Endrick Cetak Rekor, Real Madrid Bekuk Stuttgart 3-1 di Bernabeu
Skor akhir: Real Madrid 3-1 VfB Stuttgart. Santiago Bernabeu bergemuruh pada Rabu (18/9) dini hari WIB ketika Endrick menutup laga perdana fase liga Liga Champions 2024/2025 dengan gol injury time yan...
Skor akhir: Real Madrid 3-1 VfB Stuttgart. Santiago Bernabeu bergemuruh pada Rabu (18/9) dini hari WIB ketika Endrick menutup laga perdana fase liga Liga Champions 2024/2025 dengan gol injury time yang langsung mengukir rekor. Kemenangan 3-1 atas wakil Jerman itu menjadi pembuka sempurna misi Los Blancos mempertahankan mahkota Eropa, sekaligus panggung debut yang tak akan pernah dilupakan sang remaja Brasil.
Momen penentu datang di menit ke-90+5. Memanfaatkan serangan balik cepat, Endrick menerima bola di sisi kanan, menggiring melewati hadangan lawan, lalu melepaskan tendangan keras mendatar dari luar kotak penalti. Bola menghujam sudut bawah gawang Alexander Nübel. Skor berubah 3-1, tribun meledak, dan pemain 18 tahun itu berlari ke sudut lapangan disambut pelukan rekan-rekannya.
Babak Pertama: Stuttgart Berani, Courtois Perkasa
Carlo Ancelotti menurunkan starting XI terbaiknya dalam formasi 4-3-3: Thibaut Courtois di bawah mistar; Dani Carvajal, Éder Militão, Antonio Rüdiger, dan Ferland Mendy mengawal lini belakang; Federico Valverde, Aurélien Tchouaméni, dan Jude Bellingham mengendalikan lini tengah; trisula Rodrygo, Kylian Mbappé, dan Vinícius Júnior di depan.
Namun Stuttgart asuhan Sebastian Hoeneß tampil tanpa rasa takut dengan skema 4-2-3-1 dan high pressing agresif. Tim tamu berulang kali mengancam melalui pergerakan Deniz Undav dan Enzo Millot. Courtois dipaksa melakukan beberapa penyelamatan kelas dunia, termasuk mementahkan peluang jarak dekat yang membuat seisi Bernabeu menahan napas. Babak pertama ditutup 0-0, dengan Stuttgart justru tampil lebih berani dalam jumlah percobaan serangan.
Babak Kedua: Drama Empat Gol
Publik tuan rumah bahkan belum kembali duduk sempurna ketika menit ke-46 Madrid membuka skor. Transisi cepat diakhiri umpan silang mendatar Rodrygo dari sisi kanan, dan Mbappé menyontek bola dari jarak dekat. 1-0 — gol perdana bintang Prancis itu di Liga Champions bersama seragam putih.
Stuttgart menjawab di menit ke-68. Dari situasi sepak pojok, bola muntah jatuh di kaki Undav, yang tanpa ampun melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Kedudukan kembali imbang 1-1, dan laga berubah menjadi duel terbuka dengan kedua tim saling jual beli serangan.
Ancelotti merespons dengan memasukkan Luka Modrić untuk menenangkan tempo — keputusan yang langsung berbuah manis. Menit ke-83, sepak pojok Modrić disambut sundulan keras Rüdiger yang melambung melewati kawalan bek lawan. Bola bersarang ke gawang Nübel, dan bek Jerman itu mencetak gol ke gawang mantan klubnya. 2-1 untuk Madrid.
Menit ke-90+5: Endrick Mengukir Sejarah
Endrick sendiri baru masuk di menit ke-80 sebagai pemain pengganti. Sepuluh menit plus injury time ternyata lebih dari cukup. Golnya di pengujung laga membuatnya tercatat sebagai pencetak gol termuda Real Madrid di Liga Champions pada usia 18 tahun 58 hari — memecahkan rekor legendaris Raúl González (18 tahun 113 hari) yang bertahan sejak 1995.
Ini melanjutkan tren luar biasa sang wonderkid: gol di laga debut La Liga, kini gol di debut Liga Champions. Setiap kali diberi kesempatan dari bangku cadangan, Endrick menjawab kepercayaan pelatih dengan gol.
"Dia punya keberanian, kualitas, dan naluri gol yang langka. Setiap menit yang dia mainkan, dia menunjukkan sesuatu yang istimewa. Gol itu cara yang sempurna untuk memulai," puji Ancelotti seusai pertandingan.
Angka di Balik Kemenangan
Statistik menunjukkan betapa ketatnya laga ini. Penguasaan bola berakhir nyaris imbang: Madrid 51 persen berbanding 49 persen. Untuk shots on target, Madrid unggul tipis 7 berbanding 6 dari total 20 tembakan melawan 16 milik Stuttgart. Courtois mencatatkan lima penyelamatan krusial yang menjaga Madrid tetap hidup sebelum badai gol babak kedua. Wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning dalam duel fisik di lini tengah, namun tanpa kartu merah, dan VAR tidak menemukan pelanggaran berarti dari empat gol yang tercipta.
Tiga poin ini menempatkan Madrid di jalur yang tepat pada format baru fase liga. Bagi Stuttgart, kekalahan ini terasa pahit mengingat perlawanan berani mereka selama 80 menit. Dan bagi Endrick? Malam di Bernabeu ini hanyalah babak pembuka dari cerita yang jauh lebih besar.
Comments (0)