Fairuz Montana Bangga: Malaysia Rebut Peringkat Tiga Srikandi Merdeka Cup

Skor akhir 4-0 untuk Malaysia U-16 atas Yordania dalam laga perebutan peringkat ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026. Bukan sekadar kemenangan pamungkas—ini pernyataan nyaring dari tim yang sempat tersa...

Aug 24, 2026 - 16:52
0 0
Fairuz Montana Bangga: Malaysia Rebut Peringkat Tiga Srikandi Merdeka Cup

Skor akhir 4-0 untuk Malaysia U-16 atas Yordania dalam laga perebutan peringkat ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026. Bukan sekadar kemenangan pamungkas—ini pernyataan nyaring dari tim yang sempat tersandung di semifinal. Pelatih Fairuz Montana tak bisa menyembunyikan rasa bangganya: anak asuhnya menutup turnamen dengan clean sheet, penguasaan bola 58 persen, dan tujuh shots on target dari 14 percobaan total.

Sebelum laga bergulir, banyak yang memprediksi duel ini bakal berjalan ketat. Yordania datang dengan formasi 4-4-2 yang rapat dan reputasi disiplin bertahan. Namun Malaysia dengan starting XI 4-3-3 langsung mengambil inisiatif sejak peluit pertama. Tekanan tinggi, transisi cepat, dan keberanian memainkan bola pendek dari lini belakang membuat lawan hanya bisa bertahan di sepertiga lapangan sendiri sepanjang babak pertama.

Babak Pertama: Dominasi Sayap Kiri dan Gol Pembuka

Menit ke-23, gawang Yordania akhirnya bobol. Serangan berawal dari build-up rapi di lini tengah; Siti Zulaikha menarik dua pemain lawan sebelum melepaskan umpan terobosan ke sisi kiri kotak penalti. Nurul Aina yang berlari tanpa bola langsung menyambutnya dengan tendangan first-time ke tiang dekat. Gol yang lahir dari pola latihan, bukan keberuntungan semata. Assist dicatat untuk Zulaikha, sementara bagi Aina ini gol ketiganya sepanjang turnamen.

Gol kedua datang menit ke-41, tepat di penghujung babak pertama. Dari situasi corner, kapten Malaysia melompat paling tinggi dan menyundul bola ke sudut atas gawang. Kiper Yordania hanya bisa menebak arah yang salah. Statistik paruh pertama sangat timpang: Malaysia mencatat 68 persen penguasaan bola dan lima shots on target, sementara Yordania belum sekalipun menguji kiper lawan.

Babak Kedua: VAR, Penalti, dan Pesta Gol

Babak kedua dibuka dengan drama. Menit ke-52, Yordania sempat menggetarkan gawang Malaysia lewat skema serangan balik, namun selebrasi mereka dihentikan setelah VAR memutuskan penyerang berada dalam posisi offside. Tayangan ulang memperlihatkan bahu pemain Yordania lebih maju dari bek terakhir, sehingga keputusan itu tepat. Malaysia pun bernapas lega dan kembali menguasai tempo pertandingan.

Menit ke-65, giliran Malaysia mendapat hadiah penalti. Tekel telat pemain belakang Yordania terhadap winger Malaysia di dalam kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih, dan pengecekan VAR singkat mengonfirmasi keputusan tersebut. Penendang penalti dengan tenang menaklukkan kiper ke pojok kanan bawah gawang. Skor berubah menjadi 3-0, dan laga praktis berakhir. Satu kartu kuning untuk Yordania menyusul pelanggaran keras pada menit ke-67.

Penutup pesta gol hadir pada menit ke-78, dan lagi-lagi dari bangku cadangan. Pemain pengganti yang baru masuk lima menit sebelumnya memanfaatkan umpan silang datar dan menuntaskannya dengan sekali sentuhan. Skor akhir 4-0—hasil yang membuat Yordania hanya mampu melepaskan dua shots on target sepanjang laga dan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama.

Kunci Sukses: Mental Juara dan Kedalaman Skuad

“Saya sangat bangga. Ini bukan soal hasil, tapi tentang bagaimana mereka bermain sepanjang 90 menit. Disiplin, kerja keras, dan keberanian untuk terus menekan—itulah identitas tim ini. Peringkat ketiga mungkin bukan target utama, tetapi cara kami meraihnya membuat saya optimistis menghadapi turnamen berikutnya,” ujar Fairuz Montana usai laga.

Statistik agregat turnamen mendukung klaim sang pelatih. Malaysia menutup Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan 11 gol, tiga clean sheet dari lima laga, dan hanya kebobolan dua gol. Catatan penguasaan bola juga selalu unggul di setiap pertandingan. Kedalaman skuad terlihat jelas: delapan pemain berbeda mencetak gol selama turnamen, dan pelatih tidak ragu merotasi starting XI di laga pamungkas.

Bagi penggemar sepak bola putri Malaysia, hasil ini menjadi sinyal bahwa pembinaan usia muda berjalan di jalur yang benar. Fairuz Montana menegaskan peringkat ketiga bukan titik akhir, melainkan batu loncatan. Jika konsistensi seperti hari ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Malaysia U-16 tampil sebagai kandidat gelar di edisi berikutnya. Laga kontra Yordania hari ini bukan sekadar perebutan peringkat tiga—ia menjadi bukti bahwa generasi baru Harimau Muda putri lahir dengan gigi yang tajam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User