Oct 22, 2026
Olahraga

Dua Pembalap AHM Siap Tempur di IM4AC 2026 Mandalika

LOMBOK, Beritainti — Pertamina Mandalika International Circuit kembali menjadi medan pertempuran. Dua pembalap binaan Astra Honda Motor, Resky Yusuf dengan nomor start #22 dan Bintang Pranata Sukma ...

Dua Pembalap AHM Siap Tempur di IM4AC 2026 Mandalika

LOMBOK, Beritainti — Pertamina Mandalika International Circuit kembali menjadi medan pertempuran. Dua pembalap binaan Astra Honda Motor, Resky Yusuf dengan nomor start #22 dan Bintang Pranata Sukma dengan nomor #3, memastikan diri turun di seri keempat Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 yang digelar pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Nusa Tenggara Barat.

Kepastian ini menjadi titik penting dalam peta persaingan kelas Moto4 Asia, di mana sirkuit sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan tersebut dikenal sebagai salah satu trek paling teknis di kawasan Asia Tenggara. Kombinasi tikungan cepat di sektor pertama dan pengereman keras di tikungan 10 kerap menjadi penentu siapa yang layak naik podium.

Rekam Jejak Singkat Menuju Mandalika

Resky Yusuf, yang mengenakan nomor #22, merupakan salah satu nama yang mulai diperhitungkan di lintasan IM4AC. Karakter balapnya yang agresif dalam mengambil racing line di tikungan masuk membuatnya sering menempel ketat rival-rival di depan. Meski data statistik resmi per seri belum dirilis lengkap, konsistensinya menyelesaikan balapan tanpa kendala teknis menjadi modal berharga menuju Mandalika.

Di sisi lain, Bintang Pranata Sukma dengan nomor #3 tampil sebagai pembalap yang lebih sabar dalam membangun ritme. Pendekatan bertahap di awal balapan, lalu meningkatkan tempo di lima lap terakhir, menjadi ciri khas yang melekat pada gaya membalapnya. Kombinasi dua karakter berbeda ini justru memberi AHM dua opsi strategi berbeda dalam satu akhir pekan balapan.

Baik Resky maupun Bintang merupakan produk pembinaan yang ditempa melalui jenjang balap nasional sebelum menembus kompetisi regional. Jalur pembinaan berkelanjutan ini memungkinkan keduanya beradaptasi lebih cepat dengan regulasi teknis IM4AC, termasuk standar mesin tunggal dan pengaturan sasis yang berlaku seragam untuk semua peserta.

Analisis Trek: Kenapa Mandalika Jadi Ujian Sesungguhnya

Pertamina Mandalika International Circuit menuntut pembalap menguasai tiga hal sekaligus: keberanian di tikungan cepat, presisi saat pengereman, dan manajemen ban jangka panjang. Panjang lintasan 4,3 km dengan 17 tikungan membuat setiap kesalahan berpotensi memakan waktu lebih dari satu detik per lap.

Sektor pertama menyajikan rangkaian tikungan mengalir yang menuntut throttle control halus. Sektor kedua menjadi wilayah kerja keras mesin dengan akselerasi panjang menuju tikungan 10, titik pengereman paling krusial di seluruh sirkuit. Sektor terakhir, dengan kombinasi tikungan lambat dan cepat, sering menjadi tempat terjadinya overtaking bersih maupun insiden kontak antar pembalap.

Bagi Resky, karakter trek ini cocok dengan gaya menyerangnya sejak lap pembuka. Kemampuan late braking di tikungan 10 bisa menjadi senjata untuk mengambil posisi. Namun risiko tergelincir akibat masuk terlalu dalam tetap harus diwaspadai, terutama saat lintasan masih dingin di sesi latihan bebas pertama.

Untuk Bintang, sirkuit ini lebih menuntut kesabaran. Strategi menyimpan tenaga ban belakang hingga paruh kedua balapan bisa menguntungkan, mengingat suhu aspal Mandalika yang tinggi di siang hari. Jika mampu menjaga konsistensi lap time di kisaran kompetitif, bukan tidak mungkin ia mencuri posisi di lap-lap akhir.

Peta Persaingan dan Faktor Teknis

Kelas Moto4 Asia Cup dikenal sebagai ajang pembuktian pembalap muda karena regulasi teknis yang menekankan kesetaraan perangkat. Artinya, faktor pembalap dan strategi tim menjadi pembeda utama. Dalam konteks ini, kualitas starting XI tidak berlaku, melainkan kecepatan reaksi saat lampu hijau menyala dan kemampuan membaca kondisi lintasan lap demi lap.

Beberapa hal teknis yang wajib diperhatikan jelang seri keempat:

1. Manajemen ban. Dengan format balapan yang menuntut daya tahan, pemilihan kompon dan waktu pergantian jika ada balapan basah menjadi kunci. Mandalika kerap diguyur hujan sore hari, sehingga tim wajib menyiapkan setup basah dan kering secara paralel.

2. Setup suspensi. Tikungan cepat sektor satu membutuhkan suspensi yang stabil, sementara tikungan lambat menuntut kemampuan menyerap guncangan dengan baik. Kompromi setup menjadi pekerjaan rumah bagi mekanik.

3. Start dan posisi grid. Kualifikasi menjadi penentu. Posisi start di baris depan sangat berharga karena overtaking di Mandalika relatif sulit dilakukan tanpa risiko kontak.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah aspek mental. Tekanan tampil di hadapan publik sendiri bisa menjadi pisau bermata dua. Dukungan suporter bisa menjadi energi tambahan, tetapi ekspektasi tinggi juga berpotensi mengganggu fokus, terutama di sesi kualifikasi yang hanya memberi satu kesempatan terbaik.

Jadwal dan Harapan

Rangkaian balapan seri keempat IM4AC 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari 9 hingga 11 Oktober 2026. Sesi latihan bebas, kualifikasi, dan balapan akan tersaji di lintasan yang sama. Setiap tim dipastikan menyiapkan strategi matang, termasuk simulasi balapan jarak penuh pada sesi latihan kedua.

Bagi kedua pembalap binaan AHM, target realistis adalah finis di zona poin dan memperbaiki posisi di klasemen. Namun dalam balap muda yang serba cepat berubah, kesempatan naik podium selalu terbuka lebar, terutama jika keduanya mampu menjaga clean sheet dari insiden dan menyelesaikan balapan tanpa penalti.

Skor akhir memang belum bisa diprediksi sebelum lampu start menyala. Tetapi satu hal yang pasti: Mandalika akan kembali menjadi panggung bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level Asia. Resky Yusuf dan Bintang Pranata Sukma siap menuliskan babak baru dalam perjalanan karier mereka di atas aspal Nusa Tenggara Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User