Fajar/Fikri Taklukkan Korea, Raih Gelar China Open 2026

Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri sukses menyegel gelar juara China Open 2026 BWF World Tour Super 1000 setelah menundukkan wakil Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo...

Jul 27, 2026 - 19:58
0 0
Fajar/Fikri Taklukkan Korea, Raih Gelar China Open 2026

Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri sukses menyegel gelar juara China Open 2026 BWF World Tour Super 1000 setelah menundukkan wakil Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae, dalam laga final yang bergulir di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Minggu (12/7). Fajar/Fikri menyudahi perlawanan unggulan kedua asal Negeri Ginseng itu dengan skor 21-18, 21-17 dalam tempo 43 menit, menegaskan dominasi mereka sepanjang turnamen.

Hasil ini menjadi gelar Super 1000 pertama bagi Fajar/Fikri sejak dipasangkan secara resmi pada awal tahun 2025, sekaligus memperpanjang tren positif mereka yang sebelumnya sukses meraih medali emas Kejuaraan Dunia 2025 di Paris. Kemenangan atas Kang/Seo, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, semakin mengukuhkan posisi mereka di papan atas dunia.

Babak Pertama: Start Melempem Langsung Tancap Gas

Begitu wasit meniup peluit kick-off, Fajar/Fikri langsung menunjukkan intensitas tinggi. Permainan cepat mereka memaksa pasangan Korea mengambil posisi bertahan lebih dalam. Fikri, dengan refleks dan power-nya, langsung membuka keunggulan 4-1 lewat dua smash forehand bersambung yang menembus pertahanan Seo. Interval gim pertama tercapai dengan skor 11-7 untuk Indonesia, di mana pasangan Merah Putih mencatatkan 7 smash winner dalam 11 poin pertama.

Namun, Kang/Seo bukan lawan sembarangan. Setelah interval, mereka mulai menemukan ritme. Pertahanan kokoh Seo dan serangan mendatar Kang memperkecil ketertinggalan menjadi 14-15. Momentum sempat bergeser saat rally panjang 47 pukulan pada menit ke-18—salah satu rally terpanjang di turnamen ini—berhasil dimenangkan Korea setelah Seo melakukan diving defense gemilang. Skor berimbang 16-16.

Di momen kritis, pengalaman dan ketenangan Fajar menjadi pembeda. Pada kedudukan 17-17, Fajar melakukan dua kali intercept di depan net yang memaksa lawan melakukan kesalahan. Tambahan smash tajam Fikri yang meluncur dengan kecepatan 417 km/jam menutup gim pertama dengan skor 21-18 setelah 21 menit pertandingan. Statistik gim pertama mencatat keunggulan smash winner Indonesia 12-7 dan net winner 5-2, sementara Kang/Seo lebih banyak melakukan unforced error, 7 berbanding 4.

Gim Kedua: Kejar-kejaran dan Adaptasi Taktik

Memasuki gim kedua, pelatih Herry Iman Pierngadi tampak memberikan instruksi perubahan pola serangan. Fajar/Fikri kini lebih sering melancarkan dropshot dan placing shuttlecock ke sudut belakang kiri Seo yang terlihat kurang lincah. Strategi ini membuahkan hasil dengan keunggulan 8-5 di awal gim.

Namun, Kang/Seo merespons dengan meningkatkan tempo dan mempercepat permainan net. Mereka membalikkan keadaan menjadi 10-8 setelah tiga poin beruntun lewat permainan drive yang super cepat. Interval gim kedua justru dimenangkan Korea dengan skor tipis 11-10, menandakan pertarungan yang semakin sengit.

Selepas interval, Fajar/Fikri menunjukkan kelas mereka sebagai pasangan peringkat tiga dunia. Kombinasi pukulan lob tinggi dan smash silang yang terukur mulai merusak formasi pertahanan Korea. Pada skor 14-14, Fikri melepaskan jump smash luar biasa dari baseline yang mengenai garis dan tak dapat diantisipasi Kang. Poin itu menjadi titik balik. Indonesia kembali memimpin 16-14 dan tidak pernah menoleh ke belakang.

Ketangguhan mental Fajar/Fikri teruji saat wasit menganulir poin mereka melalui VAR review akibat sentuhan kaki Fajar di net pada kedudukan 18-16. Alih-alih panik, mereka justru semakin termotivasi. Dua poin berikutnya diraih melalui pertahanan solid yang berujung pada kesalahan terburu-buru Seo dan sebuah dropshot mempesona Fajar yang hampir tidak bisa dijangkau Kang. Skor 20-16, match point Indonesia.

Pada match point kesempatan pertama, Kang/Seo berusaha menyelamatkan dengan smash balik cepat, namun net yang disapu Fajar secara tipis mengakhiri reli ke-39. Skor akhir 21-17 memastikan gelar juara. Seluruh stadion bergemuruh, Fajar dan Fikri berpelukan, menandai pencapaian monumental mereka di China Open 2026.

Statistik Pertandingan: Ketajaman Fikri dan Tembok Fajar

Data statistik pascapertandingan mengonfirmasi superioritas Fajar/Fikri. Pasangan Indonesia mencatatkan total 24 smash winner berbanding 15 milik lawan, serta 11 net winner yang hanya diimbangi 6 oleh Kang/Seo. Yang paling mencolok adalah efisiensi dalam unforced error: Fajar/Fikri hanya melakukan 9 kesalahan sendiri, sedangkan lawan mencatat 14. Smash tercepat Fikri mencapai 417 km/jam, tertinggi dalam laga tersebut, mengalahkan smash Seo yang 'hanya' menyentuh 404 km/jam.

Dari sisi pertahanan, Fajar menjadi benteng kokoh dengan catatan 12 saving dan hanya 2 kali terpancing melakukan kesalahan posisi. Sementara itu, Fikri melepas 18 smash dan 12 di antaranya menjadi poin, menunjukkan efektivitas tinggi. Rata-rata rally berlangsung selama 9 pukulan, tetapi Fajar/Fikri unggul dalam rally menengah (5-15 pukulan) dengan persentase kemenangan 68%.

Komentar Juara dan Masa Depan

"Kami tidak menyangka bisa menang dua gim langsung. Kang/Seo adalah lawan yang sangat tangguh, tapi kami sudah menyiapkan strategi khusus sejak babak perempat final. Fokus kami dari awal adalah tidak memberi mereka kesempatan berkembang dengan permainan drive datar. Bersyukur semua berjalan sesuai rencana,"

ungkap Fajar usai pertandingan dengan raut wajah penuh haru.

Sementara itu, pelatih kepala ganda putra Indonesia, Herry IP, menambahkan:

"Ini adalah hasil dari proses panjang. Fikri semakin matang sebagai playmaker sekaligus eksekutor, dan Fajar adalah salah satu pemain 'tembok' terbaik yang pernah saya tangani. Mereka sudah layak disejajarkan dengan pasangan-pasangan top dunia."

Dengan kemenangan ini, Fajar/Fikri mengantongi hadiah sebesar US$148,000 serta tambahan 13.500 poin Race to Finals yang memantapkan langkah mereka menuju BWF World Tour Finals 2026 di Hangzhou. China Open 2026 juga menjadi gelar Super 1000 ketiga bagi Indonesia sepanjang musim ini setelah sebelumnya Jonatan Christie merebut gelar All England 2026. Prestasi ini semakin mempertegas dominasi Indonesia di sektor putra pada era baru bulu tangkis dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User