Chanathip Songkrasin Pimpin Thailand Juara ASEAN Cup 2026 di SUGBK

Skor akhir 2-1 untuk Thailand atas Vietnam pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu malam. Chanathip Songkrasin menjadi poros permainan Timnas Thailand se...

Oct 08, 2026 - 08:34
0 0
Chanathip Songkrasin Pimpin Thailand Juara ASEAN Cup 2026 di SUGBK

Skor akhir 2-1 untuk Thailand atas Vietnam pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu malam. Chanathip Songkrasin menjadi poros permainan Timnas Thailand sepanjang 90 menit plus injury time, mengunci gelar juara dengan kontribusi satu assist dan penguasaan bola tim yang menyentuh angka 58 persen.

Laga ini berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Formasi 4-2-3-1 yang diusung pelatih Thailand menempatkan Chanathip sebagai attacking midfielder di belakang striker tunggal. Starting XI Thailand langsung menekan lini tengah Vietnam yang bermain dengan pola 3-4-3, menciptakan ruang di sektor sayap kanan yang terus dieksploitasi.

Babak Pertama: Menit ke-23, Assist Cerdas Chanathip

Menit ke-23 menjadi momen kunci pembuka keunggulan Thailand. Chanathip menerima bola di ruang sempit antara lini tengah dan pertahanan Vietnam, lalu melepaskan through ball terukur ke sisi kiri pertahanan lawan. Pemain sayap Thailand menyambut bola dengan tendangan first time ke sudut jauh, kiper Vietnam tidak mampu menjangkau. Skor 1-0 untuk Thailand, dan assist itu tercatat sebagai assist ketiga Chanathip di turnamen ini.

Vietnam merespons dengan meningkatkan intensitas pressing. Menit ke-38, mereka menyamakan kedudukan lewat skema bola mati. Sepakan bebas dari jarak 25 meter melewati pagar betis dan masuk ke gawang Thailand. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama menunjukkan Thailand unggul dalam penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen, dengan shots on target 4 berbanding 2. Vietnam mencatat dua kartu kuning akibat pelanggaran taktis menghentikan transisi cepat Thailand.

Babak Kedua: Tekanan Thailand dan Gol Penentu

Memasuki babak kedua, Thailand mengubah pendekatan. Chanathip bergeser lebih dalam untuk mengambil bola, menarik satu gelandang bertahan Vietnam keluar dari posisinya. Ruang itu dimanfaatkan penuh oleh second line Thailand. Menit ke-67, sebuah umpan silang dari sisi kanan disundul striker Thailand, bola membentur tiang gawang. VAR sempat mengecek potensi handball di kotak penalti pada menit ke-71, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

Gol penentu lahir pada menit ke-78. Chanathip menerima bola di tengah, berbalik menghadap gawang, dan melepaskan umpan terobosan ke ruang kosong di antara dua bek tengah Vietnam. Penyerang Thailand berlari menyambut, melewati kiper, dan menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 2-1. Sejak itu, Thailand menurunkan tempo, memperkuat lini belakang dengan double pivot, dan menjaga clean sheet di sisa pertandingan.

Total statistik akhir laga: penguasaan bola Thailand 58 persen, shots on target 7 berbanding 3, akurasi umpan 84 persen, dan 5 kartu kuning terbagi untuk kedua tim. Chanathip mencatat 92 sentuhan bola, 78 umpan sukses, 4 key passes, serta 3 dribel sukses — angka tertinggi di antara seluruh pemain di lapangan.

Peran Chanathip di Balik Kesuksesan Thailand

Sepanjang turnamen, Chanathip bukan hanya pencetak assist, tetapi juga pengatur ritme serangan. Ia menyelesaikan ASEAN Cup 2026 dengan koleksi 2 gol dan 3 assist, serta menjadi pemain dengan jumlah peluang tercipta terbanyak untuk Thailand. Fleksibilitas posisinya — kadang sebagai nomor 10, kadang turun sebagai deep-lying playmaker — membuat lawan sulit menetapkan pola penjagaan satu lawan satu.

Kemenangan ini menegaskan dominasi Thailand di sepak bola Asia Tenggara. Mereka melewati fase grup tanpa kekalahan, mencatat clean sheet di dua laga knock-out, dan hanya kebobolan tiga gol sepanjang turnamen. SUGBK yang dipenuhi puluhan ribu penonton menjadi saksi bagaimana Thailand mengelola tekanan laga final dengan disiplin taktik tinggi.

"Chanathip adalah pemain yang membuat rekan-rekannya bermain lebih baik. Ia membaca ruang sebelum bola datang. Itu tidak bisa diajarkan dalam satu sesi latihan," ujar pelatih Thailand dalam konferensi pers usai laga.

Bagi Vietnam, kekalahan ini menjadi evaluasi pada lini tengah yang kerap kalah dalam duel transisi. Mereka tercatat hanya menang 41 persen duel di area tengah, angka yang menjelaskan mengapa bola lebih sering dikuasai Thailand. Sementara bagi Chanathip, trofi ini melengkapi perjalanan panjangnya sebagai ikon sepak bola Asia Tenggara — pemain yang tetap menjadi poros permainan Thailand di usia yang tidak lagi muda.

Thailand kini menatap agenda berikutnya: kualifikasi turnamen kontinental dengan skuad yang mulai meregenerasi pemain muda. Namun di SUGBK malam itu, satu nama tetap jadi pusat perhatian. Chanathip Songkrasin, pengatur serangan yang mengubah final menjadi panggung taktisnya sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User