Fajar/Fikri Tumbangkan Unggulan Tuan Rumah di Semifinal China Open
Changzhou, Olympic Sports Center Gymnasium—Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mengamankan tiket final China Open 2025 setelah menumbangkan unggulan tuan rumah Liang We...
Changzhou, Olympic Sports Center Gymnasium—Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mengamankan tiket final China Open 2025 setelah menumbangkan unggulan tuan rumah Liang Wei Keng/Wang Chang dua gim langsung, 21-19 dan 21-17, Sabtu (26/7). Kemenangan ini menjadi penegas bahwa duet anyar peraih medali emas Asian Games 2022 dengan spesialis depan-net eks Bagas/Fikri itu kian solid dan siap bersaing di papan atas dunia.
Duel diprediksi berjalan sengit karena Liang/Wang merupakan juara bertahan sekaligus pasangan nomor satu China. Namun, Fajar/Fikri tampil tanpa beban dan langsung menggebrak sejak servis pertama. Pertahanan rapat ala “Daddies” generation yang diwariskan Fajar berpadu apik dengan kecepatan intersepsi Fikri di depan net. Hasilnya, pasangan Merah-Putih mampu memimpin 11-9 saat interval gim pembuka.
Dominasi Gim Pertama dan Momen Genting Gim Kedua
Gim pertama berjalan dalam tempo tinggi. Kedua pasangan saling berbalas smash keras dan drive-drive datar. Fajar beberapa kali mengeluarkan backhand flick serve yang merepotkan Wang Chang. Fikri pun aktif memotong bola di area depan, menciptakan tiga poin beruntun lewat net kill tajam yang membuat penonton tuan rumah terdiam. Meski sempat disamakan 19-19 lewat servis mendatar Liang Wei Keng, Fajar/Fikri tetap tenang. Dua kesalahan berturut-turut dari Wang Chang—satu wide return dan satu pengembalian menyangkut di net—menutup gim pertama 21-19 dalam 23 menit.
Memasuki gim kedua, Liang/Wang mencoba bangkit dengan meningkatkan agresivitas di sektor depan. Mereka sempat unggul 5-2 berkat dua kali driving rally cepat yang memaksa Fikri melakukan kesalahan posisi. Namun, Fajar yang dikenal sebagai jenderal lapangan segera merespons dengan mengubah pola permainan: lebih banyak mengangkat bola tinggi ke area belakang Wang Chang yang posturnya lebih pendek. Strategi ini sukses memaksa Wang Chang sering terpancing melakukan jumping smash yang melebar. Skor berbalik 11-8 untuk keunggulan Indonesia saat interval.
Selepas jeda, dominasi Fajar/Fikri kian terasa. Fajar berkali-kali melepaskan cross-court smash menyilang tajam yang sulit dijangkau Liang Wei Keng. Sementara itu, Fikri memperlihatkan refleks luar biasa dengan menggagalkan dua kali drive return keras lawan hanya dalam satu rally panjang nan mendebarkan. Kedudukan 17-13 melebar menjadi 20-15 setelah Fajar/Fikri memenangi reli 47 pukulan yang diakhiri dropshot tipis Fikri. Liang/Wang sempat menyelamatkan dua match point melalui servis pendek menipu, tetapi akhirnya Fajar menutup laga dengan smash lurus 307 km/jam yang tak mampu dikembalikan. Skor akhir 21-17 diamankan dalam 41 menit permainan.
Data dan Rekor Kunci
Statistik pertandingan menegaskan superioritas Fajar/Fikri. Mereka mencatatkan 37 smash winner berbanding 28 milik lawan, serta hanya membuat 11 unforced error sepanjang laga—lebih efisien daripada Liang/Wang yang melakukan 17 kesalahan sendiri. Akurasi servis pun nyaris sempurna: 94% servis pendek masuk dan menghasilkan tiga poin langsung dari situasi servis. Dalam hal penguasaan rally, duet Indonesia unggul di 60% rally di atas 10 pukulan, menunjukkan kesabaran dan konsistensi luar biasa. Menariknya, ini adalah kemenangan pertama Fajar/Fikri atas Liang/Wang dalam dua pertemuan. Sebelumnya mereka kalah rubber game di perempat final Indonesia Open 2025, sehingga revans ini terasa begitu manis.
Dengan hasil ini, Fajar/Fikri menjaga peluang meraih gelar BWF World Tour Super 1000 pertama mereka sebagai pasangan tetap. Sebelum China Open, duet yang baru dipasangkan secara permanen sejak Maret 2025 ini telah menjuarai Spain Masters dan menjadi runner-up Malaysia Masters. China Open pun semakin membuktikan chemistry keduanya yang kian matang.
Komentar Usai Pertandingan
Usai laga, Fajar Alfian mengaku puas dengan performa timnya. “Kunci kemenangan hari ini adalah sabar dalam membangun serangan. Liang/Wang tipikal pasangan yang mengandalkan kecepatan tiga pukulan pertama. Kami sengaja memperlambat ritme sejak awal gim kedua, mengangkat bola tinggi-tinggi agar mereka capek sendiri. Fikri juga luar biasa hari ini menutup depan-net dan mematikan kesempatan mereka untuk menekan,” ujar Fajar melalui rilis resmi. Fikri menambahkan, “Kami terus memperbaiki rotasi di lapangan. Komunikasi semakin baik, baik dalam posisi menyerang maupun bertahan. Kemenangan ini sangat berarti sebagai modal menatap final, terutama menghadapi juara bertahan tuan rumah di kandang mereka.”
Sementara itu, pelatih ganda putra Indonesia memuji adaptasi cepat kedua anak asuhnya. “Fajar mampu menjadi mentor di lapangan untuk Fikri. Tapi yang paling terlihat adalah keberanian Fikri mengambil keputusan di poin-poin krusial. Ini sinyal positif untuk regenerasi ganda putra kita,” katanya. Di final, Fajar/Fikri sudah ditunggu pemenang antara unggulan pertama dari Korea Selatan Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae atau ganda Malaysia Chia/Soh. Apapun lawannya, modal kepercayaan diri pasca menumbangkan juara bertahan tuan rumah akan menjadi pijakan kokoh bagi perburuan gelar juara.
Comments (0)