FIFA Pastikan Gianni Infantino Maju Kembali di Pemilihan Presiden 2027
Otoritas sepak bola dunia, Fédération Internationale de Football Association (FIFA), mengonfirmasi bahwa Gianni Infantino resmi menjadi figur pertama yang
Otoritas sepak bola dunia, Fédération Internationale de Football Association (FIFA), mengonfirmasi bahwa Gianni Infantino resmi menjadi figur pertama yang menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa Pemilihan Presiden FIFA periode berikutnya pada 2027. Langkah ini mempertegas dominasi politik dan manajerial pria asal Swiss tersebut dalam memegang kendali tata kelola sepak bola internasional selama lebih dari satu dekade.
Juru bicara resmi FIFA menegaskan bahwa konsistensi sikap Infantino untuk kembali mencalonkan diri telah ditegaskan sejak pengumuman internal perdana beberapa bulan lalu. Stabilitas kepemimpinan dinilai menjadi prioritas utama federasi di tengah ekspansi masif berbagai turnamen global, restrukturisasi kalender kompetisi internasional, serta peningkatan target pendapatan komersial organisasi.
"Keputusan Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA tidak mengalami perubahan dan berjalan sesuai komitmen jangka panjang demi keberlanjutan transformasi sepak bola dunia," tegas perwakilan FIFA dalam keterangan resminya.
Kronologi dan Trajektori Kekuasaan Gianni Infantino di FIFA
Karier Infantino di pucuk pimpinan federasi sepak bola tertinggi ini diwarnai oleh serangkaian konsolidasi dukungan konfederasi regional yang solid sejak krisis tata kelola melanda badan tersebut:
- Februari 2016: Terpilih pertama kali dalam Kongres Luar Biasa FIFA di Zurich untuk menggantikan Sepp Blatter pascaskandal korupsi global yang mengguncang otoritas sepak bola dunia.
- Juni 2019: Terpilih kembali secara aklamasi untuk masa jabatan penuh pertamanya (2019–2023) dalam Kongres FIFA ke-69 di Paris tanpa adanya kandidat penantang.
- Maret 2023: Mengamankan masa jabatan kedua (2023–2027) pada Kongres FIFA ke-73 di Kigali, Rwanda, kembali tanpa perlawanan dari kandidat lain berkat dukungan mutlak konfederasi.
- April – Sekarang: Konfirmasi resmi pencalonan kembali untuk periode 2027–2031 berdasarkan interpretasi regulasi statuta pembatasan masa jabatan FIFA.
Analisis Statuta dan Legitimasi Masa Jabatan
Pencalonan Infantino pada 2027 sempat memicu perdebatan hukum terkait aturan pembatasan masa jabatan maksimal tiga periode (12 tahun) yang diadopsi pascareformasi tata kelola 2016. Namun, Dewan FIFA telah menetapkan bahwa masa jabatan awal Infantino antara 2016 hingga 2019 berstatus sebagai penyelesaian sisa mandat kepengurusan sebelumnya, sehingga tidak dihitung sebagai periode penuh pertama.
Secara analitis, manuver politik ini membuka ruang legal bagi Infantino untuk menjabat hingga 2031 apabila berhasil memenangkan kontestasi 2027. Di bawah arahannya, FIFA memproyeksikan beberapa agenda strategis global, antara lain:
- Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dengan format ekspansi perdana 48 tim nasional.
- Peluncuran format baru Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang diikuti oleh 32 klub elite dunia di Amerika Serikat.
- Peningkatan distribusi dana bantuan finansial (FIFA Forward Program) ke 211 asosiasi anggota guna memperkuat basis dukungan politik di kawasan Afrika (CAF), Asia (AFC), dan Oseania (OFC).
Meskipun kerap menghadapi kritik dari liga-liga domestik Eropa dan asosiasi pemain (FIFPRO) terkait kepadatan jadwal kompetisi, posisi politik Infantino saat ini dinilai hampir tak tergoyahkan. Dukungan mayoritas asosiasi anggota menjadikannya kandidat terkuat tanpa adanya penantang signifikan menjelang kongres pemilihan 2027 mendatang.
Langkah ini memperkuat posisi Infantino untuk mempertahankan tampuk kepemimpinan sepak bola global hingga 2031. Simak ulasan mendalam mengenai aspek hukum statuta dan agenda strategis FIFA di Beritainti.com.
Comments (0)