Direksi Baru Pupuk Kaltim Berkomitmen Perkokoh Fondasi Industri

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) resmi mengumumkan jajaran direksi baru periode 2026—2030 yang dikomandoi oleh Rafli Yandra sebagai Direktur Utama.

Jul 11, 2026 - 22:11
0 0
Direksi Baru Pupuk Kaltim Berkomitmen Perkokoh Fondasi Industri

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) resmi mengumumkan jajaran direksi baru periode 2026—2030 yang dikomandoi oleh Rafli Yandra sebagai Direktur Utama. Dalam pernyataan perdananya, Rafli menegaskan komitmen untuk memperkokoh fondasi industri pupuk nasional melalui serangkaian strategi transformasi, hilirisasi, dan pengembangan energi hijau. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu (11/7/2026).

Profil Rafli Yandra dan Susunan Direksi

Rafli Yandra bukan nama baru di industri petrokimia. Lulusan Teknik Kimia ITB dan doktor dari Texas A&M University ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi PT Petrokimia Gresik. Pria kelahiran Padang, 1975, tersebut dikenal sebagai sosok yang mendorong efisiensi produksi dan keberlanjutan. Bersamanya, ditunjuk pula Mirna Dewanti sebagai Direktur Keuangan, Bambang Sulistyo sebagai Direktur Produksi, Rina Marlina sebagai Direktur SDM dan Umum, serta Aditya Nugroho sebagai Direktur Pemasaran. Susunan ini diharapkan membawa sinergi baru yang lebih gesit dan responsif terhadap dinamika pasar global.

“Kami hadir dengan semangat melanjutkan legacy perusahaan, sekaligus mendobrak batas-batas yang selama ini dianggap mustahil. Pupuk Kaltim akan menjadi motor utama transformasi industri pupuk nasional dari hulu ke hilir,” tegas Rafli dalam sambutannya.

Pilar Pertama: Ekspansi Kapasitas Produksi

Salah satu prioritas utama direksi baru adalah meningkatkan kapasitas produksi melalui proyek Pabrik Amoniak-Urea II (PAU-II) yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2028. Pabrik ini dirancang menghasilkan 2.000 ton amoniak dan 2.750 ton urea per hari, yang akan memperkuat posisi Pupuk Kaltim sebagai produsen urea terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan lahan seluas 150 hektar di Kawasan Industri Kaltim (KIK) untuk kompleks petrokimia terpadu yang akan memproduksi metanol, soda api, dan turunan nitrogen lainnya.

Pilar Kedua: Hilirisasi untuk Nilai Tambah

Tak hanya mengejar volume, direksi baru mendorong hilirisasi produk sampingan seperti CO2 cair, asam format, dan melamin. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari urea subsidi sekaligus membuka ceruk pasar ekspor baru. Aditya Nugroho, Direktur Pemasaran, mengungkapkan bahwa permintaan melamin dan asam format dari Eropa dan Asia Timur menunjukkan tren meningkat seiring dengan ketatnya regulasi lingkungan. “Dengan hilirisasi, margin keuntungan bisa naik hingga 30% dibanding hanya menjual urea prill,” jelasnya.

Pilar Ketiga: Transisi Menuju Green Ammonia

Dalam aspek keberlanjutan, Pupuk Kaltim di bawah komando Rafli Yandra mencanangkan proyek percontohan Green Ammonia berbasis energi surya dan hidrogen hijau. Proyek ini merupakan kerja sama dengan perusahaan energi asal Denmark, Topsoe, dan ditargetkan menghasilkan 50 ton green ammonia per hari pada 2029. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai net zero emission pada 2060 dan menjawab permintaan pasar internasional yang semakin mensyaratkan produk rendah karbon.

“Transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan bisnis. Kami ingin memastikan bahwa setiap molekul amoniak yang kami produksi kelak bersertifikat hijau,” ujar Rafli.

Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

Sebagai bagian dari holding BUMN pangan, Pupuk Kaltim memikul tanggung jawab besar dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani. Direksi baru berkomitmen menjaga stok penyangga (buffer stock) nasional sebesar 1,2 juta ton urea dan mengoptimalkan jalur distribusi hingga ke pelosok. Bambang Sulistyo menambahkan bahwa perusahaan akan mengintegrasikan sistem digital Supply Chain Control Tower untuk memantau distribusi pupuk secara real-time, sehingga penyaluran tepat waktu dan tepat sasaran.

  • Kapasitas saat ini: 2,74 juta ton urea/tahun
  • Target 2028: Tambahan 1 juta ton urea/tahun dari PAU-II
  • Investasi hilirisasi: Rp 8,3 triliun untuk kompleks petrokimia terpadu
  • Proyek green ammonia: 50 ton/hari, operasional 2029

Sambutan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Menteri BUMN menyambut baik susunan direksi baru dan menyatakan optimisme bahwa di bawah kepemimpinan Rafli Yandra, Pupuk Kaltim mampu menjadi agregator industri pupuk regional. Pemerintah juga mendorong percepatan proyek PAU-II agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor urea yang sempat mencapai 300 ribu ton pada 2025. Dengan fondasi yang telah diletakkan, publik menanti gebrakan nyata direksi anyar dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi berkelanjutan dari Bumi Kalimantan Timur.

[SOCIAL_TWEET]: Rafli Yandra nahkodai Pupuk Kaltim, siap ekspansi pabrik amoniak, hilirisasi, dan green ammonia! Fondasi industri pupuk nasional makin kokoh menuju kedaulatan pangan. 🌱⚡ #PupukKaltim #GreenAmmonia #KetahananPangan[SOCIAL_TG]: 🔄 Breaking: Direksi baru Pupuk Kaltim resmi diumumkan! Rafli Yandra jadi Dirut, siap gaspoll ekspansi produksi, hilirisasi, dan green ammonia. Target: kedaulatan pangan & net zero 2060. Baca detailnya di sini. 🏭🌾

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User