Rodri Pahlawan! Manchester City Comeback Dramatis 2-1 di Markas Arsenal

Skor akhir: Arsenal 1-2 Manchester City. Emirates Stadium bergemuruh, lalu hening, lalu bergemuruh lagi — seluruh emosi itu terangkum dalam satu malam dramatis di London Utara, Sabtu (1/1/2022). San...

Aug 12, 2026 - 00:18
0 0
Rodri Pahlawan! Manchester City Comeback Dramatis 2-1 di Markas Arsenal

Skor akhir: Arsenal 1-2 Manchester City. Emirates Stadium bergemuruh, lalu hening, lalu bergemuruh lagi — seluruh emosi itu terangkum dalam satu malam dramatis di London Utara, Sabtu (1/1/2022). Sang pemuncak klasemen Liga Inggris sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama, namun bangkit seusai jeda sebelum Rodri mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+3 untuk memastikan The Citizens memperpanjang rentetan kemenangan beruntun mereka menjadi 11 laga dan semakin nyaman bertakhta di puncak klasemen.

Angka-angka akhir memperlihatkan dominasi tim tamu: penguasaan bola 71 persen berbanding 29 persen, dengan 16 percobaan dan 6 shots on target milik City berbanding 7 tembakan dan 3 tepat sasaran dari Arsenal. Namun statistik semata tidak cukup menceritakan betapa alotnya duel ini. The Gunners bahkan harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-59 setelah bek Gabriel Magalhães diusir wasit, dan tetap nyaris memaksa laga berakhir imbang hingga detik-detik terakhir.

Babak Pertama: Saka Buka Skor, The Gunners Lebih Garang

Tanpa Mikel Arteta di pinggir lapangan karena harus menjalani isolasi, Arsenal yang dikomandoi asisten pelatih Albert Stuivenberg tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang agresif. Aaron Ramsdale menjaga gawang, duet Thomas Partey dan Granit Xhaka mengatur keseimbangan lini tengah, sementara trio Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Gabriel Martinelli menopang Alexandre Lacazette di ujung serangan.

Arsenal nyaris mendapat hadiah penalti di awal laga ketika Ederson menjatuhkan Odegaard di kotak terlarang, namun tinjauan VAR tidak berbuah apa-apa bagi tuan rumah — keputusan yang kelak menjadi bahan perdebatan besar. Menit ke-31, publik Emirates akhirnya meledak: Kieran Tierney melepaskan umpan tarik matang dari sisi kiri, dan Saka menyambutnya dengan tendangan first time yang bersarang mulus ke gawang Ederson. Skor 1-0 untuk Arsenal, dan City untuk pertama kalinya sejak lama tampak kesulitan membongkar blok pertahanan lawan hingga turun minum.

Babak Kedua: Drama VAR, Penalti Mahrez, dan Kartu Merah Gabriel

Pep Guardiola merespons dengan menaikkan tempo permainan. Formasi 4-3-3 City dengan Rodri sebagai jangkar, ditopang Ilkay Gundogan dan Bernardo Silva, mulai menekan tanpa henti. Titik balik datang pada menit ke-57: Bernardo Silva dijatuhkan Xhaka yang menarik jerseynya di dalam kotak penalti. Wasit Jarred Gillett awalnya membiarkan permainan berlanjut, tetapi VAR mengintervensi dan meminta sang pengadil meninjau monitor pinggir lapangan. Penalti diberikan, dan Riyad Mahrez mengeksekusinya dengan dingin untuk menaklukkan Ramsdale. Skor imbang 1-1.

Petaka Arsenal berlanjut hanya dua menit berselang. Gabriel Magalhães, yang sebelumnya sudah menerima kartu kuning karena merusak titik putih sebelum eksekusi penalti, menjegal Gabriel Jesus di tengah lapangan dan wasit tanpa ampun mengeluarkan kartu kuning kedua — kartu merah untuk sang bek Brasil. Dalam situasi kacau itu, Arsenal justru nyaris kembali unggul ketika umpan balik Aymeric Laporte hampir berbuah gol bunuh diri; beruntung bagi City, Nathan Ake menyapu bola tepat di garis gawang.

"Kami frustrasi dengan sejumlah keputusan wasit, tetapi saya sangat bangga dengan cara para pemain berjuang. Bermain dengan sepuluh orang melawan tim sekelas City dan nyaris bertahan hingga akhir — itu menunjukkan karakter tim ini," ujar Stuivenberg usai laga.

Rodri Jadi Pahlawan di Injury Time

Dengan keunggulan jumlah pemain, City mengepung habis pertahanan Arsenal. Raheem Sterling, Joao Cancelo, dan Mahrez bergantian membombardir dari kedua sayap, tetapi Ramsdale tampil heroik dengan sejumlah penyelamatan krusial. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, momen itu akhirnya datang: menit ke-90+3, kemelut di depan gawang Arsenal membuat bola liar jatuh di kaki Rodri, dan gelandang Spanyol itu dengan tenang menyontek bola melewati Ramsdale dari jarak dekat. 2-1 untuk City — bangku cadangan tim tamu meledak dalam selebrasi liar.

"Arsenal bermain luar biasa dan membuat kami menderita. Ini kemenangan besar, di stadion yang sangat sulit, melawan tim yang sedang bagus-bagusnya. Kami tidak menyerah sampai detik terakhir, dan itulah mentalitas yang saya inginkan," kata Guardiola.

Nyaman di Puncak, City Kirim Pesan ke Rival

Tiga poin ini membuat City mengoleksi 53 poin dari 21 pertandingan, unggul 11 angka dari pesaing terdekatnya di klasemen sementara. Rentetan 11 kemenangan beruntun di liga menjadi pernyataan tegas bahwa sang juara bertahan tidak berniat memberi ruang bagi Chelsea maupun Liverpool dalam perburuan gelar. Sebaliknya bagi Arsenal, kekalahan pahit ini menghentikan laju positif mereka, meski perlawanan heroik dengan sepuluh pemain patut diapresiasi. Dengan clean sheet yang buyar di detik akhir, The Gunners harus segera bangkit karena persaingan empat besar masih sangat panjang. Satu hal yang pasti: malam di Emirates ini adalah advertensi sempurna mengapa Liga Inggris disebut kompetisi paling kompetitif di dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User