Fenomena Pengendara Arogan Kembali Marak, Pakar Ingatkan Korban Jangan Terpancing Emosi

Maraknya aksi pengendara bermotor yang menunjukkan sikap arogan dan merasa paling benar di jalan raya kembali menjadi sorotan. Tidak sedikit pengguna jalan lain yang menjadi korban intimidasi verbal

Jul 08, 2026 - 08:42
0 0
Fenomena Pengendara Arogan Kembali Marak, Pakar Ingatkan Korban Jangan Terpancing Emosi

Maraknya aksi pengendara bermotor yang menunjukkan sikap arogan dan merasa paling benar di jalan raya kembali menjadi sorotan. Tidak sedikit pengguna jalan lain yang menjadi korban intimidasi verbal hingga mengalami kontak fisik yang merugikan.

Menanggapi fenomena tersebut, pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa perilaku intimidatif semacam ini sejatinya sudah sering terjadi di jalanan dan bukan merupakan hal yang baru.

Sony mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan, apabila bertemu dengan pengendara yang berlagak 'bang jago' dan mulai menunjukkan gelagat arogan, langkah paling krusial yang harus dilakukan adalah menjaga ketenangan diri. Menurutnya, reaksi emosional dari korban justru akan memperburuk situasi dan membuka peluang terjadinya konflik yang lebih besar.

Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, terutama intimidasi dan arogansi yang dilakukan pengendara lain. Terlepas ada atau tidaknya niat jahat, kalau sudah terjadi kontak fisik yang mereka lakukan, itu sudah masuk ranah pidana atau perbuatan yang tidak menyenangkan

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kesadaran hukum di jalan raya. Sony menjelaskan bahwa begitu sebuah insiden berubah menjadi kontak fisik, persoalannya tidak lagi sekadar masalah etika berlalu lintas, melainkan sudah masuk ke dalam ranah hukum pidana.

Oleh karena itu, alih-alih melayani provokasi, pengendara yang menjadi korban intimidasi disarankan untuk segera menepi ke tempat yang aman dan ramai. Merekam kejadian menggunakan kamera ponsel atau dashcam juga bisa menjadi langkah antisipasi untuk mengumpulkan barang bukti, tanpa perlu terlibat adu mulut yang tidak perlu dengan pelaku.

Selain menghindari konfrontasi langsung, penting bagi korban untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib apabila merasa terancam atau mengalami kerugian materiil serta fisik. Dengan tetap mengedepankan sikap tenang dan tidak terpancing emosi, diharapkan para pengguna jalan dapat meminimalisir dampak buruk dari pertemuan dengan pengendara arogan di jalan raya.

Simak terus perkembangan informasi seputar keamanan dan keselamatan berkendara hanya di media kami, Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User