Final Piala Dunia 2026: Argentina Taklukkan Spanyol 3-2, Messi Angkat Trofi
Skor akhir 3-2 untuk Argentina setelah 120 menit yang melelahkan! Albiceleste resmi mengangkat trofi Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Spanyol dalam final epik di Stadion MetLife, East Rutherford, pad...
Skor akhir 3-2 untuk Argentina setelah 120 menit yang melelahkan! Albiceleste resmi mengangkat trofi Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Spanyol dalam final epik di Stadion MetLife, East Rutherford, pada 20 Juli 2026. Gol kemenangan dicetak Lautaro Martínez pada menit ke-109, sementara Lionel Messi menyumbang satu gol penalti dan satu assist dalam laga yang akan dikenang sebagai salah satu final terbaik sepanjang masa.
Spanyol sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 57 persen, tetapi efisiensi serangan Argentina terbukti lebih mematikan. Tim asuhan Lionel Scaloni mencatatkan 7 shots on target dari 12 percobaan, berbanding 6 dari 14 milik La Roja.
Babak Pertama: Yamal Buka Skor, Argentina Merespons Cepat
Spanyol yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung menekan sejak peluit dibunyikan wasit asal Slovenia, Slavko Vincic. Menit ke-23, publik Spanyol bersorak: Lamine Yamal menerima umpan terobosan Pedri, mengelabui Cristian Romero, lalu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang bersarang di pojok kanan gawang Emiliano Martínez. Skor 1-0 untuk Spanyol, dan itu menjadi gol keenam Yamal di turnamen ini.
Namun keunggulan itu hanya bertahan 13 menit. Menit ke-36, Messi mengirim umpan silang mendatar dari sisi kanan yang disambut Julián Álvarez dengan sundulan keras ke gawang Unai Simón. Skor imbang 1-1, dan assist itu menjadi yang kelima bagi Messi sepanjang Piala Dunia 2026. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat setelah Nico Williams dua kali mengancam dari sisi kiri pertahanan Argentina.
Drama VAR: Momen Messi Menunjuk Cucurella
Pertandingan memanas pada menit ke-58. Messi yang menerobos ke kotak penalti dijatuhkan oleh tekel Marc Cucurella, namun Vincic awalnya memilih melanjutkan permainan. Kapten Argentina itu langsung bereaksi keras, berdiri dan menunjuk ke arah bek bernomor punggung 24 tersebut sambil memprotes keputusan wasit. Di saat yang sama, Enzo Fernández terlibat perdebatan sengit dengan Vincic di tengah lapangan hingga pemain kedua tim berkumpul.
Petugas VAR kemudian memanggil Vincic ke monitor sisi lapangan. Setelah peninjauan selama hampir dua menit, wasit menunjuk titik putih dan mengganjar Cucurella dengan kartu kuning. Keputusan itu memicu protes bench Spanyol, tetapi tayangan ulang memperlihatkan kontak jelas antara kaki Cucurella dan pergelangan kaki Messi.
Menit ke-63, Messi sendiri maju sebagai eksekutor. Dengan tenang ia mengecoh Unai Simón dan mengarahkan bola ke sisi kanan gawang. 2-1 untuk Argentina, gol ketujuh Messi di Piala Dunia 2026 sekaligus gol ke-15-nya sepanjang keikutsertaannya di putaran final Piala Dunia.
Oyarzabal Samakan Kedudukan, Lautaro Jadi Pahlawan
Spanyol menolak menyerah. Luis de la Fuente memasukkan Mikel Oyarzabal pada menit ke-70, dan keputusan itu langsung berbuah. Menit ke-78, Oyarzabal menyambut umpan silang Nico Williams dengan tembakan first-time yang menaklukkan Emiliano Martínez. La Roja nyaris berbalik unggul menit ke-85 ketika Nico Williams menjebol gawang Argentina, tetapi gol itu dianulir karena offside. Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Di babak tambahan, Argentina tampil lebih sabar dan disiplin menjaga struktur 4-4-2 mereka. Puncaknya terjadi pada menit ke-109: Enzo Fernández, yang tampil luar biasa di lini tengah, mengirim umpan terobosan membelah pertahanan Spanyol. Lautaro Martínez yang baru masuk pada menit ke-91 menyelesaikannya dengan tendangan keras ke sudut atas gawang. 3-2! Gol itu menjadi penentu karena Spanyol gagal mencetak gol balasan meski melepaskan tiga tembakan di sisa waktu.
Statistik Akhir: Efisiensi Mengalahkan Dominasi
Angka-angka akhir mencerminkan betapa ketatnya final ini. Spanyol unggul penguasaan bola 57 berbanding 43 persen dan akurasi umpan 89 persen, tetapi Argentina lebih tajam di sepertiga akhir dengan 7 shots on target. Wasit Vincic mengeluarkan total lima kartu kuning, dua untuk Argentina (Nicolás Otamendi dan Rodrigo De Paul) serta tiga untuk Spanyol (Cucurella, Rodri, dan Aymeric Laporte). Tidak ada kartu merah dalam laga ini.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memuji mentalitas timnya. "Kami tahu Spanyol akan mendominasi bola, tetapi kami punya rencana. Para pemain mengeksekusinya dengan sempurna, dan Leo menunjukkan mengapa ia yang terbaik," ujar Scaloni seusai laga.
Sementara itu, Luis de la Fuente mengakui timnya kurang beruntung. "Kami mengendalikan permainan, tetapi sepak bola terkadang kejam. Saya bangga dengan perjuangan anak-anak hingga detik terakhir," katanya.
Bagi Messi, ini adalah gelar Piala Dunia keduanya setelah Qatar 2022, penutup sempurna untuk karier internasional sang bintang berusia 39 tahun. Argentina kini mengoleksi empat trofi Piala Dunia, sementara Spanyol harus menunggu lebih lama untuk gelar kedua mereka.
Comments (0)