Eddy Soeparno Bicara Peluang RI Jadi Pusat Penyimpanan Karbon Terbesar di Asia-Pasifik
Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki modal strategis untuk menjadi carbon storage hub atau pusat penyimpanan karbon terbesar
Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki modal strategis untuk menjadi carbon storage hub atau pusat penyimpanan karbon terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian London Climate Week 2026 yang digelar di Imperial College London, Inggris. Media kami melaporkan langsung dari forum bergengsi yang dihadiri oleh akademisi, pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan internasional tersebut.
Dalam sesi Fireside Chat sebagai narasumber utama, Eddy menekankan bahwa dekarbonisasi di Asia-Pasifik tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas negara diperlukan untuk mencapai target penurunan emisi. Indonesia, dengan potensi geologis yang besar, dapat menjadi solusi bagi negara-negara industri yang membutuhkan tempat penyimpanan karbon aman dan berkelanjutan.
Potensi Geologis dan Peran Strategis
Eddy menjelaskan bahwa Indonesia dianugerahi formasi batuan yang cocok untuk carbon capture and storage (CCS). Wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Laut Jawa memiliki lapisan saline aquifer yang sangat potensial. "Indonesia bisa menampung emisi karbon dari negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Singapura, sambil kita sendiri mempercepat transisi energi," ujar Eddy. Media kami mencatat, ia menyebutkan angka perkiraan kapasitas penyimpanan mencapai ratusan miliar ton CO2.
"Kita harus melihat peluang ini secara komprehensif. Carbon storage bukan hanya soal mengubur karbon, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan," kata Eddy dalam sesi tersebut.
Dukungan Regulasi dan Investasi
Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya kepastian regulasi untuk menarik investasi di sektor CCS. Pemerintah Indonesia telah menerbitkan sejumlah regulasi, namun Eddy mendorong percepatan penyusunan peraturan turunan agar proyek-proyek CCS dapat segera berjalan. "Regulasi yang transparan dan insentif investasi akan membuat Indonesia semakin kompetitif," tegasnya. Forum London Climate Week juga menjadi ajang diskusi mengenai kendala-kendala teknis dan komersial.
Menurut laporan media kami, beberapa investor dari Timur Tengah dan Eropa menunjukkan ketertarikan untuk mendanai proyek CCS di Indonesia. Eddy menanggapi positif dan berharap kerjasama internasional akan mengakselerasi target Indonesia menjadi pusat penyimpanan karbon regional.
Dengan demikian, Indonesia tidak hanya memainkan peran penting dalam agenda dekarbonisasi global, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui jasa penyimpanan karbon. Perhatian kini tertuju pada langkah konkret pemerintah dan dukungan parlemen untuk mewujudkan visi tersebut.
Comments (0)