Erick Thohir Peringatkan Timnas Fokus Lawan Vietnam Usai Gilas Kamboja

Jakarta — Laga pembuka Piala AFF 2026 menjadi panggung pesta gol bagi skuad Garuda. Timnas Indonesia sukses membantai Kamboja dengan skor telak 5-1 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utam...

Jul 28, 2026 - 09:53
0 0
Erick Thohir Peringatkan Timnas Fokus Lawan Vietnam Usai Gilas Kamboja

Jakarta — Laga pembuka Piala AFF 2026 menjadi panggung pesta gol bagi skuad Garuda. Timnas Indonesia sukses membantai Kamboja dengan skor telak 5-1 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam. Gol-gol tuan rumah dicetak oleh Ramadhan Sananta lewat dua gol di menit ke-12 dan 63, Marselino Ferdinan pada menit ke-23, Elkan Baggott melalui sundulan di menit 41, dan Muhammad Ferrari yang melengkapi pesta di menit ke-78. Kamboja hanya mampu memperkecil kedudukan melalui titik penalti yang dieksekusi Sieng Chanthea pada menit ke-56.

Dominasi Total Sejak Menit Awal

Sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit asal Uzbekistan, skuad asuhan Shin Tae-yong langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan membuat lini depan bergerak cair. Menit ke-12, kombinasi umpan satu-dua antara Pratama Arhan dan Marselino berhasil membongkar sisi kiri pertahanan Kamboja. Umpan tarik mendatar langsung disambar Ramadhan Sananta dengan tembakan first-time yang menghujam gawang tanpa bisa dihalau kiper Hul Kimhuy. Skor 1-0 membuat tensi permainan semakin tinggi. Penguasaan bola Indonesia mencapai 67% di sepanjang babak pertama, dengan 9 shots on target dari total 14 percobaan.

Kamboja mencoba membalas lewat skema serangan balik cepat, namun duet bek tengah Rizky Ridho dan Elkan Baggott tampil disiplin memotong aliran bola. Menit ke-23, Marselino Ferdinan menggandakan keunggulan lewat tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti yang melesat deras ke pojok kiri atas gawang. Gol spektakuler itu langsung membakar semangat puluhan ribu suporter yang memadati stadion. Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-41, Elkan Baggott menambah keunggulan melalui sundulan keras memanfaatkan sepak pojok yang dieksekusi Marc Klok. Babak pertama ditutup dengan skor 3-0.

Respons Kamboja dan Kebangkitan Singkat

Memasuki babak kedua, tim tamu mencoba memberikan tekanan lebih. Pelatih Kamboja Felix Dalmas memasukkan dua pemain sayap segar untuk meningkatkan daya gedor. Upaya tersebut membuahkan hasil saat menit ke-56, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi handsball di kotak terlarang oleh Rizky Ridho yang dianggap sengaja menghalau bola. Setelah peninjauan VAR, keputusan tetap diambil. Sieng Chanthea yang maju sebagai algojo sukses mengecoh kiper Nadeo Winata dan mengubah skor menjadi 3-1. Momentum itu sempat membuat Kamboja lebih percaya diri.

Namun, respons cepat ditunjukkan oleh Timnas Indonesia. Hanya berselang tujuh menit, umpan terobosan dari Ricky Kambuaya berhasil dituntaskan dengan sempurna oleh Ramadhan Sananta yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Sananta mencetak gol keduanya di laga ini, membawa skor menjadi 4-1. Menit ke-78, Muhammad Ferrari yang masuk sebagai pemain pengganti ikut mencatatkan nama di papan skor lewat tandukan memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor 5-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Statistik akhir menunjukkan total penguasaan bola Indonesia sebesar 65%, dengan 11 shots on target berbanding 3 milik tim tamu.

Peringatan Erick Thohir: Vietnam Lawan Sebenarnya

Kemenangan besar ini tak lantas membuat Ketua Umum PSSI Erick Thohir larut dalam euforia. Dalam keterangan resminya usai pertandingan, Erick justru mengingatkan skuad untuk segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Vietnam. Kami bersyukur atas kemenangan ini, tapi perjalanan masih panjang. Vietnam adalah tim kuat dengan organisasi permainan yang rapi. Saya minta seluruh pemain tidak terlena dan tetap rendah hati, ujar Erick. Vietnam sendiri sehari sebelumnya sukses mengalahkan Myanmar 3-0, menunjukkan performa solid di lini tengah dengan penguasaan bola mencapai 61% dan tak kebobolan satu pun gol yang berarti clean sheet perdana mereka di turnamen.

Erick menyoroti betapa pentingnya konsistensi di fase grup, terutama menghadapi tim-tim yang memiliki catatan head-to-head ketat seperti Vietnam. Pada Piala AFF edisi sebelumnya, Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam di semifinal lewat agregat 2-0. Kini dengan komposisi pemain yang lebih banyak diperkuat talenta muda serta pemain abroad, ada optimisme untuk membalikkan keadaan. Kita punya skuad dalam. Rotasi harus dijaga, tapi fokus dan mentalitas juara harus dimulai sejak sekarang, tambahnya.

Pelatih Shin Tae-yong juga menekankan pentingnya transisi cepat dari menyerang ke bertahan saat berjumpa Vietnam nanti. Berdasarkan data analisis tim pelatih, Vietnam memiliki kecepatan dalam membangun serangan balik melalui dua fullback yang rajin naik. Indonesia disarankan memanfaatkan sisi sayap untuk membuka ruang. Duel di lini tengah antara Marc Klok melawan Nguyen Quang Hai diprediksi akan menjadi kunci penguasaan ritme pertandingan. Dua kartu kuning yang diterima Jordi Amat dan Pratama Arhan di laga kontra Kamboja juga menjadi catatan khusus agar disiplin pertahanan tetap terjaga tanpa akumulasi pelanggaran.

Dengan modal tiga poin dan surplus gol +4, Indonesia kini duduk di peringkat kedua klasemen sementara Grup B di bawah Vietnam yang unggul selisih gol. Laga kontra Vietnam dijadwalkan pada Kamis malam pekan ini, dipastikan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kekuatan skuad Garuda di edisi Piala AFF kali ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User