Maybank Marathon 2026: Program Jejak Hijau Resmi Diserahkan ke Desa Sanding

Momen besar Maybank Marathon 2026 ternyata terjadi sebelum tembakan start dibunyikan. Pada Maybank Marathon Sustainability Day yang digelar di Piduh Charity Cafe, Gianyar, Bali, 21 Agustus 2026, dukun...

Aug 23, 2026 - 22:54
0 0
Maybank Marathon 2026: Program Jejak Hijau Resmi Diserahkan ke Desa Sanding

Momen besar Maybank Marathon 2026 ternyata terjadi sebelum tembakan start dibunyikan. Pada Maybank Marathon Sustainability Day yang digelar di Piduh Charity Cafe, Gianyar, Bali, 21 Agustus 2026, dukungan program jejak hijau resmi diserahkan kepada Desa Sanding. Ini semacam assist terindah musim ini: alih-alih mencetak gol sendiri, Maybank Indonesia memilih mengoper peluang kepada penerima yang tepat. Kompyang Ambarayusa, Kepala Desa Sanding, hadir langsung menerima dukungan tersebut. Sinyalnya jelas — babak baru lari konservasi di Bali akan digarap serius, bukan sekadar seremoni.

Penyerahan dilakukan dua figur kunci: Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia, bersama Budhi Dyah Sitawati, Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia. Mereka tidak datang sendirian. Friska Sinuraya, Direktur Operasional World Research Institute, turut mendampingi sebagai saksi sekaligus mitra teknis. Jika dibaca seperti formasi, susunannya 2-1-1: dua penggerak, satu pendamping, satu penerima. Starting XI kolaborasi tiga lapis — korporasi, yayasan, dan lembaga riset lingkungan — jarang terlihat segaris di ajang lari nasional.

Babak Pembuka: Sustainability Day Jadi Garis Start

Sejak menit pertama acara, nuansa Gianyar terasa berbeda dari ajang lari pada umumnya. Piduh Charity Cafe yang menjadi lokasi bukan sekadar tempat seremonial; namanya sendiri membawa misi berbagi. Di sinilah Maybank Marathon menegaskan bahwa ajang lari bukan cuma soal catatan waktu, melainkan juga soal warisan untuk masyarakat di sepanjang lintasan. Para pemangku kepentingan duduk satu meja membedah langkah-langkah program jejak hijau: apa yang akan ditanam, dijaga, dan dirawat pascabalapan.

Menit ke-30 acara berlangsung, momen yang ditunggu tiba. Maria Trifanny Fransiska dan Budhi Dyah Sitawati melangkah menyerahkan dukungan program kepada Kompyang Ambarayusa. Tidak ada teriakan penonton seperti di stadion, tetapi tepuk tangan hadirin cukup menggambarkan arti momen ini. Kehadiran Friska Sinuraya memperkuat kredibilitas program: World Research Institute, yang selama ini berkutat pada data lingkungan, akan ikut memastikan setiap langkah program terukur dan tidak sekadar wacana.

Analisis Taktik: Mengapa Desa Sanding Menjadi Target Assist?

Dalam sepak bola, assist terbaik adalah umpan yang tepat sasaran. Dalam konteks ini, Desa Sanding adalah sasaran tembak yang nyaris sempurna. Terletak di kawasan Gianyar, desa ini berada di jantung kawasan yang kerap dilintasi para pelari Maybank Marathon. Dukungan program jejak hijau diarahkan langsung ke kebutuhan desa — shots on target yang menyasar isu paling konkret: bagaimana ajang lari internasional bisa meninggalkan manfaat nyata bagi warga lokal, bukan hanya jejak kaki ribuan pelari.

Peran World Research Institute di sini layak dicermati. Sebagai lembaga riset, mereka menjadi semacam VAR: memastikan setiap klaim keberlanjutan bisa diverifikasi lewat data. Ini sejalan dengan tren lari global, di mana penyelenggara maraton besar mulai berani membuka buku mereka soal jejak karbon, sampah, dan dampak sosial. Maybank Marathon 2026 jelas tidak ingin tertinggal di lintasan keberlanjutan.

Jalannya Laga: Tiga Gol yang Diburu Program Jejak Hijau

Program ini sesungguhnya memburu hat-trick. Gol pertama: lingkungan, lewat pengelolaan sampah dan pelestarian kawasan hijau di sekitar lintasan. Gol kedua: sosial, lewat keterlibatan warga Desa Sanding dalam ekosistem penyelenggaraan. Gol ketiga: ekonomi, lewat peluang usaha lokal yang ikut menggeliat saat ribuan pelari membanjiri Gianyar. Tiga gol itu hanya bisa terjadi jika semua pihak menjaga penguasaan — penguasaan emisi, penguasaan sampah, dan penguasaan dampak — sepanjang balapan berlangsung.

Ada pula aturan ketat yang perlu dijaga. Jika program ingin mengklaim clean sheet — nol dampak negatif bagi lingkungan — maka setiap pelanggaran harus diberi kartu kuning lebih awal. Evaluasi berkala menjadi wasitnya. Program juga tidak boleh berjalan offside dari kebutuhan warga: dukungan yang diserahkan hari ini harus terasa manfaatnya jauh setelah garis finis dirobek pelari terakhir. Di sinilah peran pendampingan teknis menjadi penentu.

Lari boleh kencang, tetapi jejak karbon tidak boleh ikut balapan. Itulah misi yang dipegang teguh program jejak hijau Maybank Marathon 2026: meninggalkan lebih banyak manfaat daripada sekadar jejak sepatu di aspal Bali.

Menuju Hari-H: Waktu Membuktikan Semua

Seremoni penyerahan di Piduh Charity Cafe hanyalah kilometer pertama dari lintasan panjang. Pertanyaan besarnya kini bergulir: seberapa jauh program jejak hijau benar-benar berjalan saat Maybank Marathon 2026 memasuki hari perlombaan? Publik akan menilai dari bukti di lapangan — jumlah sampah yang berkurang, kawasan hijau yang terjaga, dan warga desa yang merasakan dampak ekonomi.

Untuk Maybank Indonesia, Yayasan Maybank Indonesia, dan World Research Institute, tantangan justru dimulai setelah kamera berhenti merekam. Desa Sanding kini memegang bola; dukungan yang diterima harus dieksekusi menjadi gol nyata. Skor akhir program ini belum bisa dihitung hari ini. Namun satu hal sudah pasti: Maybank Marathon 2026 sudah mencetak gol pertama — gol kepercayaan — jauh sebelum pelari tercepat menembus garis finis di Bali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User