Donnarumma Tinggalkan Lapangan, City Tahan Imbang Everton

Skor akhir 1-1 di Goodison Park menyisakan tanda tanya besar setelah kiper andalan Manchester City, Gianluigi Donnarumma, meninggalkan lapangan lebih awal pada laga pekan ke-35 Premier League, Selasa ...

Oct 08, 2026 - 07:15
0 0
Donnarumma Tinggalkan Lapangan, City Tahan Imbang Everton

Skor akhir 1-1 di Goodison Park menyisakan tanda tanya besar setelah kiper andalan Manchester City, Gianluigi Donnarumma, meninggalkan lapangan lebih awal pada laga pekan ke-35 Premier League, Selasa dini hari WIB. Dua menit sebelum waktu normal berakhir, penjaga gawang berpostur 196 sentimeter itu terlihat meringis sambil memegangi paha kanannya, memaksa sang pelatih melakukan pergantian darurat. Pergantian tersebut memaksa pemain pengganti kiper, Stefan Ortega, masuk dan menggantikan peran sang kiper asal Italia.

Pertandingan yang mempertemukan Manchester City dan Everton di Goodison Park ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit awal. Skor akhir 1-1 sebenarnya mencerminkan jalannya laga: kedua tim menguasai momen di fase berbeda. Penguasaan bola berakhir 62% untuk Manchester City dan 38% untuk Everton, namun catatan itu tidak lantas diterjemahkan menjadi kemenangan bagi tim tamu yang datang dengan formasi 4-2-3-1.

Menit ke-31, Everton membuka keunggulan melalui serangan balik cepat yang dieksekusi dengan presisi. Umpan terukur dari lini tengah menerobos garis pertahanan City yang sedang terlalu maju, dan sontekan penyelesaiannya tak mampu dijangkau Donnarumma yang sudah terpancing keluar garis offside lawan. Gol tersebut memaksa City menaikkan intensitas pressing di paruh kedua, dengan memindahkan pola permainan ke formasi 3-2-4-1 demi menambah opsi di sayap.

Babak Kedua: Pressure City Akhirnya Membuahkan Gol

Menit ke-67, tekanan berbuah gol penyeimbang. Sebuah skema sepak pojok dieksekusi dengan umpan pendek pendek sebelum crossing datar masuk ke kotak penalti, dan sundulan keras bek tengah City bersarang di tiang dekat. Gol itu tercatat sebagai assist pertama dari gelandang serang City dalam laga ini, yang sepanjang 90 menit mencatatkan 89% keberhasilan umpan dan 3 peluang emas dibuat.

Sampai menit ke-88, laga terlihat berjalan menuju titik imbang tanpa insiden berarti. Namun, momen kontroversial datang ketika wasit sempat meninjau ulang insiden di kotak penalti City melalui VAR setelah bola mengenai lengan bek yang sedang dalam posisi tubuh tidak wajar. Setelah tayangan ulang diperiksa, keputusan tetap tidak ada penalti — keputusan yang memancing protes keras dari bangku cadangan Everton dan berujung pada satu kartu kuning untuk asisten pelatih mereka menit ke-89.

Sebelum insiden tersebut, menit ke-84, sebuah tembakan jarak jauh dari lini kedua City menghantam mistar gawang. Tembakan itu menjadi salah satu dari total 6 shots on target yang dicatatkan City, sementara Everton hanya mampu melepaskan 3 tembakan ke arah gawang sepanjang laga. Tembakan ke gawang Everton lainnya datang menit ke-12, namun masih bisa dimentahkan Donnarumma dengan refleks tipuan tangannya.

Menit ke-90+3: Donnarumma Keluar, Drama Berlanjut

Ketika pertandingan memasuki masa injury time, publik Goodison Park menyaksikan momen yang kini menjadi bahan pembicaraan utama. Menit ke-90+3, Donnarumma tampak mengusap-usap hamstring kanannya sebelum akhirnya menjatuhkan badan di area gawang. Tim medis langsung masuk dan pertukaran pemain dilakukan. Donnarumma sendiri berjalan keluar lapangan tanpa bantuan tandu, namun terlihat pincang cukup jelas saat menuju terowongan.

Pergantian tersebut sempat memicu drama tambahan karena bola sempat masih hidup saat proses pergantian terjadi. Wasit sempat menunda laga sekitar 40 detik untuk memastikan prosedur pergantian berjalan sesuai aturan. Dalam periode itu, Everton nyaris mencetak gol kemenangan melalui skema bola mati, sebelum akhirnya garis pertahanan City berhasil mengawal kotak penalti dengan disiplin.

Statistik pertandingan memperlihatkan bahwa Everton sebenarnya cukup efektif dalam memaksimalkan peluang terbatas. Mereka mencatatkan 9 tembakan dengan 3 di antaranya on target, sementara City melepaskan 17 tembakan total. Peluang emas terbanyak tercatat dimiliki oleh tim tamu dengan 4 big chances, namun ketajaman lini depan masih menjadi PR besar menjelang akhir musim.

Kami harus menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum bisa memberikan keterangan yang akurat tentang kondisinya.

Ucapan singkat dari tim kepelatihan City di sesi konferensi pers pasca pertandingan. Mereka menolak berspekulasi soal tingkat keparahan cedera Donnarumma, yang musim ini sudah tampil sebagai kiper utama dengan catatan 14 clean sheet di semua kompetisi. Angka tersebut menjadikannya salah satu kiper dengan persentase penyelamatan tertinggi di Premier League, yakni 74,2%.

Implikasi Klasemen dan Jadwal Berikutnya

Hasil imbang ini membuat Manchester City tertahan di posisi empat besar klasemen sementara dengan koleksi 66 poin dari 35 pertandingan, selisih 5 poin dari pemuncak klasemen. Everton sendiri kini mengoleksi 41 poin dan berada di posisi ke-13, masih aman dari zona degradasi namun kehilangan peluang untuk mendekati papan tengah atas.

Porsi penguasaan bola yang tinggi bagi City sebenarnya tidak diimbangi dengan efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Data menunjukkan City hanya mencatatkan 1,2 expected goals (xG) berbanding 0,9 milik Everton, sebuah angka yang menunjukkan bahwa tim tamu tidak terlalu dominan meski unggul secara penguasaan.

Fokus utama City dalam beberapa pekan ke depan pasti berkisar pada pemulihan cedera Donnarumma. Jika kiper asal Italia itu absen, Ortega akan dipercaya menjaga mistar dalam tiga laga krusial, termasuk duel kontra tim papan atas akhir pekan depan. Sementara itu, pelatih Everton menyebut hasil imbang ini adalah buah dari disiplin taktik dan penerapan pressing ketat di area transisi.

Pertandingan pekan ke-36 akan menjadi ujian nyata bagi kedua tim. Everton dijadwalkan bertandang ke markas pesaing zona Eropa, sementara City menjamu tim yang musim ini konsisten menyulitkan mereka. Kisah cedera Donnarumma, VAR yang kembali menjadi sorotan, dan gol telat penyeimbang menjadi potongan narasi panjang musim ini yang belum menemukan babak akhirnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User