tribun pendukung tim biru meledak.
Persebaya merespons lewat serangan balik cepat. Menit ke-31, winger mereka melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih membentur mistar — momen yang nyaris mengubah jalannya pertandingan. Hingga jeda, statistik mencatat shots on target 3 berbanding 1 untuk keunggulan Persib, sementara wasit mengeluarkan satu kartu kuning untuk gelandang Persebaya akibat tekel keras pada menit ke-39.
Babak Kedua: Bajul Ijo Bangkit, VAR Jadi Sorotan
Interval mengubah segalanya. Persebaya keluar dari ruang ganti dengan intensitas berbeda — pressing lebih tinggi, transisi lebih cepat. Upaya itu terbayar pada menit ke-67: skema serangan balik tiga sentuhan diakhiri sang striker dengan penyelesaian dingin ke sudut bawah gawang setelah menerima assist umpan terobosan dari gelandang serang. Skor 1-1, dan pendukung tim hijau bergemuruh.
Kontroversi hadir pada menit ke-78. Pemain Persib dijatuhkan di area terlarang dan wasit sempat menunjuk titik putih — namun setelah tinjauan VAR selama hampir tiga menit, keputusan dianulir karena pelanggaran dinilai terjadi tepat di luar garis kotak penalti. Hanya tendangan bebas yang diberikan, dan eksekusinya melambung tipis di atas mistar. Menit-menit akhir semakin panas: satu peluang Persib dianulir karena offside tipis pada menit ke-85, sementara kiper Maung Bandung melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-89 untuk menjaga skor tetap imbang hingga peluit panjang berbunyi.
Angka di Balik 90 Menit yang Seimbang
Data statistik waktu normal menggambarkan betapa ketatnya final ini. Penguasaan bola berakhir 54 persen berbanding 46 persen untuk Persib. Dari sisi produktivitas, Persib melepaskan 12 attempts dengan 5 shots on target, sementara Persebaya mencatat 9 attempts dengan 4 di antaranya mengarah ke gawang. Tendangan sudut 6-4 untuk keunggulan Maung Bandung. Wasit mengeluarkan total tiga kartu kuning — satu untuk Persib, dua untuk Persebaya — dan tidak ada kartu merah. Kedua kiper sama-sama membukukan empat penyelamatan, membuktikan kualitas mereka di bawah mistar dan membuat harapan clean sheet sirna bagi kedua kubu.
Menuju Extra Time: Ujian Stamina dan Mental
Dengan skor imbang, pertandingan dilanjutkan ke extra time 2x15 menit. Jika masih tanpa pemenang, drama adu penalti akan menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi. Faktor kebugaran menjadi kunci — kedua tim telah menempuh perjalanan panjang di turnamen ini, dan peran pemain cadangan diprediksi akan sangat vital pada 30 menit tambahan.
'Kami sudah berjuang selama 90 menit dan tidak ada yang perlu disesali. Sekarang soal siapa yang lebih kuat secara mental. Anak-anak siap untuk 30 menit tambahan,' ujar pelatih Persib seusai waktu normal.
'Gol penyeimbang itu bukti karakter tim ini. Kami percaya trofi masih sangat mungkin dibawa pulang ke Surabaya,' timpal pelatih Persebaya dengan nada optimistis.
Panggung sudah tersaji sempurna. Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi final yang benar-benar hidup — dan 30 menit ke depan akan menentukan siapa yang pulang sebagai juara Piala Presiden 2026.
Comments (0)