Donnarumma Bentengi City di Anfield dalam Duel Liga Inggris
Skor akhir 1-1 mewarnai duel sengit antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, pada 8 Februari 2026. Namun di balik hasil imbang tersebut, satu nama menonjol paling terang: Gianluigi ...
Skor akhir 1-1 mewarnai duel sengit antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, pada 8 Februari 2026. Namun di balik hasil imbang tersebut, satu nama menonjol paling terang: Gianluigi Donnarumma. Kiper asal Italia bernomor punggung 25 itu tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial yang membuat Manchester City tetap berdiri tegak di hadapan tekanan tuan rumah.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Liverpool, yang tampil dengan formasi 4-3-3, langsung menekan lini pertahanan City. Menit ke-7, sepakan keras dari luar kotak penalti melepaskan tembakan, namun Donnarumma dengan sigap menepis bola ke sisi kanan gawang. Penyelesaian itu menjadi sinyal bahwa kiper berusia 27 tahun tersebut akan menjadi tembok kokoh di bawah mistar.
Babak Pertama: Tembok Donnarumma di Bawah Mistar
Statistik babak pertama menunjukkan dominasi Liverpool dengan penguasaan bola mencapai 58 persen berbanding 42 persen milik Manchester City. Tuan rumah juga mencatatkan 6 shots on target, sementara City hanya 2. Namun dari enam tembakan tepat sasaran itu, Donnarumma sukses mengamankan lima di antaranya. Satu-satunya gol Liverpool di babak pertama lahir dari titik penalti pada menit ke-34, sebuah eksekusi yang tak mampu dijangkau Donnarumma meski arah tebakannya hampir tepat.
Menit ke-23 menjadi salah satu momen terbaik kiper jebolan akademi AC Milan itu. Menerima umpan terobosan, penyerang Liverpool melepaskan tendangan mendatar ke arah tiang jauh. Donnarumma yang sudah membaca arah bola melakukan penyelamatan dengan kaki kanan, menghalau bola keluar lapangan. Aksi itu disambut tepuk tangan bahkan dari sebagian pendukung tuan rumah.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Manchester City membuat lini belakang sering kali terekspos. Duo bek tengah City beberapa kali kehilangan posisi saat Liverpool melakukan serangan balik cepat. Di sinilah peran Donnarumma sebagai sweeper kiper sangat krusial. Ia beberapa kali keluar dari sarangnya untuk menyapu bola jauh sebelum penyerang lawan sempat menyentuhnya.
"Donnarumma memberi kami ketenangan. Ketika lini pertahanan goyah, dia selalu hadir. Penampilan seperti ini adalah alasan mengapa kami mendatangkannya," ujar pelatih Manchester City dalam konferensi pers usai laga.
Babak Kedua: Clean Sheet Paruh Waktu dan Penyelamatan Penentu
Memasuki babak kedua, Manchester City mulai bangkit. Mereka menaikkan garis pertahanan dan lebih agresif dalam pressing. Penguasaan bola berbalik menjadi 55 persen untuk City. Gol penyama kedudukan lahir pada menit ke-61 melalui serangan balik cepat yang diakhiri dengan penyelesaian tenang di dalam kotak penalti. Assist diberikan oleh gelandang tengah City yang memecah konsentrasi lini belakang Liverpool.
Setelah kedudukan imbang, Liverpool meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-72, sebuah tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter mengarah ke sudut kiri atas gawang. Donnarumma terbang penuh, menjangkau bola dengan ujung jari dan memaksanya membentur mistar sebelum akhirnya keluar. Itulah penyelamatan kelima yang masuk dalam kategori big save di sepanjang pertandingan.
Menit ke-84 menjadi puncak drama. Wasit memberikan penalti kepada Liverpool setelah melalui tinjauan VAR yang menyatakan bek City melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Donnarumma berdiri di garis gawang, menatap tajam eksekutor. Tendangan penalti dilepaskan ke arah kanan bawah, namun kiper bertinggi 196 cm itu membaca arah dengan sempurna dan menepis bola keluar. Anfield yang semula bergemuruh langsung terdiam. Itu adalah penyelamatan penalti keduanya musim ini di Liga Inggris.
Statistik Akhir dan Dampak di Papan Klasemen
Secara keseluruhan, Donnarumma mencatatkan 8 penyelamatan, 2 penyelamatan penalti, dan 1 clean sheet paruh waktu di babak kedua. Akurasi distribusinya juga impresif dengan 84 persen umpan berhasil, termasuk beberapa umpan panjang yang langsung memulai serangan balik. Liverpool total melepaskan 18 tembakan dengan 8 on target, sementara City mencatat 11 tembakan dan 4 on target.
Kartu kuning diberikan kepada dua pemain City dan satu pemain Liverpool, sementara tidak ada kartu merah dalam laga ini. Wasit juga menganulir satu gol Liverpool pada menit ke-55 karena offside, sebuah keputusan yang tepat berdasarkan garis VAR.
Hasil imbang ini membuat Manchester City tetap berada di jalur perebutan gelar, sementara Liverpool harus puas berbagi poin di kandang sendiri. Namun sorotan utama tetap tertuju pada Donnarumma. Konsistensinya di bawah mistar gawang menjadi fondasi pertahanan City musim ini. Dengan performa seperti ini, tidak berlebihan jika namanya kembali masuk dalam perbincangan kiper terbaik Liga Inggris.
Manchester City selanjutnya akan menghadapi laga kandang melawan tim papan tengah, sementara Liverpool harus bertandang ke markas rival sekota. Jika Donnarumma terus tampil dalam performa puncak, clean sheet demi clean sheet bukan hal yang mustahil untuk diraih.
Comments (0)