Endrick Brace, Real Madrid ke Perempat Final Copa del Rey
Skor akhir 2-1 untuk Real Madrid atas Celta Vigo di babak 16 besar Copa del Rey, dan nama Endrick menjadi pusat perhatian. Pemain muda Brasil itu mencetak dua gol alias brace yang mengantar Los Blanco...
Skor akhir 2-1 untuk Real Madrid atas Celta Vigo di babak 16 besar Copa del Rey, dan nama Endrick menjadi pusat perhatian. Pemain muda Brasil itu mencetak dua gol alias brace yang mengantar Los Blancos melaju ke perempat final. Menit ke-18, Endrick membuka keunggulan setelah menerima assist dari sisi kanan. Celta Vigo sempat menyamakan kedudukan lewat gol penyama di menit ke-54, tetapi Endrick kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-71. Dengan dua gol ini, totalnya musim ini sudah mencapai 4 gol, sebuah catatan yang membuat posisinya semakin kuat di lini serang Real Madrid.
Babak Pertama: Dominasi Real Madrid dan Keunggulan Cepat
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Real Madrid langsung mengambil inisiatif. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih membuat penguasaan bola Los Blancos mencapai 63 persen di 45 menit pertama. Celta Vigo bermain dengan starting XI yang lebih defensif, mengandalkan serangan balik cepat. Namun, pressing tinggi Madrid membuat Celta kesulitan keluar dari tekanan.
Menit ke-18, gol pembuka lahir. Umpan terobosan dari lini tengah menemukan Endrick yang berlari di belakang bek. Tanpa ragu, ia melepaskan tendangan kaki kiri ke sudut jauh gawang. Kiper Celta Vigo tidak mampu menjangkau bola. Shots on target Madrid di babak pertama tercatat 5 dari 8 percobaan, sementara Celta hanya 1 dari 3. Kartu kuning pertama diberikan kepada pemain Celta pada menit ke-33 setelah pelanggaran keras di tengah lapangan. Hingga turun minum, skor 1-0 bertahan untuk Madrid.
Babak Kedua: Celta Bangkit, Endrick Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, Celta Vigo mengubah pendekatan. Mereka menaikkan garis pertahanan dan lebih agresif dalam duel. Menit ke-54, upaya mereka membuahkan hasil. Sebuah umpan silang dari sisi kiri disambut sundulan yang tidak mampu diantisipasi kiper Madrid. Skor menjadi 1-1. Momentum sempat berpindah, dan penguasaan bola Celta naik menjadi 45 persen di 15 menit awal babak kedua.
Namun, Real Madrid tidak tinggal diam. Pelatih memasukkan pemain segar untuk menambah kreativitas di lini tengah. Menit ke-71, Endrick kembali menjadi pembeda. Menerima bola di tepi kotak penalti, ia melewati satu bek dengan gerakan cepat, lalu melepaskan tembakan mendatar yang tidak bisa dijangkau kiper. Brace tercipta, skor 2-1 untuk Madrid. VAR sempat memeriksa potensi offside, tetapi gol dinyatakan sah. Shots on target Madrid berakhir dengan 9 dari 15 percobaan, sedangkan Celta 4 dari 9.
"Endrick menunjukkan kematangan di depan gawang. Dua gol itu bukan kebetulan, dia bekerja keras di latihan," ujar pelatih Real Madrid dalam konferensi pers usai laga.
Statistik Kunci dan Jalan ke Perempat Final
Kemenangan ini membawa Real Madrid ke perempat final Copa del Rey. Clean sheet memang tidak tercipta, tetapi efektivitas serangan menjadi kunci. Endrick kini mengoleksi 4 gol di semua kompetisi musim ini, meski tidak selalu menjadi pilihan utama. Assist untuk gol pertamanya datang dari pemain sayap yang aktif bergerak di ruang sempit. Kartu kuning total dalam laga ini mencapai 4, dua untuk masing-masing tim. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan wasit.
Dari sisi taktik, Real Madrid bermain dengan formasi yang fleksibel. Saat menyerang, bek sayap naik tinggi sehingga menciptakan keunggulan jumlah di lini tengah. Celta Vigo berusaha menutup ruang dengan formasi 4-4-2 yang rapat, tetapi konsentrasi mereka buyar di momen-momen krusial. Penguasaan bola akhir pertandingan tercatat 61 persen untuk Madrid dan 39 persen untuk Celta. Shots on target menjadi bukti dominasi: 9 berbanding 4.
Selebrasi emosional Endrick setelah gol kedua menjadi sorotan. Ia berlari ke arah bangku cadangan dan memeluk staf pelatih. Momen itu menunjukkan betapa berharganya kesempatan bermain bagi pemain muda ini. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia mendapat menit bermain lebih banyak di fase berikutnya. Real Madrid selanjutnya akan menunggu undian perempat final, sementara Celta Vigo harus menerima kenyataan tersingkir di kandang sendiri.
Bagi Madrid, laga ini juga menjadi ajang rotasi yang berhasil. Beberapa pemain inti diistirahatkan, tetapi kualitas skuad tetap terjaga. Brace Endrick adalah bukti bahwa kedalaman skuad Los Blancos mampu bersaing di beberapa kompetisi sekaligus. Copa del Rey menjadi jalur realistis untuk menambah trofi musim ini. Namun, ujian sesungguhnya baru akan datang di perempat final, ketika lawan-lawan tangguh mulai bermunculan. Jika Endrick terus menunjukkan ketajaman, posisinya sebagai penyerang masa depan Real Madrid semakin sulit digeser.
Comments (0)