Erick Thohir Pantau Seleksi Garuda Select untuk Piala Dunia U-17 2023

Ketua Umum PSSI Erick Thohir turun langsung memantau seleksi program Garuda Select di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/7/2023). Kehadiran

Jul 12, 2026 - 03:34
0 0
Erick Thohir Pantau Seleksi Garuda Select untuk Piala Dunia U-17 2023

Ketua Umum PSSI Erick Thohir turun langsung memantau seleksi program Garuda Select di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/7/2023). Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa federasi menaruh perhatian serius terhadap pembentukan skuad terbaik untuk menghadapi Piala Dunia U-17 2023 yang akan digelar di Indonesia pada November mendatang. Bersama Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, Erick mengamati dengan saksama performa puluhan pemain muda yang disaring dari Sabang hingga Merauke.

Persiapan Dini: Pemanasan dan Pengarahan Teknis

Pukul 06.45 WIB, rumput Stadion Madya mulai dipenuhi peserta seleksi yang mayoritas berusia 15-17 tahun. Mereka dikumpulkan dalam beberapa kelompok untuk menjalani sesi pemanasan yang dipimpin langsung oleh tim pelatih Garuda Select asal Inggris. Dennis Wise, yang terkenal dengan disiplin tinggi, sesekali turun ke tengah lapangan memberikan instruksi.

  1. Pukul 07.00 WIB – Seluruh peserta mengikuti latihan fisik dasar: passing pendek, koordinasi, dan small-sided games. Tim pencari bakat merekam setiap gerakan dengan kamera statis dan drone.
  2. Pukul 08.30 WIB – Erick Thohir tiba bersama jajaran direksi PSSI. Ia langsung menuju tribune VIP dan mengobrol intens dengan Dennis Wise, tampak membahas potensi beberapa pemain yang menonjol.
  3. Pukul 09.15 WIB – Seleksi memasuki fase permainan 11 lawan 11. Dua tim dibentuk secara acak untuk menguji kemampuan adaptasi, visi bermain, serta mental bertanding di hadapan para petinggi federasi.

Pemantauan Ketat di Tengah Cuaca Panas

Meski terik matahari Jakarta cukup menyengat, Erick Thohir enggan beranjak dari area pemantauan. Ia bahkan beberapa kali menunjuk pemain tertentu dan berdiskusi dengan asisten pelatih yang mendampinginya. Dalam sesi tanya jawab singkat dengan awak media, Erick menegaskan pentingnya program ini sebagai fondasi jangka panjang sepak bola Indonesia.

“Garuda Select bukan sekadar ajang mencari bakat instan untuk Piala Dunia U-17. Ini adalah investasi. Kami ingin membentuk karakter dan standar profesional sejak dini. Saya senang melihat semangat anak-anak ini, dan saya pastikan PSSI akan mendukung penuh jalur pengembangan yang terstruktur,” tegas Erick Thohir.

Di sisi lain, Dennis Wise memberikan catatan teknis bahwa seleksi kali ini mengutamakan pemain dengan kecerdasan taktikal dan kemampuan pengambilan keputusan cepat, dua aspek yang kerap menjadi celah di level yunior nasional. “Kami butuh pemain yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga paham kapan harus melepas bola, kapan harus melakukan overlap. Detail-detail inilah yang akan kami poles di pemusatan latihan selanjutnya,” ujar mantan gelandang Chelsea tersebut.

Sesi Akhir: Peluang Terbuka bagi Talenta Daerah

Seleksi berakhir pukul 11.00 WIB dengan sesi pendinginan sekaligus pengumuman pemain yang akan dipanggil ke tahap karantina. Dari total 120 peserta, hanya 35 nama yang akan mengikuti pemusatan latihan final. Menariknya, sebagian besar berasal dari akademi daerah seperti Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua, menandakan distribusi bakat yang kian merata. Erick menyempatkan diri menyalami satu per satu pemain yang terpilih, memberi motivasi ekstra untuk tetap rendah hati dan bekerja keras.

Dukungan penuh dari PSSI terhadap program Garuda Select diharapkan mampu mengulangi sukses pembinaan negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, yang telah menikmati hasil investasi usia dini. Dengan tuan rumah Piala Dunia U-17 di depan mata, momentum ini bukan sekadar tentang hasil akhir, melainkan titik awal regenerasi Garuda Muda yang berkelanjutan.