Fajar/Fikri Pastikan Indonesia Kalahkan Prancis di Piala Thomas

Denmark — Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri tampil sebagai penentu kemenangan dramatis tim Merah Putih atas Prancis pada laga penutup Grup D Piala Thomas 2026. Bertandin...

Fajar/Fikri Pastikan Indonesia Kalahkan Prancis di Piala Thomas

Denmark — Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri tampil sebagai penentu kemenangan dramatis tim Merah Putih atas Prancis pada laga penutup Grup D Piala Thomas 2026. Bertanding di Forum Horsens, Rabu dini hari (29/4), pasangan peringkat lima dunia itu menaklukkan duo bersaudara Christo Popov dan Toma Junior Popov dalam duel tiga gim yang berlangsung selama 64 menit dengan skor akhir 21-18, 19-21, dan 21-11. Hasil ini membawa Indonesia memastikan status juara grup dan tiket ke babak perempatfinal.

Pertandingan yang menjadi partai kelima atau penentuan setelah skor imbang 2-2 ini langsung bergulir dalam tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua pasangan sama-sama menampilkan permainan cepat dengan pola serangan agresif. Fajar/Fikri yang mendapat kepercayaan dari pelatih kepala Herry Iman Pierngadi untuk menjadi ujung tombak terakhir tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka mengandalkan rotasi posisi yang rapi dan variasi pukulan drop shot untuk meredam power smash khas Popov bersaudara.

Gim Pertama: Fajar/Fikri Unggul Lewat Defense Solid

Pada awal pertandingan, Christo dan Toma Junior tampil menekan. Mereka beberapa kali unggul lebih dulu berkat kombinasi drive cepat dan placing bola menyilang ke sisi lemah lawan. Namun Fajar/Fikri perlahan menemukan ritme. Di menit-menit kritis, pertahanan kokoh Fajar di area depan net serta antisipasi tajam Fikri dari lini belakang sukses meredam agresi lawan. Setelah tertinggal 13-15, pasangan Indonesia membalik keadaan melalui tiga poin beruntun hasil kesalahan sendiri lawan yang terburu-buru melakukan smash. Fikri kemudian menutup gim pertama 21-18 dengan sebuah dropshot menipu yang gagal dikembalikan Christo. Data statistik menunjukkan Indonesia unggul dalam hal net kill (8-5) dan smash winner (7-6) meskipun penguasaan rally tipis di pihak Prancis, 52% berbanding 48%.

Gim Kedua: Kebangkitan Singkat Popov Bersaudara

Matras terbalik di gim kedua. Pasangan Prancis yang mendapat dukungan penuh dari penonton lokal mengubah pendekatan dengan banyak memainkan bola-bola lob panjang dan servis flick. Mereka berusaha menghindari duel di area flat yang menjadi kekuatan Fajar/Fikri. Strategi ini cukup efektif. Beberapa kali Fikri terlihat kesulitan mengantisipasi shuttlecock yang dihembuskan angin tipis dari ventilasi arena. Pasangan peringkat 17 dunia itu menjauh 11-8 di interval, lalu mempertahankan selisih hingga 17-14. Indonesia sempat menyamakan kedudukan 18-18 lewat dua blok brilian Fajar di depan net, namun dua kesalahan berturut-turut — satu servis Fikri yang menyangkut di net dan pengembalian lob Fajar yang melebar milimeter ke luar garis — memaksa rubber gim. Skor 19-21 untuk Prancis. Gim kedua hanya berlangsung 23 menit, lebih cepat dari yang pertama, dengan efisiensi serangan Prancis melonjak ke angka 64%.

Gim Ketiga: Dominasi Mutlak di Penentuan

Di gim pamungkas, pengalaman Fajar/Fikri bersinar. Mereka tampil bak mesin yang terkalibrasi sempurna. Pasangan pelatnas Cipayung itu langsung tancap gas. Fajar beberapa kali mematikan setting bola dengan cekatan di depan net, sementara Fikri rutin melepaskan smash-smash datar ke arah tubuh Toma Junior yang terlihat mulai kelelahan. Interval gim ketiga menjadi milik Indonesia dengan skor telak 11-3. Selepas jeda air minum, Popov bersaudara berupaya memperpendek jarak, namun Fajar/Fikri tetap melebarkan selisih. Mereka seolah menyalakan "mode taktis terbaik": menyerang kapan pun kesempatan terbuka, dan bertahan seperti dinding beton saat tertekan.

Puncaknya, Fikri melepaskan smash lurus 397 km/jam yang tercatat sebagai salah satu pukulan tercepat di turnamen ini, mengunci kedudukan 20-10. Gim ketiga ditutup dengan skor 21-11 setelah pengembalian setengah lapangan Popov melambung jauh ke luar. Seluruh skuad Indonesia di kursi cadangan segera berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan yang berarti status juara grup.

Dalam konferensi pers pasca-laga, Fajar menyampaikan rasa syukurnya. "Kami tahu ini laga yang sulit. Popov bersaudara sangat tangguh, terutama di gim kedua. Tapi kami sudah siap mental bila harus bermain tiga gim. Kuncinya adalah menjaga komunikasi dan tetap percaya satu sama lain," ujarnya. Fikri menambahkan, "Saya fokus memperhatikan penempatan bola lawan. Di gim ketiga, kami lebih berani mengambil risiko dan menaikkan tempo permainan."

Statistik akhir menunjukkan dominasi Indonesia di sektor krusial: total smash winner 22 berbanding 14, tingkat keberhasilan serangan 61%, dan yang paling mencolok, 14 poin dari kesalahan lawan di gim ketiga saja. Pelatih Herry Iman Pierngadi menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari discipline positioning dan ketahanan mental yang diuji dalam tekanan. "Mereka sudah membuktikan mengapa kami memilih mereka sebagai pasangan kelima. Ketenangan mereka di saat-saat genting adalah perbedaan utamanya," ungkapnya.

Kemenangan Fajar/Fikri memastikan Indonesia sebagai peringkat teratas Grup D dengan selisih pertandingan yang sempurna. Pada babak perempatfinal yang akan berlangsung Jumat, Indonesia akan berhadapan dengan runner-up Grup C. Potensi pertemuan dengan tuan rumah Denmark atau Thailand menanti, menjadi ujian berikutnya bagi ganda putra yang kini semakin padu ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User