Endrick Debut Liga Champions, Rekor Baru Real Madrid Tercipta
Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas VfB Stuttgart pada matchday pertama Liga Champions 2024/2025 di Santiago Bernabeu, Rabu (18/09/2024) WIB. Namun angka itu bukan satu-satunya cerita. Momen paling ...
Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas VfB Stuttgart pada matchday pertama Liga Champions 2024/2025 di Santiago Bernabeu, Rabu (18/09/2024) WIB. Namun angka itu bukan satu-satunya cerita. Momen paling menyala datang dari seorang remaja 18 tahun yang baru saja menjejakkan kaki di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa: Endrick. Masuk sebagai pengganti, ia langsung menorehkan namanya di papan skor dan mencatatkan rekor gemilang bersama Los Blancos.
Jalannya Pertandingan: Ancaman Stuttgart dan Ketajaman Madrid
Sejak menit awal, Stuttgart bukan lawan yang datang untuk parkir bus. Formasi 4-2-3-1 yang diusung pelatih Sebastian Hoeness memberi tekanan tinggi ke lini belakang Madrid. Penguasaan bola babak pertama justru hampir seimbang, dengan Madrid mencatat 54 persen penguasaan bola berbanding 46 persen milik tamu. Stuttgart beberapa kali merepotkan lewat serangan sayap, tetapi clean sheet Madrid hanya pecah sekali di babak kedua.
Menit ke-23, Kylian Mbappe membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan terobosan. Tendangan kaki kanannya dari dalam kotak penalti tidak mampu dijangkau kiper Alexander Nubel. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Stuttgart membalas pada menit ke-68 melalui sundulan Deniz Undav yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid. Skor menjadi 1-1 dan Bernabeu sempat senyap.
Endrick Masuk, Rekor Langsung Tercipta
Menit ke-80, Carlo Ancelotti menarik Vinicius Junior dan memasukkan Endrick. Hanya berselang beberapa menit, tepatnya menit ke-83, pemain muda Brasil itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kanan gawang Stuttgart. Gol debut di Liga Champions itu membuat skor berubah 2-1 dan memecah keheningan stadion.
Catatan statistik menegaskan ketajaman Endrick: 100 persen shots on target dari satu-satunya percobaan yang ia lepaskan, dengan akurasi umpan mencapai 87 persen. Ia juga mencatatkan satu dribel sukses dan satu kali merebut bola di area pertahanan lawan. Gol itu menjadikannya pemain termuda Real Madrid yang mencetak gol pada debut Liga Champions dalam era modern, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang beberapa legenda muda klub.
Menit ke-90+5, Antonio Rudiger menutup pesta dengan gol ketiga setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Skor akhir 3-1. Total shots on target Madrid mencapai 7 dari 14 percobaan, sementara Stuttgart hanya mencatatkan 3 dari 9 tembakan.
Analisis Taktik: Peran Supersub dan Kedalaman Skuad Madrid
Ancelotti kembali membuktikan kelasnya dalam mengelola skuad. Starting XI Madrid pada laga itu memakai formasi 4-3-3 dengan Mbappe, Vinicius, dan Rodrygo di lini depan. Ketika Stuttgart mulai kelelahan dan ruang terbuka, masuknya Endrick menjadi kunci. Pergerakannya tanpa bola membuka celah di antara bek tengah dan bek sayap lawan, sementara eksekusi jarak jauhnya menunjukkan insting predator yang matang untuk ukuran pemain 18 tahun.
Di lini tengah, Federico Valverde dan Jude Bellingham bekerja keras menutup transisi Stuttgart. Bellingham mencatatkan 3 key passes dan 2 tekel sukses, meski tidak tercatat sebagai pemberi assist. Sementara itu, Stuttgart kehilangan momentum setelah gol Undav karena kelelahan fisik dan kurangnya opsi di bangku cadangan untuk mengimbangi intensitas Madrid di 15 menit terakhir.
"Endrick punya kualitas luar biasa. Dia tidak takut bermain di panggung besar. Gol itu adalah hadiah atas kerja kerasnya di latihan," ujar Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.
Dari kubu Stuttgart, Hoeness mengakui bahwa timnya kalah dalam duel individu di momen-momen krusial. "Kami bermain disiplin selama 80 menit, tetapi Madrid punya pemain yang bisa mengubah pertandingan dalam sekejap," katanya.
Implikasi bagi Persaingan Grup dan Masa Depan Endrick
Kemenangan ini menempatkan Real Madrid di puncak klasemen sementara Grup C dengan 3 poin dan selisih gol +2. Stuttgart harus segera bangkit karena matchday kedua akan menjadi penentu apakah mereka masih bisa bersaing di kompetisi ini. Bagi Endrick, laga ini adalah pernyataan keras: ia tidak datang ke Madrid hanya untuk duduk di bangku cadangan.
Dengan menit bermain yang terus bertambah, bukan tidak mungkin ia menjadi opsi utama Ancelotti di putaran krusial Liga Champions. Rekor demi rekor kini dalam jangkauan remaja yang baru saja mencetak gol pada debutnya. Bernabeu sudah menyaksikan lahirnya bintang baru, dan statistik berbicara lebih lantang daripada sekadar janji.
Comments (0)