Fajar/Fikri Tundukkan Popov Bersaudara, Indonesia Sapu Bersih Grup D Piala Thomas

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, memastikan kemenangan sempurna tim Merah Putih di fase grup Piala Thomas 2026 setelah menaklukkan duo bersaudara Christo Popov dan Toma...

Jul 28, 2026 - 08:01
0 0
Fajar/Fikri Tundukkan Popov Bersaudara, Indonesia Sapu Bersih Grup D Piala Thomas

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, memastikan kemenangan sempurna tim Merah Putih di fase grup Piala Thomas 2026 setelah menaklukkan duo bersaudara Christo Popov dan Toma Junior Popov dalam laga pamungkas Grup D. Bertanding di Forum Horsens, Denmark, Rabu dini hari WIB (29/4), Fajar/Fikri menutup duel rubber game dengan skor 21-18, 19-21, dan 21-11 dalam tempo 63 menit. Kemenangan ini mengunci skor akhir 5-0 Indonesia atas Prancis, sekaligus menegaskan dominasi skuad muda yang kini melaju ke perempat final dengan status juara grup tanpa cela.

Partai kelima yang mempertemukan dua ganda putra ini sejatinya tak lagi memengaruhi hasil akhir pertandingan—Indonesia sudah memimpin 4-0 setelah empat partai sebelumnya. Namun, tensi tinggi tetap tersaji karena Prancis menurunkan pasangan peringkat 18 dunia Popov bersaudara untuk menjaga kehormatan, sementara Indonesia mengandalkan duet peringkat 4 dunia yang tengah naik daun. Pertarungan lintas generasi dan relasi persaudaraan ini pun berubah menjadi panggung klinis bagi Fajar/Fikri untuk menunjukkan kapasitas mereka dalam tekanan turnamen beregu.

Adu Taktik di Gim Pertama: Servis Drive dan Penguasaan Net

Babak pembuka langsung menyajikan adu strategi yang menarik. Fajar/Fikri membuka laga dengan formasi klasik Indonesia: servis pendek, drive cepat ke sisi forehand lawan, dan penempatan shuttlecock yang ketat di area depan net. Strategi ini terbukti ampuh memaksa Popov bersaudara melakukan pengembalian setengah lapangan yang mudah disambar smash tajam Fajar. Meski demikian, Christo Popov yang bermain kidal beberapa kali melepaskan pukulan silang menyulitkan pertahanan Indonesia. Hingga interval gim pertama, skor tipis 11-10 untuk keunggulan Fajar/Fikri menjadi cerminan betapa ketatnya perebutan poin.

Selepas jeda, duet Indonesia mulai melonggarkan jarak dengan memanfaatkan kelemahan rotasi Popov bersaudara di zona transisi. Serangan bertubi-tubi ke area bek kanan Toma Junior Popov menghasilkan tiga poin beruntun dan membalikkan momentum. Fikri yang tampil agresif di depan net mencatatkan 8 winner dari 12 kesempatan, sebuah angka efisiensi yang membuat pasangan Merah Putih menutup gim pertama dengan 21-18.

Gim Kedua: Kebangkitan Popov Bersaudara dan Keberanian Toma Junior

Gim kedua menyuguhkan cerita berbeda. Popov bersaudara mengubah pola dengan lebih sabar membangun rally panjang dan menghindari duel drive yang cepat. Toma Junior yang semula jadi titik lemah justru tampil heroik lewat permainan net yang presisi. Ia memenangi 5 dari 6 aduan net melawan Fikri di paruh awal gim, memaksa duet Indonesia untuk lebih banyak bertahan. Skor interval 11-8 untuk keunggulan Prancis menandai awal dari tekanan psikologis baru.

