Filipina: Jaksa Sidang Pemakzulan Bakal Panggil Langsung Sara Duterte

MANILA — Memasuki pekan ke-10 jalannya sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, dinamika peradilan politik di Manila mengalami perubahan tak

Sep 13, 2026 - 17:04
0 0
Filipina: Jaksa Sidang Pemakzulan Bakal Panggil Langsung Sara Duterte

MANILA — Memasuki pekan ke-10 jalannya sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, dinamika peradilan politik di Manila mengalami perubahan taktik yang signifikan. Tim penuntut dari Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) secara mengejutkan membatalkan kesaksian 15 saksi awal dan mengumumkan rencana untuk memanggil langsung Sara Duterte guna bersaksi di bawah sumpah di hadapan Mahkamah Pemakzulan Senat.

Langkah agresif ini diambil pada hari ke-23 persidangan untuk mempercepat pembuktian sekaligus menekan kubu Wakil Presiden agar memberikan klarifikasi langsung terkait dugaan penyalahgunaan dana publik dan pelanggaran konstitusional.

Kronologi Manuver Penuntut pada Pekan Ke-10

Keputusan strategis tim penuntut menandai fase krusial dalam persidangan yang telah menyita perhatian publik Filipina selama lebih dari dua bulan. Rangkaian peristiwa penting pada hari ke-23 tercatat sebagai berikut:

  1. Pembatalan 15 Saksi Pasal I: Jaksa penuntut memutuskan untuk mencoret 15 saksi terkait dakwaan Pasal I guna merampingkan proses pembuktian yang dinilai berlarut-larut.
  2. Pemberitahuan Pemanggilan Tergugat: Tim penuntut secara resmi memberi sinyal kepada majelis bahwa mereka akan memanggil Sara Duterte sebagai saksi kunci untuk mengonfrontasi bukti dokumen secara langsung.
  3. Klarifikasi Ambang Batas Vonis: Senat Filipina mulai membahas secara intensif kejelasan kuorum dan batas minimal suara yang sah untuk memutuskan vonis pemakzulan.
"Kami tidak ingin membuang waktu dengan pembuktian yang repetitif. Fakta paling substantif kini berada langsung pada keputusan dan pertanggungjawaban Wakil Presiden sendiri," ujar salah satu perwakilan tim penuntut di Manila.

Strategi Berisiko Tinggi dan Kalkulasi Politik

Peralihan strategi dengan memanggil langsung Sara Duterte dipandang para analis politik sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi, langkah ini memperlihatkan keyakinan tim jaksa bahwa berkas perkara mereka cukup kuat untuk menguji kredibilitas sang Wakil Presiden secara terbuka. Di sisi lain, menghadirkan figur politik sekuat Duterte memberi panggung nasional bagi kubu oposisi untuk melancarkan narasi serangan balik bermotif politik.

Hubungan antara dinasti politik Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarga mantan Presiden Rodrigo Duterte kini berada pada titik terendah. Pemakzulan Sara Duterte dipandang luas sebagai pertempuran terbuka perebutan kekuasaan menjelang pemilu sela Filipina.

Perdebatan Ambang Batas Suara di Senat

Selain manuver jaksa, Mahkamah Senat Filipina kini berfokus pada aturan hukum acara terkait formula suara minimal untuk memvonis terdakwa. Konstitusi Filipina menetapkan bahwa pemakzulan membutuhkan dukungan dua pertiga suara dari seluruh anggota Senat.

Namun, dinamika keanggotaan Senat memicu perdebatan teknis:

  • Apakah kalkulasi dua pertiga dihitung dari total 24 kursi Senat penuh (16 suara); atau
  • Dihitung berdasarkan jumlah senator aktif yang duduk di pengadilan pemakzulan saat pemungutan suara berlangsung.

Kejelasan regulasi ini krusial mengingat peta loyalitas senator saat ini terbelah secara ketat antara faksi pro-pemerintah, loyalis Duterte, dan blok independen. Perkembangan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan apakah Sara Duterte akan menjadi pejabat tinggi pertama dalam sejarah modern Filipina yang dilengserkan melalui peradilan Senat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User