Drama 2-2 di Turf Moor, Tottenham Gagal Bawa Pulang Tiga Poin

Skor akhir 2-2 di Turf Moor, Sabtu malam, 24 Januari 2026, meninggalkan rasa pahit bagi Tottenham Hotspur. Sempat berbalik unggul 2-1 pada babak kedua, pasukan London utara dipaksa gigit jari setelah ...

Aug 09, 2026 - 11:50
0 0
Drama 2-2 di Turf Moor, Tottenham Gagal Bawa Pulang Tiga Poin

Skor akhir 2-2 di Turf Moor, Sabtu malam, 24 Januari 2026, meninggalkan rasa pahit bagi Tottenham Hotspur. Sempat berbalik unggul 2-1 pada babak kedua, pasukan London utara dipaksa gigit jari setelah Burnley menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Bek Argentina bernomor punggung 17, Cristian Romero, tampak melambaikan tangan kepada suporter tandang saat meninggalkan lapangan — gestur apresiasi sekaligus kekecewaan dari sang jenderal lini belakang yang tampil nyaris sempurna sepanjang 90 menit.

Babak Pertama: Burnley Mengejutkan, Spurs Merespons

Tottenham membuka laga dengan formasi 4-3-3, mengandalkan penguasaan bola sebagai senjata utama. Namun justru tuan rumah yang mencuri inisiatif. Menit ke-15, umpan silang dari sisi kanan disambut tandukan keras yang merobek jala Guglielmo Vicario — Turf Moor meledak, Burnley unggul 1-0. Spurs tidak panik. Mereka menggulirkan bola dengan sabar, mencatatkan penguasaan bola 61 persen di 45 menit pertama. Kesabaran itu terbayar menit ke-34: James Maddison mengirim umpan terobosan brilian yang membelah dua bek Burnley, dan Dominic Solanke menuntaskannya dengan sepakan mendatar ke sudut bawah gawang. Assist kelima Maddison musim ini mengubah skor menjadi 1-1. Hingga jeda, Spurs melepaskan 4 shots on target berbanding 2 milik tuan rumah.

Babak Kedua: Berbalik Unggul, Petaka di Menit Akhir

Interval menjadi momentum kebangkitan total Spurs. Menit ke-58, Son Heung-min menusuk dari sayap kiri sebelum melepas umpan cut-back yang disambar Dejan Kulusevski dengan tendangan first-time — 2-1 untuk tim tamu. Kombinasi Son-Kulusevski kembali membuktikan kelasnya sebagai salah satu duo paling produktif di Liga Inggris musim ini. Tottenham tampak mengendalikan permainan, namun Burnley menolak menyerah. Tekanan demi tekanan lewat bola mati akhirnya membuahkan hasil menit ke-84: sepak pojok disundul masuk ke gawang Vicario, membuat skor kembali imbang 2-2. Wasit sempat mengecek VAR untuk dugaan pelanggaran di kotak penalti, namun gol dinyatakan sah. Statistik akhir mencatat Spurs unggul penguasaan bola 63 persen dan shots on target 7 berbanding 4 — angka yang tak berarti apa-apa tanpa tiga poin.

Romero: Benteng Argentina yang Nyaris Sempurna

Di tengah kekecewaan kolektif, Cristian Romero layak diganjar predikat pemain terbaik Spurs malam itu. Bek tengah berusia 27 tahun tersebut membukukan 8 clearance, 4 tekel sukses, dan akurasi umpan 92 persen. Ia memenangkan 6 dari 7 duel udara dan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lini depan Burnley sepanjang laga. Satu-satunya noda adalah kartu kuning yang diterimanya menit ke-71 akibat tekel keras di tengah lapangan. Lambaian tangannya kepada ribuan suporter tandang usai peluit panjang menunjukkan mentalitas pemimpin — mengakui dukungan fans meski hasil tak sesuai harapan.

Kata Pelatih dan Implikasi Klasemen

Kami mengontrol pertandingan, menciptakan peluang lebih banyak, tapi sepak bola tidak selalu adil. Dua poin hilang karena satu momen kehilangan konsentrasi di bola mati. Itu yang harus kami perbaiki sebelum laga berikutnya.

Komentar sang pelatih merangkum frustrasi Spurs yang kini tertahan di papan tengah klasemen sementara Liga Inggris. Tambahan satu poin membuat mereka gagal memangkas jarak dengan zona Eropa, sementara Burnley memetik hasil berharga dalam perjuangan menjauh dari degradasi. Dengan expected goals (xG) 1,9 berbanding 1,1, data membuktikan Spurs seharusnya pulang dengan kemenangan. Laga tandang berikutnya akan menjadi ujian mental — dan Romero serta kawan-kawan wajib menjawabnya dengan tiga poin penuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User