Euforia di GBK: Paes dan Amat Rayakan Gelar ASEAN Cup 2026

Skor akhir 3-1 untuk Timnas Indonesia atas Thailand mengakhiri final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Begitu peluit panjang berbunyi, dua nama yang p...

Oct 08, 2026 - 10:38
0 0
Euforia di GBK: Paes dan Amat Rayakan Gelar ASEAN Cup 2026

Skor akhir 3-1 untuk Timnas Indonesia atas Thailand mengakhiri final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Begitu peluit panjang berbunyi, dua nama yang paling cepat meninggalkan area lapangan adalah Jordi Amat dan Maarten Paes. Bek tengah dan kiper utama itu langsung berlari menyambangi tribun penonton, melompat tepat di depan pagar pembatas, dan menyerahkan selebrasi kepada puluhan ribu suporter yang sudah menyanyikan lagu kemenangan sejak menit ke-80.

Jalannya Pertandingan: Dua Gol Babak Pertama yang Menentukan

Menit ke-23, Indonesia membuka keunggulan lewat skema yang sudah dilatih berulang kali sepanjang turnamen. Umpan terobosan dari lini tengah menemukan penyerang sayap yang berlari di antara bek kanan dan bek tengah Thailand, lalu melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh. Kiper Thailand tidak sempat menjangkau bola. Shots on target Indonesia di babak pertama tercatat empat, sementara Thailand hanya dua.

Thailand sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-38 melalui tendangan bebas di luar kotak penalti. Namun Indonesia merespons cepat. Menit ke-45+2, sebuah sepak pojok dieksekusi pendek, lalu diumpan silang ke tiang depan. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum. Penguasaan bola babak pertama: Indonesia 54 persen, Thailand 46 persen.

Di babak kedua, formasi Indonesia bergeser. Pelatih menurunkan satu gelandang bertahan tambahan untuk mengunci keunggulan. Thailand memaksa Paes bekerja keras pada menit ke-57 dan menit ke-63, tetapi kiper bernomor punggung satu itu melakukan dua penyelamatan penting. Menit ke-78, Indonesia memastikan gelar lewat serangan balik cepat. Skor akhir 3-1. Total penguasaan bola sepanjang laga menjadi 51-49 untuk Indonesia, dengan delapan shots on target berbanding lima milik Thailand.

Paes dan Amat: Tembok Terakhir yang Jadi Simbol Euforia

Statistik individu keduanya mencerminkan peran besar dalam gelar ini. Paes mencatat lima penyelamatan di laga final dan hanya kebobolan satu gol dari situasi bola mati. Sepanjang turnamen, ia menorehkan tiga clean sheet. Sementara Amat menyelesaikan final dengan sembilan sapuan, tiga intersep, dan dua blok tendangan. Ia juga memenangi delapan duel udara dari sepuluh percobaan.

Yang membuat momen selepas laga begitu menarik, keduanya bukan pemain yang biasa merayakan dengan gestur besar. Paes dikenal tenang, Amat lebih sering memberi instruksi. Namun pada Senin malam itu, keduanya melepas emosi. Amat berlari lebih dulu, melompat ke arah tribun utara, disusul Paes yang mengangkat kedua tangan. Aksi mereka disambut sorakan yang terdengar hingga area mixed zone.

Kemenangan ini juga menjadi penutup turnamen yang bersih bagi Indonesia dari kartu merah. Sepanjang ASEAN Cup 2026, Indonesia hanya menerima sebelas kartu kuning dan tidak sekali pun bermain dengan sepuluh pemain. Satu gol Indonesia di laga final sempat dianulir VAR karena offside pada menit ke-67, tetapi keputusan itu tidak mengubah arah pertandingan.

Jalur Juara dan Makna Gelar di SUGBK

Perjalanan Indonesia menuju final tidak selalu mulus. Di fase grup, mereka menang dua kali, imbang sekali, dan lolos sebagai juara grup dengan selisih gol plus lima. Semifinal melawan Vietnam diselesaikan lewat agregat 4-2, termasuk kemenangan 2-0 di kandang. Konsistensi starting XI menjadi kunci. Pelatih hanya melakukan tiga perubahan personel dari fase grup hingga final, dan dua di antaranya karena akumulasi kartu kuning.

Gelar ini menjadi trofi ASEAN Cup kedua bagi Indonesia setelah edisi sebelumnya. Bagi Paes, yang baru memperkuat tim nasional dalam dua tahun terakhir, ini adalah trofi mayor pertamanya. Bagi Amat, yang sudah melewati lebih dari 20 penampilan internasional, laga final ini terasa seperti penutup siklus panjang.

"Kami tahu suporter sudah menunggu momen ini. Dua pemain kami berlari ke tribun bukan untuk pamer, tetapi karena mereka ingin berterima kasih," kata pelatih Timnas Indonesia dalam konferensi pers usai laga.

Dengan skor akhir 3-1, delapan shots on target, dan lima penyelamatan krusial dari Paes, final ini akan dikenang bukan hanya karena trofi, tetapi juga karena gambar dua pemain yang meninggalkan lapangan lebih cepat dari siapa pun demi menyapa tribun. Di GBK, euforia juara bergerak dari tengah lapangan ke pinggir stadion, dari kaki pemain ke tangan suporter.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User