FIFA Tegaskan Larangan Wasit Inggris Pimpin Laga Argentina di Piala Dunia 2026

Menjelang hajatan akbar empat tahunan di Amerika Utara, FIFA kembali menarik perhatian dunia. Bukan hanya soal venue megah di tiga negara tuan rumah, melainkan sebuah aturan klasik yang kembali mencua...

Jul 12, 2026 - 02:34
0 0
FIFA Tegaskan Larangan Wasit Inggris Pimpin Laga Argentina di Piala Dunia 2026

Menjelang hajatan akbar empat tahunan di Amerika Utara, FIFA kembali menarik perhatian dunia. Bukan hanya soal venue megah di tiga negara tuan rumah, melainkan sebuah aturan klasik yang kembali mencuat ke permukaan: wasit asal Inggris tidak akan memimpin pertandingan apapun yang melibatkan Timnas Argentina. Aturan yang sudah menjadi tradisi non-tulis sejak era 1960-an ini dipastikan masih berlaku di Piala Dunia 2026, termasuk laga-laga yang akan dimainkan Lionel Messi bersama La Albiceleste.

Keputusan ini sontak menjadi perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola global. Bagaimana tidak, di satu sisi FIFA dikenal sebagai federasi yang menjunjung netralitas wasit, namun di sisi lain aturan ini terkesan diskriminatif secara geografis. Lantas apa sebenarnya duduk perkaranya, dan bagaimana implikasinya terhadap persaingan di Piala Dunia 2026 nanti?

Akhir dari "Kutukan" yang Dimulai Sejak 1966

Untuk memahami polemik ini, kita harus menilik jauh ke belakang. Benih-benih ketegangan antara Argentina dan wasit Inggris sudah tumbuh sejak Piala Dunia 1966 di Inggris, kala pertandingan perempat final antara kedua negara diwarnai drama kartu merah untuk Antonio Ratin. Wasit asal Jerman, Alfons Dremmler, menjadi pihak yang mengusir kapten Argentina tersebut. Sejak saat itu, muncul semacam "trust issue" yang membuat La Albiceleste ogah berada di bawah kendali wasit Inggris.

Insiden lain yang memperburuk citra ini terjadi di berbagai turnamen, termasuk laga-laga di Copa America dan pertandingan persahabatan. Persepsi publik Argentina bahwa wasit Inggris cenderung tidak memihak tim Tango sudah mengakar kuat. FIFA pun akhirnya mengakomodasi permintaan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dengan mengeluarkan kebijakan internal: wasit kelahiran Inggris Raya tidak akan ditugaskan pada pertandingan Argentina, kecuali dalam situasi darurat yang sangat luar biasa.

Dampak Strategis untuk Skuad Scaloni di 2026

Dengan format Piala Dunia 2026 yang melebar menjadi 48 tim, kemungkinan Lionel Messi Cs bertemu negara-negara kuat di fase grup sudah terbuka lebar. Jika Argentina lolos sebagai juara bertahan, mereka bisa saja ditempatkan satu grup dengan tim-tim Eropa lainnya. Tanpa kehadiran wasit Inggris, calon pengadil lapangan akan jatuh ke tangan referee dari negara netral seperti Spanyol, Italia, Brasil, atau bahkan wasit dari negara-negara Asia dan Afrika.

Ini menjadi keuntungan taktis tersendiri bagi Lionel Scaloni. Tim asuhannya sudah familiar dengan gaya kepemimpinan wasit-wasiat asal Amerika Latin, yang dinilai lebih permisif terhadap permainan teknikal khas pemain Argentina. Statistik menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, Argentina memenangkan lebih dari 70 persen pertandingan yang dipimpin wasit non-Inggris di turnamen mayor. Sebaliknya, rekor mereka di bawah wasit Inggris cenderung lebih fluktuatif, dengan beberapa kekalahan kontroversial yang hingga kini masih menjadi perdebatan.

Komposisi Wasit Alternatif dan Kandidat Kuat

Lantas siapa saja yang kemungkinan bakal memimpin laga Argentina di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan? Dari Eropa, nama-nama seperti Felix Zwayer (Jerman), Slavko Vincic (Slovenia), dan Daniele Orsato (Italia) menjadi kandidat kuat. Sementara dari Amerika Selatan, wasit berpengalaman seperti Raphael Claus (Brasil) dan Andres Matonte (Uruguay) memiliki peluang besar, terlebih keduanya sudah sering menangani pertandingan CONMEBOL.

FIFA sendiri memiliki pool lebih dari 100 wasit elite yang akan diseleksi untuk turnamen 2026. Pembagian zona ini mempertimbangkan beban perjalanan, pengalaman di level klub Eropa, serta kemampuan fisik untuk memimpin pertandingan dengan standar VAR terbaru. Kehadiran teknologi semi-otomatik offside dan komunikasi wasit-VAR secara real-time juga akan menjadi faktor penentu kualitas kepemimpinan di lapangan.

Messi sebagai Magnet dan Tekanan Tambahan

Tidak bisa dipungkiri, sosok Lionel Messi menjadi magnet terbesar turnamen 2026. Bahkan jika ini menjadi Piala Dunia terakhirnya, setiap pertandingan Argentina dipastikan mendapat sorotan global. Tekanan terhadap wasit untuk memimpin laga Messi di partai-partai krusial, mulai dari fase grup hingga final di MetLife Stadium, akan luar biasa besar.

"Kami menghormati tradisi ini dan merasa nyaman dengan wasit dari negara lain. Yang kami inginkan adalah pertandingan yang adil, terlepas dari bendera siapa yang berkibar di dada pengadil lapangan," ujar seorang pejabat AFA dalam rilis resmi beberapa waktu lalu.

Dengan aturan yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini, FIFA tampaknya belum memiliki rencana untuk merevisinya dalam waktu dekat. Keputusan final penunjukan wasit akan diumumkan FIFA pada awal 2026, setelah melalui serangkaian tes fisik dan psikologis yang ketat. Sampai saat itu tiba, publik Argentina bisa sedikit bernapas lega mengetahui bahwa tradisi ini masih menjadi perisai bagi skuad mereka di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User