Final ASEAN Cup 2026: Romeny Starter, Indonesia Tantang Thailand di SUGBK

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi panggung puncak FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia menurunkan komposisi terbaiknya saat menghadapi Thailand pada laga final, Senin (5/10/2026). Nama Ol...

Oct 08, 2026 - 05:53
0 0
Final ASEAN Cup 2026: Romeny Starter, Indonesia Tantang Thailand di SUGBK

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi panggung puncak FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia menurunkan komposisi terbaiknya saat menghadapi Thailand pada laga final, Senin (5/10/2026). Nama Ole Romeny tertulis di starting XI, sebuah keputusan yang langsung mencuri perhatian mengingat peran sentralnya di lini depan Garuda sepanjang turnamen.

Sejak kick-off, tempo pertandingan berjalan tinggi. Penguasaan bola di 15 menit pertama tercatat 54 persen untuk Indonesia berbanding 46 persen milik Thailand. Formasi 4-2-3-1 yang diusung tuan rumah menempatkan Romeny sebagai ujung tombak tunggal, disokong dua gelandang serang yang bergerak bebas di ruang antara lini tengah dan pertahanan Thailand.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Gol Pembuka

Menit ke-23, Romeny melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan. Bola menghujam sudut kanan gawang Thailand, mengubah skor menjadi 1-0. Itu adalah gol kelimanya di turnamen ini, mempertegas statusnya sebagai top skor sementara skuad Merah Putih.

Thailand tidak tinggal diam. Menit ke-34, mereka menyamakan kedudukan lewat skema bola mati. Sepakan bebas dari sisi kiri pertahanan Indonesia disundul oleh bek tengah Thailand yang lolos dari pengawalan. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat Indonesia unggul dalam shots on target dengan empat berbanding dua, serta menciptakan lima peluang dari skema open play.

Kedisiplinan lini belakang menjadi catatan. Satu kartu kuning dikantongi bek sayap Indonesia pada menit ke-41 akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik cepat Thailand. Wasit juga sempat meninjau insiden di kotak penalti melalui VAR pada menit ke-45+2, namun tidak ada pelanggaran yang terbukti.

Babak Kedua: Adaptasi Taktik dan Momentum

Memasuki babak kedua, pelatih Indonesia melakukan penyesuaian. Dua gelandang bertahan dimainkan lebih rapat untuk memutus alur umpan pendek Thailand yang sempat merepotkan di paruh pertama. Hasilnya, penguasaan bola Indonesia naik menjadi 58 persen pada 20 menit awal babak kedua.

Menit ke-58, Romeny kembali mengancam. Kali ini sepakannya masih membentur mistar gawang setelah memanfaatkan kesalahan umpan pemain belakang Thailand. Dua menit berselang, giliran winger kanan Indonesia yang melepaskan shots on target, memaksa kiper Thailand melakukan penyelamatan penting.

Tekanan berbuah pada menit ke-71. Berawal dari serangan balik cepat, umpan silang rendah dari sisi kanan diselesaikan dengan sepakan first time di depan gawang. Skor berubah 2-1 untuk Indonesia. Bangku cadangan meledak, sementara Thailand mulai menaikkan garis pertahanan untuk mengejar ketertinggalan.

Thailand lantas memainkan formasi 4-3-3 dengan tiga penyerang. Mereka menciptakan peluang emas pada menit ke-84 melalui sundulan yang masih melebar tipis di sisi gawang. Empat menit berselang, kartu kuning kedua di laga ini diberikan kepada gelandang Thailand karena pelanggaran keras di lini tengah.

Menit Akhir: Clean Sheet Separuh dan Drama Injury Time

Menit ke-90+3, Indonesia nyaris menambah keunggulan lewat skema serangan balik. Namun penyelesaian akhir masih dapat diblok kiper Thailand. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 bertahan. Indonesia mencatatkan penguasaan bola akhir 56 persen, enam shots on target, dan satu kartu kuning, sementara Thailand menorehkan empat shots on target dan tiga kartu kuning.

Romeny bermain penuh 90 menit plus injury time, menyelesaikan laga dengan satu gol, dua tembakan tepat sasaran, dan satu assist tidak resmi lewat umpan kunci yang berujung gol kedua. Kontribusinya menjadi alasan utama ia dipercaya sejak menit pertama di laga sebesar ini.

"Kami tahu Thailand punya kualitas transisi cepat. Kami menekan sejak awal, dan Romeny memberi kami keunggulan di momen krusial. Struktur tim berjalan sesuai rencana," ujar pelatih Indonesia dalam sesi konferensi pers usai laga.

Dengan hasil ini, Indonesia mengunci gelar ASEAN Cup 2026 di hadapan pendukung sendiri. Catatan statistik menunjukkan konsistensi sepanjang turnamen: rata-rata 1,9 gol per laga, akurasi umpan di atas 80 persen, dan hanya kebobolan empat kali sebelum final. Kombinasi Romeny di lini depan dan disiplin starting XI menjadi fondasi yang membawa Garuda ke puncak.

Bagi Thailand, kekalahan ini menjadi evaluasi terutama soal penyelesaian akhir. Mereka menciptakan 11 peluang, namun hanya empat yang mengarah ke gawang. Final kali ini menegaskan bahwa di sepak bola modern, efisiensi shots on target kerap lebih menentukan daripada dominasi angka penguasaan bola semata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User