FIBA Asia Cup 2022: Derrick Michael Bersinar, Mimpi Piala Dunia Pupus

Skor akhir 65-74 menjadi penutup pahit bagi perjalanan Timnas Basket Indonesia di FIBA Asia Cup 2022. Kekalahan dari Yordania di babak penyisihan grup tersebut memastikan langkah Garuda terhenti, seka...

FIBA Asia Cup 2022: Derrick Michael Bersinar, Mimpi Piala Dunia Pupus

Skor akhir 65-74 menjadi penutup pahit bagi perjalanan Timnas Basket Indonesia di FIBA Asia Cup 2022. Kekalahan dari Yordania di babak penyisihan grup tersebut memastikan langkah Garuda terhenti, sekaligus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia Basket 2023. Namun, di balik kepahitan itu, ada satu nama yang mencuri perhatian: Derrick Michael.

Menit ke-12, Derrick Michael melesakkan tembakan tiga angka pertamanya yang disambut gemuruh penonton di Istora Senayan. Pemain kelahiran 2003 ini tampil impresif sepanjang laga, mencatatkan 19 poin dan 6 rebound. Starting XI Indonesia yang mengandalkan formasi 2-3 zone defense memang kesulitan menembus pertahanan Yordania yang disiplin. Penguasaan bola Indonesia hanya 43%, jauh di bawah Yordania yang mencapai 57%. Shots on target Indonesia juga tertinggal, 8 banding 12.

Babak Pertama: Perlawanan Sengit di Menit Awal

Pertandingan dibuka dengan tempo tinggi. Menit ke-5, Yordania sudah unggul 10-4 lewat tembakan jumper dari Ahmad Al-Dwairi. Indonesia sempat bangkit di menit ke-15 lewat aksi Derrick Michael yang melakukan drive ke ring dan mencetak and-one. Sayangnya, pelanggaran demi pelanggaran membuat Indonesia kehilangan ritme. Kartu kuning pertama untuk tim Garuda datang di menit ke-18 ketika Andakara Prastawa melakukan pelanggaran keras. Hingga turun minum, skor 32-38 untuk keunggulan Yordania. Analisis babak pertama menunjukkan Indonesia terlalu sering kehilangan bola, total 9 turnover, yang berujung pada 14 poin cepat lawan.

Babak Kedua: Derrick Michael Jadi Andalan, Tapi Kurang Dukungan

Memasuki kuarter ketiga, pelatih Indonesia melakukan penyesuaian dengan beralih ke man-to-man defense. Hasilnya, Indonesia mampu memangkas jarak menjadi 50-52 di menit ke-27. Derrick Michael terus menjadi motor serangan, mencetak 10 poin di kuarter ini saja. Namun, rekan-rekannya gagal memberikan assist yang cukup. Total assist Indonesia hanya 11, sementara Yordania mencatatkan 19 assist. Menit ke-33, Yordania melancarkan serangan balik cepat yang dipimpin oleh Dar Tucker, yang berakhir dengan dunk spektakuler. Skor melesat menjadi 60-68. Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan lewat tembakan tiga angka Brandon Jawato di menit ke-38, tapi itu terlambat. Yordania menutup laga dengan kemenangan 74-65.

"Kami sudah berjuang maksimal. Derrick luar biasa, tapi basket adalah permainan tim. Kami harus belajar dari kekalahan ini," ujar asisten pelatih Timnas Indonesia seusai pertandingan.

Kekalahan ini membuat Indonesia gagal melaju ke babak selanjutnya dan secara matematis tidak bisa lagi mengejar tiket Piala Dunia Basket 2023. Padahal, turnamen ini adalah kesempatan terakhir untuk lolos. Namun, ada catatan positif: Derrick Michael membuktikan diri sebagai pemain masa depan. Dengan tinggi 203 cm dan mobilitas yang baik, ia mampu bermain di posisi power forward maupun center. Statistiknya di turnamen ini rata-rata 15 poin dan 7 rebound per game, menjadikannya salah satu pemain muda paling menonjol di Asia Tenggara.

Analisis Taktik dan Performa Individu

Dari sisi taktik, Indonesia terlalu bergantung pada isolasi Derrick Michael di post-up. Lawan dengan mudah melakukan double team, memaksa Indonesia melakukan tembakan dari luar yang akurasinya rendah. Persentase tembakan tiga angka Indonesia hanya 28%, sedangkan Yordania mencapai 38%. Selain itu, Indonesia kalah dalam perebutan rebound defensif, 25 lawan 35. Hal ini memberi Yordania banyak second chance points. Secara individu, selain Derrick, hanya Juan Kokodiputra yang tampil konsisten dengan 12 poin. Sayangnya, starting XI lainnya seperti Arki Dikania Wisnu hanya mencetak 4 poin sebelum ditarik keluar di menit ke-25 karena cedera.

Kartu merah tidak terjadi dalam laga ini, tapi tensi sempat memanas di menit ke-31 ketika terjadi adu mulut antara pemain kedua tim. VAR tidak digunakan dalam FIBA Asia Cup, namun wasit sempat meninjau ulang sebuah pelanggaran keras di menit ke-35 melalui monitor. Keputusan akhirnya adalah pelanggaran biasa, bukan flagrant foul. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bermain agresif, tapi kurang cerdas dalam mengelola emosi. Clean sheet tidak berlaku di basket, tapi Indonesia berhasil membuat Yordania gagal mencetak angka dalam 3 menit terakhir kuarter kedua, sebuah momen yang sayangnya tidak bisa dipertahankan.

Perjalanan Timnas Basket Indonesia di FIBA Asia Cup 2022 memang berakhir. Namun, dengan munculnya Derrick Michael, masa depan basket Indonesia masih memiliki harapan. Sayonara untuk Piala Dunia 2023, tapi selamat datang untuk generasi baru yang siap membawa Garuda terbang lebih tinggi di ajang berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User