Fajar/Fikri mencoba keluar dari tekanan dengan mengandalkan smash keras bersilang andalan Fajar, tetapi soliditas pertahanan Prancis yang dikomandoi Christo Popov di barisan belakang mampu meredam gempuran. Christo yang jarang sekali melakukan kesalahan sendiri—hanya 2 unforced error sepanjang gim kedua—berhasil menahan laju poin Indonesia di angka 18-19. Sebuah pengembalian blok ke area kosong di menit-menit kritis akhirnya membuat Popov bersaudara merebut gim kedua dengan skor 21-19, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke rubber game yang mendebarkan.

Gim Ketiga: Dominasi Total dan Kehebatan Fisik Indonesia

Memasuki gim penentuan, Fajar/Fikri langsung menginjak pedal gas. Perbaikan signifikan terlihat pada komunikasi rotasi depan-belakang yang jauh lebih rapat, menghilangkan celah yang sempat dieksploitasi lawan pada gim sebelumnya. Kombinasi servis Fikri yang rapat ke garis belakang serta intercept cepat di depan net menghasilkan tekanan tak terputus. Hanya dalam waktu lima menit, papan skor sudah menunjukkan 7-1 untuk Indonesia—keunggulan yang nyaris sempurna berkat agresivitas serangan yang dikemas dalam tempo tinggi.

Keunggulan besar di awal gim ketiga praktis meruntuhkan mental Popov bersaudara. Christo Popov, yang semula tampil tenang, mulai dipaksa melakukan kesalahan sendiri dengan mencatatkan 4 unforced error dalam tujuh rally awal. Sementara itu, Fajar Alfian memperlihatkan kelasnya sebagai pemain depan kelas dunia dengan refleks cepat mencegat shuttlecock hasil smash lemah lawan. Toma Junior yang sempat menjadi bintang di gim kedua pun tak kuasa menahan gempuran dan hanya mampu menambah 4 poin hingga interval, yang ditutup dengan skor 11-4 untuk Indonesia.

Selepas interval, Fajar/Fikri tak mengendurkan intensitas. Pola serangan front-man belakang (Fajar di depan, Fikri di belakang) terus dipraktikkan dengan presisi tinggi. Fikri yang bertenaga penuh melancarkan tiga smash jump berturut-turut yang semuanya berbuah poin di rentang skor 15-7 hingga 18-9. Keunggulan margin lebar ini membuat pasangan Indonesia leluasa bereksperimen dengan variasi pukulan, termasuk dropshot silang Fajar yang dua kali mengecoh lawan dan menghasilkan poin cantik. Laga pun diakhiri dengan smash punggung khas Fikri yang menutup skor akhir 21-11 sekaligus mengunci kemenangan straight (rubber game) untuk Indonesia.

Statistik pamungkas menunjukkan dominasi absolut Fajar/Fikri di gim ketiga: mereka memenangi 59% rally panjang di atas 9 pukulan, mencatatkan 14 smash winner dari total 23 pukulan menyerang, serta hanya melakukan 2 kesalahan sendiri. Sebaliknya, Popov bersaudara hanya mampu mencatatkan 5 winner dan 11 unforced error di gim pamungkas, menegaskan rapuhnya pertahanan mereka di bawah tekanan.

"Kami sempat kehilangan konsentrasi di gim kedua karena terlalu cepat puas. Di gim ketiga, kami fokus kembali pada servis dan penguasaan net, dan itu berhasil mengunci lawan," ujar Fajar seusai laga, seperti disampaikan dalam rilis tim. Pelatih kepala ganda putra pun memuji ketenangan Fikri yang mampu membaca situasi dan mengendalikan tempo meski sempat tertekan di gim kedua.

Dengan hasil ini, Indonesia menyapu bersih tiga laga Grup D dengan agregat kemenangan 15-0, sebuah pencapaian yang menguatkan status sebagai salah satu kandidat juara terkuat. Fajar/Fikri sendiri menegaskan siap menghadapi lawan tangguh di perempat final, termasuk potensi jumpa unggulan utama seperti China atau Denmark. Misi besar tim Merah Putih untuk mengembalikan trofi Thomas ke Tanah Air setelah puasa 26 tahun kini kian terang di depan mata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User