Liga Universitas 2026: UI Juara Setelah Drama Adu Penalti Melawan ITB

Skor akhir 2-2 (4-2 adu penalti). Ya, Anda tidak salah membaca. Final Liga Universitas 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (23/8/2026) malam, berubah menjadi panggung drama yang membuat ri...

Aug 24, 2026 - 11:46
0 0
Liga Universitas 2026: UI Juara Setelah Drama Adu Penalti Melawan ITB

Skor akhir 2-2 (4-2 adu penalti). Ya, Anda tidak salah membaca. Final Liga Universitas 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (23/8/2026) malam, berubah menjadi panggung drama yang membuat ribuan penonton duduk di ujung kursi. Universitas Indonesia (UI) keluar sebagai juara setelah menaklukkan Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat drama adu penalti yang menegangkan. Sepanjang 120 menit, penguasaan bola nyaris berimbang — UI 51 persen, ITB 49 persen — tetapi intensitas serangan justru lebih tajam dari kubu Bandung di babak pertama.

Menit ke-23 menjadi titik balik pertama laga. Berawal dari skema serangan balik cepat, winger ITB, Fajar Ramadhan, menerima umpan terobosan dari Rizky Hidayat dan melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper UI, Arga Wibowo. 1-0 untuk ITB. Stadion sempat hening, tetapi anak asuh Hendra Gunawan tidak butuh waktu lama untuk membalas. Menit ke-38, kapten sekaligus striker UI, Raka Pratama, menuntaskan assist cantik Bima Sanjaya dengan sundulan keras ke pojok gawang. Skor berubah 1-1 menjelang turun minum.

Babak Pertama: Kejutan Formasi ITB dan Gol yang Dianulir VAR

Keputusan pelatih ITB, Surya Wijaya, menurunkan formasi 3-5-2 di starting XI menjadi kejutan tersendiri. Berbeda dengan UI yang tampil dengan 4-3-3, ITB menumpuk lini tengah untuk menguasai ritme permainan. Hasilnya terlihat: penguasaan bola babak pertama mencapai 58 persen untuk ITB, dengan lima tembakan dan dua shots on target.

Namun keunggulan penguasaan bola tidak berbuah gol tambahan. Menit ke-31, Fajar kembali membobol gawang Arga, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena offside — Fajar terbukti setengah badan di belakang garis pertahanan terakhir UI. Menit ke-41, gelandang UI, Galih Ramadhan, menerima kartu kuning pertama laga setelah menjegal pergerakan Rizky Hidayat di tengah lapangan. ITB menutup babak pertama dengan frustrasi: mendominasi tetapi hanya unggul satu gol selama 15 menit.

Babak Kedua: UI Membalik Keadaan dan Gol Penyeimbang Menit 84

Babak kedua menjadi milik UI. Hendra Gunawan mengubah instruksi: pressing tinggi sejak menit awal dan sayap yang lebih melebar. Menit ke-67, tekanan itu membuahkan hasil. Bima Sanjaya, yang tampil luar biasa sebagai playmaker, mengirim umpan silang presisi ke kotak penalti, dan Raka Pratama kembali menanduk bola masuk. 2-1 untuk UI — gol keduanya malam itu, dengan assist kedua dari Bima.

ITB tidak menyerah. Surya Wijaya memasukkan dua pemain fresh di menit ke-70 dan langsung mengubah wajah serangan. Menit ke-84, giliran bek sayap ITB, Dimas Aditya, yang melepaskan roket dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur tiang sebelum masuk. 2-2. Skor bertahan hingga 90 menit, lalu 30 menit tambahan waktu tanpa gol tambahan meski kedua tim sama-sama mencatatkan peluang emas. Total shots on target sepanjang laga: UI 7, ITB 6 — angka yang membuktikan betapa ketatnya pertarungan ini.

Analisis Pemain: Raka Pratama, Mesin Gol yang Menentukan

Raka Pratama menutup turnamen sebagai top scorer Liga Universitas 2026 dengan enam gol dari tujuh pertandingan. Malam ini ia mencetak dua gol lewat sundulan — bukti naluri striker kelas atas dalam duel udara melawan dua bek tengah ITB yang rata-rata lebih tinggi darinya. Jika sebelumnya penampilannya sempat dipertanyakan karena belum pernah mencetak hat-trick di level universitas, final ini adalah jawaban paling tegas.

Di sisi lain, Arga Wibowo layak mendapat sorotan. Kiper UI itu mencatat tiga penyelamatan penting di babak kedua dan menjadi pahlawan di adu penalti: dua tendangan ITB berhasil ditepisnya. Menariknya, sepanjang turnamen Arga hanya mencatat satu clean sheet — di babak semifinal melawan Universitas Airlangga — tetapi penampilannya justru naik di momen paling besar.

"Adu penalti selalu seperti lotere, tetapi malam ini kami pantas menang karena kami lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Statistik penguasaan bola boleh milik mereka, gelar juara milik kami," ujar Hendra Gunawan usai pertandingan.

Statistik Lengkap Final Liga Universitas 2026

Secara agregat, penguasaan bola akhir: UI 51 persen, ITB 49 persen. Total tembakan UI 16 berbanding 14 milik ITB, sementara tendangan sudut 8-6 untuk UI. Pelanggaran tercipta 21 kali dengan empat kartu kuning (dua untuk masing-masing tim) dan tanpa kartu merah — pertarungan sengit tetapi tetap sportif. Offside tercatat tiga kali untuk UI dan satu untuk ITB, termasuk gol Fajar yang dianulir VAR.

Dengan hasil ini, UI mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru sepak bola kampus. Ini gelar kedua mereka dalam tiga edisi Liga Universitas, sekaligus pembalasan atas kekalahan di final edisi 2024. Sementara bagi ITB, kekalahan ini terasa pahit — mereka memimpin dua kali dan kalah di titik penalti — tetapi performa sepanjang turnamen membuktikan mereka layak kembali difavoritkan pada musim depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User