Ferran Torres Cetak Gol Penentu, Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol! La Roja resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina dalam laga final yang berlangsung sengit penuh drama. Gol penentu kemenangan diceta...

Aug 12, 2026 - 00:17
0 0
Ferran Torres Cetak Gol Penentu, Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol! La Roja resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina dalam laga final yang berlangsung sengit penuh drama. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Ferran Torres menit ke-78, dan selebrasi emosional sang winger di hadapan puluhan ribu suporter langsung menjadi gambar ikonik turnamen edisi kali ini.

Spanyol membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi Lamine Yamal menit ke-23 setelah menerima assist matang dari Pedri. Argentina sempat menyamakan kedudukan lewat Julián Álvarez menit ke-41, namun Torres memastikan trofi kembali ke tanah Spanyol dengan penyelesaian dingin di babak kedua. Stadion bergemuruh, dan malam itu menjadi milik La Roja.

Babak Pertama: Duel Taktik Dua Raksasa

Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung memegang kendali permainan dengan formasi 4-3-3 andalan mereka. Starting XI besutan Luis de la Fuente tampil disiplin, dengan Rodri sebagai jangkar di lini tengah yang efektif memutus aliran bola Argentina. Penguasaan bola La Roja bahkan menyentuh angka 65 persen di 45 menit pertama.

Menit ke-23, publik stadion meledak. Pedri melepaskan umpan terobosan yang membelah dua bek Argentina, dan Lamine Yamal yang berlari dari sisi kanan menyelesaikannya dengan tendangan mendatar ke sudut jauh gawang Emiliano Martínez. Skor 1-0 untuk Spanyol.

Argentina merespons dengan menaikkan intensitas pressing tinggi. Menit ke-41, Julián Álvarez memanfaatkan umpan silang Enzo Fernández untuk menyamakan skor menjadi 1-1. Gol ini sempat dicek VAR karena dugaan offside, namun wasit mengesahkannya setelah tinjauan selama dua menit.

Babak Kedua: Momen Menentukan Ferran Torres

Memasuki paruh kedua, Argentina yang bermain dengan formasi 4-4-2 mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun lini belakang Spanyol yang dikawal Aymeric Laporte dan Pau Cubarsí tampil solid, memblok hampir setiap aliran bola menuju kotak penalti Unai Simón.

Petaka bagi Argentina datang menit ke-78. Berawal dari serangan balik kilat, Lamine Yamal mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh, dan Ferran Torres yang berlari tanpa penjagaan menyambutnya dengan sundulan keras yang gagal diantisipasi Martínez. Skor 2-1, dan Torres langsung berlari ke sudut lapangan untuk selebrasi yang kini menghiasi halaman depan media di seluruh dunia.

Di sisa waktu, Argentina harus bermain dengan sepuluh pemain setelah gelandang mereka menerima kartu kuning kedua menit ke-85 akibat pelanggaran keras terhadap Pedri. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak lagi berubah.

Angka di Balik Kemenangan La Roja

Statistik pertandingan mencerminkan dominasi Spanyol secara menyeluruh. Penguasaan bola 62 berbanding 38 persen, dengan shots on target 7 berbanding 3. Total tembakan Spanyol mencapai 15 kali, sementara Argentina hanya mampu melepaskan 9 attempts. Torres sendiri mencatatkan 4 tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran, plus satu gol penentu yang tak ternilai harganya.

Kiper Unai Simón juga layak mendapat pujian berkat 3 penyelamatan krusial, meski gagal mencatatkan clean sheet. Di kubu lawan, Emiliano Martínez sebenarnya tampil heroik dengan 5 penyelamatan, namun tetap harus memungut bola dari gawangnya sebanyak dua kali.

"Ini hasil kerja keras selama bertahun-tahun. Ferran menunjukkan mentalitas juara, dan seluruh tim bermain dengan identitas kami. Trofi ini untuk semua rakyat Spanyol," ujar pelatih Luis de la Fuente usai laga.
"Kami sudah memberikan segalanya di lapangan. Spanyol lebih efisien pada momen-momen kunci, dan itulah yang membuat perbedaan di partai final," kata Lionel Scaloni.

Torres: Dari Bangku Cadangan Menuju Legenda

Perjalanan Ferran Torres menuju status pahlawan nasional terbilang berliku. Sempat diragukan dan kerap memulai laga dari bangku cadangan, winger 26 tahun itu menjawab seluruh kritik dengan gol terpenting dalam karier profesionalnya. Sepanjang turnamen, Torres mengoleksi 4 gol dan 2 assist, menjadikannya salah satu pemain paling konsisten di skuad La Roja.

Bagi Spanyol, ini adalah gelar Piala Dunia kedua mereka setelah kejayaan 2010. Dengan generasi emas berisi Yamal, Pedri, dan Torres yang masih berusia muda, era baru dominasi La Roja di panggung sepak bola dunia tampaknya baru saja dimulai. Argentina pulang dengan kepala tegak, tetapi malam ini, mahkota dunia sah menjadi milik Spanyol.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User