Duo Suyasri-Moore Ukir Kejayaan di Kategori Beregu The Indonesia Pro-Am 2026

Skor akhir 20 under par. Angka itulah yang akhirnya mengukir nama Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore dari Indonesia sebagai juara kategori beregu The Indonesia Pro-Am 2026. Trofi it...

Aug 28, 2026 - 13:40
0 0
Duo Suyasri-Moore Ukir Kejayaan di Kategori Beregu The Indonesia Pro-Am 2026

Skor akhir 20 under par. Angka itulah yang akhirnya mengukir nama Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore dari Indonesia sebagai juara kategori beregu The Indonesia Pro-Am 2026. Trofi itu dipastikan lewat satu putt birdie yang menggelinding tenang di green terakhir — momen yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari galeri penonton yang memadati sekeliling putting green sejak pagi.

Keunggulan dua pukulan menjadikan putt penutup tersebut nyaris menjadi formalitas, namun ekspresi lega kedua pemain justru memperlihatkan betapa berat perjalanan mereka sepanjang empat hari turnamen. Angin kencang di siang hari menguji akurasi tee shot, sementara greens yang cepat membuat setiap keputusan putt menjadi perhitungan serius antara keberanian dan kesabaran.

Dominasi Sejak Putaran Pembuka

Duo lintas negara ini sesungguhnya telah memberi sinyal bahaya sejak putaran pembuka. Suyasri tampil dingin dengan iron play yang presisi, rutin menempatkan bola dalam jarak makmur dari pin, sementara Moore menjadi motor serangan lewat putter yang luar biasa panas. Hasilnya, kombinasi Thailand-Indonesia itu mencatat total 24 birdie sepanjang turnamen — angka tertinggi dibandingkan seluruh tim peserta kategori beregu.

Bermain dalam format better ball, keduanya saling menutupi dengan disiplin luar biasa. Ketika satu pemain tersandung kesulitan, pasangannya hadir menyelamatkan skor. Formasi semacam ini menuntut komunikasi intensif di setiap hole, dan justru di sanalah kekuatan terbesar mereka berada: Suyasri berperan sebagai anchor yang menstabilkan permainan, sementara Moore tampil sebagai finisher yang berani mengambil risiko pada momen-momen kunci.

Drama Putaran Penentuan

Putaran final menyajikan drama yang layak dikenang. Di hole ke-12, Moore mengguncang papan skor lewat chip-in eagle dari tepi green — pukulan spektakuler yang langsung memompa momentum timnya. Tekanan kemudian berpindah ke rival terdekat yang mulai kehilangan ritme; satu bola jatuh ke hazard air memaksa mereka menerima penalti satu pukulan, celah yang langsung dimanfaatkan pasangan Suyasri-Moore untuk melebar. Wasit lapangan bahkan terpaksa memberikan peringatan pace of play kepada tim pesaing di hole ke-15, tanda betapa tekanan judul mulai memakan mental lawan.

Momen paling manis datang di hole ke-16. Tee shot Moore melambung 280 yard tepat di tengah fairway, membuka jalan bagi Suyasri mengirim approach yang berhenti satu meter dari pin — semacam assist sempurna yang dikonversi menjadi birdie tanpa drama. Statistik putaran final mencerminkan dominasi nyata: 78 persen fairway hit, 82 persen green in regulation, serta rata-rata 28,3 putt per putaran. Lebih mengesankan, putaran penentuan mereka berjalan tanpa satu pun bogey — clean sheet versi golf yang menegaskan ketahanan mental di bawah tekanan judul.

Kimia Dua Bendera di Atas Green

Keberhasilan pasangan ini tak lepas dari pembagian peran yang matang. Suyasri, dengan pengalaman tur regionalnya, unggul dalam manajemen lapangan: ia jarang tergoda mengambil risiko berlebihan dan konsisten memilih jalur aman. Moore justru sebaliknya — pemain Indonesia ini berani menyerang pin kapan pun jaraknya masuk hitungan. Perpaduan kehati-hatian dan keberanian itu membuat lawan sulit membaca pola permainan mereka sepanjang empat putaran.

“Kami saling percaya sejak practice round. Ia tahu kapan harus tenang, saya tahu kapan harus menyerang,” ujar Suyasri usai menerima trofi. Moore menambahkan bahwa dukungan suporter di galeri menjadi bahan bakar tambahan, terutama pada putaran penentuan ketika selisih skor sempat sesempit satu pukulan.

Warisan dan Sinyal ke Masa Depan

Bagi golf Indonesia, gelar ini menyimpan makna lebih dalam. Keberhasilan Moore berdiri di panggung tertinggi bersama rekan dari Thailand menunjukkan bahwa pemain lokal mampu bersaing di level tertinggi ketika berkolaborasi dalam ekosistem turnamen internasional. Format Pro-Am yang mempertemukan profesional dan amatir dalam satu kompetisi juga terbukti menciptakan atmosfer kompetitif sekaligus festif, membuat empat hari pertandingan berlangsung tanpa satu pun kursi kosong di area galeri.

Sementara itu, nama Suyasri-Moore akan dikenang lewat konsistensi: empat putaran penuh birdie, minim kesalahan, dan keberanian mengambil keputusan tepat di momen paling menentukan. Kedua pemain itu bahkan sudah mengonfirmasi akan kembali berpasangan pada edisi berikutnya — pengumuman yang pasti membuat rival-rival mereka mulai menyusun strategi lebih awal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User